CAFE DE LAOS LUANG PRABANG

Terkadang memilih kedai kopi yang nyaman tak hanya karena ingin, tapi juga karena butuh. Seperti Cafe de Laos yang kami pilih karena memang membutuhkan tempat untuk meneduh dari cuaca yang sedang terik-teriknya.

LUANG Prabang pukul 1 siang memang bukan main-main panasnya. Pantas saja di jam segini kota ini terlihat lengang karena para turis dan penduduknya lebih senang ngadem di kedai kopi atau berteduh di dalam rumah. Kami yang kebetulan habis makan siang dan ingin lanjut jalan tampaknya tak tahan juga. Dan kedai kopi terdekat pada saat itu adalah Cafe de Laos.

Kedai kopi ini sering kami lewati karena lokasinya yang berada di jalan utama dan berseberangan dengan bakery ternama Zurich Bakery. Dari luar Cafe de Laos sudah mengundang dengan jejeran alat seduh Syphon yang dipajang di sana. Kursi-kursi santai dan ayunan di bagian depan menunggu untuk diduduki.

Kedai kopi ini memang cantik dengan bangunan ala Eropa yang bercampur dengan budaya Indochina. Lantainya pun cantik, serasi dengan langit-langit kayu dan pintu jendela yang juga terbuat dari kayu berpelitur kilat.

Kursi-kursinya yang juga kayu mengingatkan kami pada kursi di rumah nenek. Santai betul saat duduk di sana. Meski bukan kedai kopi spesialti, Cafe de Laos ini cukup menyenangkan karena didesain apik di setiap penjuru ruangan.

Ada punya cold brewer tinggi menjulang yang sayang hanya dijadikan pajangan. Dan ada dijual bubuk dan biji kopi dari Saffron Coffee untuk kamu yang butuh oleh-oleh. Kami tentu saja memilih duduk di bagian teras agar bisa melihat Luang Prabang berlalu.

Siang itu kami memesan secangkir cappuccino yang busa susunya dibuat secara manual dengan manual milk frother. Oh iya, di sini tak ada mesin kopi. Segalanya manual, kawan. Cappuccino pesanan saya datang dengan busa tebal yang begitu cantik lewat cangkir teh ala Inggris. Ide kopi di cangkir teh sepertinya tak buruk di sini.

Dan karena ikon Syphon terlalu terasa, maka kami memesan secangkir Kopi Laos yang diseduh dengan Syphon. Meskipun terlalu pahit namun after taste-nya cukup karamel dan cokelat. Kopi untuk Syphon ini menurut kami digiling terlalu halus. Harusnya agak kasar sedikit biar tidak terlalu pahit di awal-awal tegukan. Ah, mungkin standar mereka sudah begitu ya.

Saat asyik ngopi dan ngobrol ngalur-ngidul tiba-tiba pelayannya memberikan kami sepotong kue. Gratis! Tentu saja senyum merekah sempurna. Siapa yang tak suka gratisan. Tepat sekali ini untuk kawan ngopi  yang sedap.

Jika kamu mencari kopi enak sesuai standar spesialti sepertinya Cafe de Laos bukan tempat yang pas. Namun jika kamu butuh tempat nyaman dengan WiFi kencang atau ingin sekedar bersantai menepi sejenak, Cafe de Laos bisa dijadikan pilihan. Jadi tempat untuk tidur siang juga bisa. Ha-ha-ha.

Cafe de Laos 

93 Unit 03, Phonheuang Village, Luang Prabang, Laos

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.