CAFÉ MARIHIKO, SEMESTA KECIL YANG MEMBUAT JATUH CINTA

Jepang dan segala keindahannya yang otentik memang selalu mampu membuat saya jatuh cinta berkali-kali.

Surga kecil di tengah salju
Surga kecil di tengah salju

MESKI bukan kali pertama berkunjung ke Jepang, namun negara Matahari Terbit ini selalu mampu menerbitkan bahagia yang tak putus-putus di hati saya. Jepang dengan segala tradisonalitas dan modernitas yang melebur jadi satu mampu mencuri perhatian tak hanya sekali, tapi juga berkali-kali. Kemana pun kaki melangkah di negeri ini pastilah memberi pengalaman yang lain Sebuah pengalaman menyenangkan yang tak bisa tergantikan oleh negara-negara lain di dunia.

Serupa gedung tua yang disulap jadi kedai kopi
Serupa gedung tua yang disulap jadi kedai kopi
Selamat datang di Cafe Marihiko!
Selamat datang di Cafe Marihiko!

Salah satu pengalaman menarik di Jepang tentulah tentang pengalaman minum kopi. Meski negara ini terkenal dengan ritual minum kopinya yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, namun budaya minum kopi juga tak kalah asik digali di sini. Saya tentu sangat senang melakukan coffee shop hopping ke manapun saya pergi. Seperti kemarin waktu saya mengunjungi daerah Sapporo Hokkaido, mata saya tertambat oleh sebuah kedai kopi kecil yang menarik perhatian. Kedai kopi ini begitu kecil tapi mencolok dengan eksterior kayu yang khas. Sekilas saya membayangkan menjelajah ke masa lalu. Sebuah gudang tua yang disulap menjadi tempat ngopi yang nyaman tak terbantahkan.

Jajaran makanan yang menggoda untuk dicoba
Jajaran makanan yang menggoda untuk dicoba
Suasana kafe yang adem dan damai
Suasana kafe yang adem dan damai

Kedai kopi itu bernama Café Marihiko. Saat membuka pintu coffee shop-nya saya langsung disambut oleh aroma kopi yang begitu kuat. Aroma kenikmatan yang menyerang indera penciuman. Kedai kopi ini ‘dikemudikan’ oleh dua barista perempuan yang sibuk menyeduh kopi. Orang-orang yang menikmati kopi di sana sibuk dengan urusan masing-masing. Sedangkan saya tentu menjelajah mengelilingi kedai yang meskipun tak terlalu luas tapi membuat pikiran senang.

Tak hanya berdua, ngopi asik juga meski sendirian
Tak hanya berdua, ngopi asik juga meski sendirian
Orang-orang sibuk dengan bahagianya sendiri-sendiri
Orang-orang sibuk dengan bahagianya sendiri-sendiri

Hampir seluruh kedai kopi ini dibangun dan menggunakan elemen kayu. Cukup cerdas mengingat Hokkaido memang sangat dingin di musim-musim tertentu. Kayu dipercaya mampu menyimpan hangat. Sangat pas dipadankan sambil menimba nikmatnya hangat kopi di suhu -3’C seperti ini. Musik klasik berdendang seru dan semakin membuat kedai kopi ini nyaman bukan kepalang. Saya memutuskan untuk duduk di lantai dua. Kira-kira ada 9 tempat duduk di atas dan 6 tempat duduk di lantai bawah. Meski kecil tapi jangan kira kamu akan sesak dan pengap ngopi di sini. Yang ada justru kebalikannya. Saya sendiri malahan berniat punya kedai kopi seperti ini andai bisa.

Pemandangan menyenangkan ya? :D
Pemandangan menyenangkan ya? 😀

Setelah duduk nyaman sambil terkagum-kagum dengan ambience Café Marihiko ini akhirnya saya memutuskan untuk mencicip kopi di sini. Oh iya, kamu harus tahu kalau di sini tidak ada menu kopi espresso base karena saya tak menemukan keberadaan satu buah espresso machine di coffee bar-nya. Semua kopi di sini disajikan dengan manual brew. Wah jarang-jarang ‘kan ada kedai kopi manual begini. Satu hal lagi yang membuat saya suka dengan kafe ini adalah mereka menggunakan penggiling kopi Ditting Grinder. Sebuah investasi grinder yang cerdas karena brand yang satu ini memang terkenal juara dengan kualitas hasil gilingan kopinya.

Mari seduh kebahagiaan!
Mari seduh kebahagiaan!

Saya memesan kopi Mori No Sizuku yang saat saya tanya kepada baristanya mereka hanya senyum saja. Mungkin karena tidak terlalu fasih berbahasa Inggris. Mori No Sizuku ini diseduh dengan pour over tradisional yang menggunakan saringan kain seperti nel drip atau cloth filter hanya saja lebih kecil ukurannya. Rasa dari kopi Mori No Sizuku yang dibandrol ¥.680 ini sebenarnya sedikit bitter dan kurang cocok di lidah saya, tapi semuanya termaafkan dengan segala yang dibangun sempurna oleh kedai kopi ini.

Kopi dan cake memang pasangan serasi
Kopi dan cake memang pasangan serasi

Selain kopi Mori No Sizuku saya juga memesan satu slice cheese cake yang rasanya pas dilebur dengan pahit kopi. Teguk demi teguk kopi tandas juga bersama suapan cake yang manisnya pas di lidah. Oh iya, selain hot black coffee, disediakan juga Dutch Coffee yang disajikan dingin. Tak hanya kopi saja, ada juga aneka teh, aneka jus segar dan produk minuman susu. Jadi bagi yang tak suka kopi ada pilihan lain yang bisa dipilih untuk menemani nongkrong di sini.

Lantai dua yang asik buat nongkrong sendirian
Lantai dua yang asik buat nongkrong sendirian

Ah, buat saya Café Marihiko adalah salah satu coffee shop favorit saya di Hokkaido. Kedai kopi ini benar-benar memberi kesan yang dalam dan dengan luar biasanya mampu membuat jatuh cinta dari seluruh aspek. Untuk kalian yang mungkin akan mampir ke Hokkaido, jangan lewatkan berkunjung ke Café Marihiko. Kelak kamu akan percaya bahwa pujian saya tentang tempat ini tak sekedar bualan semata.

Ada yang mau oleh-oleh?
Ada yang mau oleh-oleh?

Café Marihiko

Japan, 〒060-0062 Hokkaidō,

Sapporo-shi, Chūō-ku, Minami 2 Jōnishi,

26 Chome−2−18

 

PAKET CAFE 

 

339 total views, 5 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.