CANDOUR COFFEE SINGAPORE

Seringnya kedai kopi kecil justru membawa pengalaman yang besar. Ya, seperti Candour Coffee yang secara tidak sengaja saya temukan saat singgah ke Singapura.

MENJELANG siang di Singapura segalanya berjalan seperti biasa. Saya pun sedang tidak ada janji dan kegiatan yang mengharuskan saya harus terburu-buru. Karena sedang santai saya memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Beach Road. Eh, tanpa sengaja saya menemukan sebuah kedai kopi keci dengan tulisan Candour Coffee. Saya pikir kenapa tidak singgah untuk minum kopi di sini. Siapa tahu pengalaman ngopi di sini bisa menyenangkan.

Candour Coffee memilih warna putih sebagai dominasi warna interiornya. Bata putih dan warna semen mengitari hampir keseluruhan kafe ini. Saat saya mampir hanya ada satu barista perempuan yang mengoperasikan jalannya kedai. Entah memang cuma seorang diri atau kebetulan saja waktu saya mampir dia hanya sendirian. Kedai kopinya tidak ramai. Hanya ada beberapa orang yang ngopi dan juga sarapan. Coffee bar yang tidak terlalu luas pun diisi dengan mesin espresso Synesso Putih 2 Group dengan espresso grinder Mahlkonig K30 peak white dan Mythos One Putih. Dan tentu ada filter grinder Mahlkonig EK43 yang jadi idola itu.

Puas memerhatikan gear yang mereka gunakan saya pun memesan filter coffee. Surprise juga kedai kopi sekecil ini memiliki banyak sekali pilihan single origin. Mungkin konsep sang owner Jet Goh dan Ong Shi Chun ini ingin mengajak pengunjungnya bertualang beragam jenis kopi dari banyak negara hanya dengan duduk di kedai kopi milik mereka.

Karena banyak pilihan single origin saya jadi bingung sendiri. Saya tanya apa biji kopi rekomendasi mereka dan pilihan jatuh kepada Ethiopia Guji Drima Zede natural process. Saya percaya kata sang barista dan kopi yang dibandrol seharga $SGD 9 ini sedap juga. Blueberry, cherry dan cacao nibs adalah bonus nikmat dari tiap tegukan. Saya suka! Sebenarnya saya mau pesan Gesha, cuma karena sold out saya jadi memesan yang tadi. Untunglah tak mengecewakan.

Di sini mereka seduh filter coffee dengan Hario V60 keramik dengan Kalita Kettle Yellow yang nyentrik itu. Saya senang menonton barista menyeduh. Mungkin karena seperti pertunjukan seni gitu ya. Menatap air pelan-pelan membentur kopi lalu menjadikannya nikmat dengan ajaib. Seni dari seduh manual memang menarik hati.

Untuk kamu yang tak bisa ngopi tanpa camilan di sini juga tersedia ragam makanan. Jadi ngopinya bisa semakin lengkap dan menyenangkan. Yang saya suka dari Candour Coffee ini kedainya begitu tenang, sejuk dan nyaman. Karena tidak terlalu popular seperti kedai kopi lain yang over-exposed, Candour Coffee jauh dari keriuhan manusia. Seperti sebuah pelarian kecil yang asyik tanpa perlu terusik dengan berisik.

See? Terkadang kedai kopi kecil justru memberi kesenangan besar. Candour Coffee adalah harta karun. Setidaknya untuk saya. 😀

Candour Coffee

41 Beach Rd, Singapore 189680 

Opening hours: 8am – 9pm (Daily) 

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.