CANGKIR-CANGKIR KOPI DAN IDENTITAS

Pernahkah kamu memperhatikan cangkir-cangkir yang ada di kedai kopi? Cangkir bukan hanya sekadar fungsi menampung kopimu. Tapi maknanya lebih jauh dari itu.

UNTUK saya, cangkir kopi adalah esensial. Sebuah benda mendasar untuk menikmati kopi secara syahdu dan damai. Di rumah, saya memiliki beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda bentuk dan materialnya. Ada yang dipakai rutin di pagi hari saat minum kopi sendiri. Cangkir itu ukurannya lebih besar dan tidak terlalu estetis.

Sedangkan saat menikmati kopi rame-rame dengan keluarga saya menggunakan cangkir-cangkir ukuran kecil, mungkin seukuran cangkir demitasse cup, cangkir espresso. Cangkir kopi dipakai sesuai mood dan fungsi. Yang digunakan tergantung suasana hati. Setidaknya untuk saya. Yang pasti, semua cangkir saya harus bermaterial kaca, keramik dan porselain. Ini tak bisa ditawar-tawar.

Di kedai kopi sendiri biasanya cangkir kopi hadir dalam banyak rupa dan material berbeda. Beberapa kedai kopi yang saya datangi memilih cangkir-cangkir kopi yang selaras dengan tema dan tone kedai kopinya. Semuanya benar-benar dipikirkan sehingga saat masuk ke kedai, menggenggam cangkir kopi kita merasakan sebuah kesatuan yang lebur. Kedai kopi seperti ini membuat saya kagum karena mereka sungguh apik sampai ke hal-hal terkecil.

Cangkir kopi adalah identitas pula. Karena di era ketika media sosial menjadi ranah seru yang wara-wiri di depan mata, sebuah cangkir adalah objek yang kerap kita lihat. Istilahnya jika cangkirmu unik dan berbeda, maka sedikit banyak branding kedai kopimu ‘kena’ saat cangkir-cangkir itu di foto dan tersebar di mana-mana.

Seorang teman pernah bertanya “kenapa memilih cangkir saja ribetnya bukan main?”. Well, ribet di awal, tapi sedap di akhir. Banyak orang hampir tidak pernah tidak memfoto cangkir kopinya dan cangkir yang di-branding akan membawa kedai kopi itu beredar di banyak lini. Itu kenapa ada beberapa kedai kopi yang susah payah menorehkan logonya pada setiap cangkir. Semata-mata untuk brand identity yang melebar luas.

Tapi tak peduli seberapa keren dan apik cangkir kopi yang kamu ciptakan dengan susah payah jika kopi di dalam cangkir tak sesuai dengan ekspektasi. Ingat, yang kita jual kopi. Kemasan adalah hal kedua setelah kopi. Jadi segalanya harus selaras dan berjalan sejajar. Kopi enak tanpa kemasan yang apik, akan sulit dijual. Kemasan apik tanpa kopi enak hanya akan menunggu waktu saja bertahan di industri yang semakin ke sini riaknya makin besar.

Cangkir adalah identitas. Tapi kopi adalah jantung yang berdegup menghidupi kedai kopimu.

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.