CANGKIR PERTAMA SELALU LEBIH NIKMAT. BENARKAH?

Sebagai orang yang kerap menyeduh kopi dengan porsi lebih dari satu cangkir dalam sekali seduh, saya merasa bahwa cangkir pertama adalah yang terbaik. Apakah selalu begitu?

MENYEDUH kopi adalah seni, sedang menikmatinya adalah sebuah kebahagiaan yang tiba dengan pengalaman berbeda bagi tiap orang. Dan pernahkah kalian merasa bahwa cangkir kopi pertama yang kamu nikmati selalu lebih nikmat dari cangkir kedua? Apakah itu hanya sebuah sugesti atau memang ada sains di baliknya? Jawabannya ternyata adalah keduanya.

Seduh kopi manual memungkinkan kita menyeduh dalam jumlah banyak (lebih dari secangkir). Sebagian besar penikmat kopi (menurut riset kecil-kecilan kami) menyeduh lebih dari 280 mg dalam sekali seduh. Dan ternyata 8 dari 10 orang yang kami tanya mengaku bahwa cangkir pertama adalah yang ternikmat. Sedang cangkir kedua bukan berarti tak nikmat hanya saja berkurang esensinya. Mengapa begitu?

Pertama, faktor suhu yang turun memengaruhi rasa. Tidak semua kopi enak jika suhunya turun. Jadi tuangan pertama pada cangkir biasanya berada di suhu yang paling tepat dan tiba di tegukan dalam kesempurnaan. Cangkir kedua yang dituang dari server sudah turun suhunya dan mungkin juga rasanya. Sedangkan pada french press, cangkir kedua biasanya lebih pahit karena kopi masih terekstraksi di dasar french press. Jadi cukup masuk akal bahwa faktor suhu menurunkan tingkat kenikmatan.

Kedua, faktor ‘tendangan’ kafein. Kopi adalah obat yang memberikan energi dan dopamin untuk kita. Wajar jika di pagi hari kamu merasa tegukan pertama terasa begitu sempurna. Tubuh mendamba kafein setelah beberapa jam beristirahat. Tentu efek kafeinnya tak sama sampai padamu ketika cangkir kedua tiba. Lagi pula jika tubuh sudah merasa cukup menerima kafein, maka selanjutnya tak begitu diperhitungkan, bukan?

Ketiga, faktor sugesti saja. Karena pada dasarnya kita hanya membutuhkan secangkir saja setelah hari yang panjang atau pagi yang dipeluk kantuk. Maka cangkir kedua adalah bonus yang tak terlalu diperhitungkan lagi rasanya. Meski begitu bukan berarti cangkir kedua selalu buruk karena kopi adalah kopi, pertama atau kedua tetap sama bahagianya.

Untuk saya sendiri saya lebih suka cangkir kopi pertama yang secara psikologis memberi sesuatu yang memang saya damba. Cangkir pertama adalah candu, cangkir kedua adalah bonusnya. Tapi alangkah baiknya jika cangkir kedua diberikan kepada yang terkasih biar tak dinikmati sendiri. Bukan begitu?

Foto utama dari credit: cbc.cc

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.