TO CAPHE DANANG: NGOPI DI DALAM ‘GALERI’

Dari luar To Caphe ini sudah menarik perhatian saya. Saat memasuki kedai kopinya ternyata apa yang di dalam tak kalah menarik dari sisi luarnya.

TO Caphe adalah sebuah kedai kopi dengan jendela kaca yang berpigura tanaman hijau di tepi jalan ramai di Kota Da Nang Viet Nam. Selama di Da Nang, saya berkali-kali melewati kedai kopi ini. Di depannya selalu berjejer sepeda motor yang terparkir rapi. Karena letaknya tak jauh dari tempat saya menginap, keinginan untuk mampir kerap tertunda karena saya mengira “ah, lain kali juga bisa”.

Tak terasa waktu saya di Da Nang hampir habis dan saya tak juga mampir ke To Caphe. Akhirnya saya mengajak dua teman yang memang tinggal di Da Nang untuk ngopi di sini sehabis makan siang. Siapa sangka pemilik dari To Caphe ini adalah teman dari teman saya yang orang Viet Nam asli. Dan dia memang sudah lama ingin mengajak saya ngopi di sini. Ah, sungguh kebetulan yang asyik!

Siang itu To Caphe begitu lengang. Hanya ada beberapa meja yang diisi dua perempuan dan seorang laki-laki yang berkencan dengan laptopnya. Saat membuka pintu kedai saya agak takjub karena apa yang ada di dalam berbeda dengan yang terlihat di luar. To Caphe ini serupa ‘galeri’. Hampir di seluruh dindingnya terpajang wajah tokoh-tokoh dunia berdesain pop art yang warna-warni. Membuat kedai kopi ini terasa begitu hidup dan berbeda.

Yang paling mencolok dari semua pop art yang ada adalah lukisan seekor kucing yang ukurannya besar sekali. Hampir menutupi tembok di sisi kanan. Karena suka sekali dengan kucing maka saya memilih meja yang menghadap lukisan itu. Ya hitung-hitung sambil ngopi bisa menikmati lukisan bagus.

To Caphe hanya terdiri dari satu lantai dengan ruangan indoor only. Jadi buat yang merokok sepertinya kafe ini bukanlah pilihan yang tepat. Pelayan yang tidak bisa berbahasa Inggris datang malu-malu sambil menyodorkan menu. Karena sudah makan dan kenyang tak karuan saya hanya memesan egg coffee dan ca phe sua da. 

Maklum di sini tidak ada menu seduh manual atau filter coffee dan sejenisnya. Yang ada hanya espresso base menu dan menu kopi lokal. Di coffee bar yang berada di bagian pojok belakang To Caphe saya tidak melihat mesin espresso otomatis besar. Dan kata owner-nya mereka sedang memesan mesin espresso dan belum tiba waktu saya mampir ke sana. Jadi karena tidak mau kecewa dengan espresso base coffee saya memutuskan ngopi lokal saja.

Egg coffee tiba dan dalam tegukan pertama yang terasa adalah manis. Manis yang sungguh kemanisan seperti gombal gebetan yang tak mahir. Ha-ha-ha. Meski menurut saya kemanisan tapi rasa telurnya sama sekali hilang dan tidak anyir. Yang terasa hanyalah manis, kopi dan creamyWhat an unique taste untuk saya yang berlidah indonesia.

Sedangkan ca phe sua da pastilah sudah tahu rasanya. Es kopi dingin ala Viet Nam ini memang paling benar dipilih untuk melunturkan dahaga. Favorit sepanjang masa. Sambil menyesap kopi dan ngobrol perihal Viet Nam dan budayanya, saya benar-benar menikmati nongkrong di To Caphe ini. Duduk santai sambil di kelilingi pop art warna-warni serupa terjebak di dalam galeri.

Beginilah serunya main ke kedai kopi. Selalu disajikan hal-hal berbeda yang pada akhirnya membuat betah dan enggan lupa.

To Caphe

Hải Phòng, Quận Hải Châu, Đà Nẵng, Viet Nam

8,862 total views, 6 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.