CARA BUAT KOPI TUBRUK DI RUMAH

Ingin menjadi home barista yang mampu seduh kopi sendiri dengan segala metode seduh, tentunya kita harus sering berlatih dan mempelajari segala variabel yang terkait untuk membuat kopi yang nikmat.

SEMAKIN berkembangnya era industri kopi dunia, semakin banyak sekali yang antusias dengan apa pun yang terkait tentang kopi. Bahkan tidak sedikit yang menjadi barista di rumah sendiri, menyajikan sajian kopi yang nikmat seperti para barista yang mendedikasikan diri di kedai kopi. Bahkan dengan banyaknya barista independen yang mengikuti kompetisi-kompetisi barista seperti menaruh harapan, bahwa tiap orang bisa menjadi profesional dari dapur bar rumah mereka. Menjadi barista tentu harus mampu menyediakan beragam sajian kopi dari mulai yang sederhana hingga sajian kopi yang tersulit sekali pun. Salah satu sajian kopi yang sederhana adalah teknik tradisional yang sering kita kenal dengan kopi tubruk.

Semua orang mungkin sangat tau membuat kopi tubruk dengan menuangkan air panas ke bubuk kopi pada wadah cangkir, hanya saja tidak semua yang mengetahui perhitungan yang tepat untuk membuat kopi tubruk. Walau pun kopi tubruk sederhana dalam teknis penyeduhannya, tapi termasuk yang tersulit untuk menciptakan sajian kopi tubruk yang konsisten. Pernahkah kita membuat kopi tubruk dan terasa sangat nikmat, tapi ketika membuatnya sekali lagi hari ini rasa kopi tubruk tidak sama seperti yang pernah kita buat. Banyak variabel yang mempengaruhi konsistensi rasa sajian kopi, bisa dari kesegaran bubuk kopi yang digunakan, suhu air panas untuk menyeduh dan banyak lagi. Berikut ini beberapa tips, untuk kita mencoba membuat kopi tubruk sendiri di rumah.

credit: BeanScene Magazine

Rasio Kopi Dan Air
Banyak sekali perbedaan pendapat tentang rasio tepat yang digunakan untuk membuat kopi tubruk, ada yang menggunakan 1:10 dan tidak sedikit yang menggunakan 1;12 bahkan banyak yang menggunakan intuisi menakarnya hanya dengan sendok makan, tidak ada salahnya selagi hal itu membuat kita nyaman. Karena saya pun terbilang menggunakan intuisi dengan asumsi mendekati rasio 1:10, tapi ada baiknya cari tau terlebih dahulu sajian kopi tubruk kita untuk cangkir berapa ml, sehingga kita dengan mudah jika ingin bereksperimen dengan rasio kopi. Biasanya ketika membuat kopi tubruk di rumah, saya menggunakan cangkir sekitar 140 ml untuk sekali minum, dengan takaran bubuk kopi 1 sendok makan setara sekitar 15gram.

Jenis Gilingan Biji Kopi
Seberapa kasar atau seberapa halus bubuk kopi digiling memberikan pengaruh langsung terhadap rasa dari kopi tubruk yang akan dibuat nantinya. Jika di rumah sudah memiliki manual grinder sebagai koleksi seduh kopi, kita akan dengan senang menganalisa sajian kopi tubruk berikutnya, apakah gilingan kasar atau gilingan halus yang sesuai untuk selera kopi tubruk kita. Hanya saja biasanya yang paling terlihat perbedaannya, bubuk kopi yang kasar akan tertinggal dipermukaan cangkir dan bubuk kopi yang halus akan dengan mudah tenggelam ketika dituang air panas. Tentang karakter rasa, berkaitan dengan ukuran molekul butiran bubuk kopi, logikanya gilingan kasar akan memiliki banyak ruang untuk dialiri air dan akan menciptakan karakter asam yang menarik saat ekstraksi sedangkan gilingan halus sedikit ruang untuk dialiri air sehingga ekstraksi melambat dan cenderung menciptakan karakter rasa asam yang hampir pahit. Hal ini bisa dimanipulasi dengan rasio kopi serta air yang digunakan.

Air Panas Yang Optimal
Terkait nantinya bagaimana bubuk kopi terekstraksi dari air panas yang kita tuang ke cangkir, akan sangat membantu menggunakan thermometer melihat berapa suhu air panas yang digunakan. Secara umum, suhu optimal air panas untuk menyeduh pada titik 92 – 96 derajat celcius. Hanya saja saya belum memiliki thermometer untuk menguji berapa suhu air panas yang saya gunakan untuk membuat kopi tubruk. Ketika air panas mulai mendidih, kemudian saya mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuat kopi tubruk, sehingga ada jeda air panas akan turun di titik optimal suhu air untuk penyeduhan kopi.

Menuangkan Air Panas
Tiap orang punya gaya tersendiri ketika menuangkan air panas ke cangkir, ada yang langsung menuangkannya dari tengah permukaan hingga akhir dengan, ada juga yang menuangkannya dengan memutar aliran air yang dituang sehingga membasahi keseluruhan permukaan bubuk kopi. Dan bahkan ada yang menuangkannya dari sisi pinggir cangkir, sehingga air panas akan mengenai bagian permukaan bawah dari bubuk kopi. Hal ini terkait dengan kesempatan gelembung yang tercipta ketika air bertemu dengan bubuk kopi dan tentunya mempengaruhi ekstraksi kopi. Semakin kecil gelembung kopi yang tercipta, air seduhan akan mengenai bubuk kopi secara maksimal

credit: sarasvadhi

Cara Menyajikan Kopi Tubruk
Bagaimana cara menikmati kopi tubruk favoritmu, apakah diaduk kemudian dinikmati atau menenggelamkan bubuk kopi kemudian disrupput. Tidak hanya itu, saya pernah melihat penikmat kopi menikmati kopi tubruk mereka dengan menghentakkan cangkir kopi untuk memaksa bubuk kopi agar turun dan tenggelam. Mungkin hal ini terkait pelepasan karakter rasa yang masih tertahan dan terkumpul di bagian permukaan cangkir.

Untuk menikmati kopi tubruk di rumah, lebih baik menyiapkan persediaan biji kopi agar jangan menyimpannya dalam bentuk bubuk, dan kemudian menggilingnya menggunakan manual grinder serta pada proses seduhnya menuangkan air panas menggunakan kettle. Jika mencari kettle untuk kebutuhan seduh 1-2 cangkir coba lihat di sini.

img: Hamdan Daily

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.