CARA MEMILIH TAMPER UNTUK SAJIAN ESPRESSO

Ternyata espresso bukan sekadar bubuk kopi yang dilalui air panas secara cepat pada portafilter. Dosing, distribution, tamping, merupakan persiapan yang saling terkait mencipta rasa magis dari espresso.

TAMPING merupakan sebuah proses memadatkan bubuk kopi yang ada pada portafilter, seberapa penting sebenarnya proses tamping ini. Kesalahan tamping mungkin tidak terlalu terlihat pada fisik espresso, melainkan akan terlihat pada rasa atau seberapa cepat air melalui portafilter. Namun bila ada karakter rasa yang kurang nyaman dari rasa espresso yang tersaji, bisa saja bukan hanya kesalahan proses tamping. Bisa saja ukuran gilingan kopi yang menjadi masalah, apakah itu terlalu kasar atau terlalu halus, dan mungkin tamping yang terlalu padat. Seorang barista pasti punya analisa tersendiri, jika mengalami hal demikian.

Memilih alat tamper untuk sajian espresso kuncinya ada pada diameter ukuran filter basket, pastinya harus lebih kecil dari diameter filter basket yang digunakan untuk portafilter. Saat kamu membeli mesin espresso, ada tamper plastik yang menjadi satu set pembelian mesin espresso kamu, namun tamper ini tidak maksimal untuk memadatkan bubuk kopi pada portafilter. Rekomendasi, carilah tamper yang memudahkan penggunaannya dan sesuai untuk portafilter kamu.

credit: primacoffee

Secara umum jenis tamper hanya terdiri dari 2 jenis permukaan, berbeda permukaan tamper berbeda juga hasil pemadatan bubuk kopi.

Tamper Datar | Untuk tamping dengan hasil tamp yang benar-benar rata, menggunakan tamper datar mampu menghasilkan tamp yang padat presisi, dan mampu menciptakan shot air yang mengalir dengan baik.

Tamper Cembung | Berbeda dengan tamping datar, tamper ini permukaannya sedikit cembung, untuk hasil shot air yang mengalir cenderung sedikit lebih lama beberapa detik dari tamper datar jika dalam tingkat tamping yang sama.

credit: maxicoffee

Dalam hal tamping, untuk melihat apakah tamping terlalu padat atau kurang padat ada pada aliran liquid espresso yang jatuh. Di Indonesia beberapa barista menyebutnya ‘mengucur/ngucur‘ untuk menandai under-extraction yang disebabkan kurang padat pada tamping, atau terlalu padat tamping yang menyebabkan over-extraction.

Permukaan dari tamper sendiri hanya ada dua jenis pada umumnya, namun pesatnya perkembangan kopi kini semakin banyak jenis tamper yang tercipta seperti tamper cembung versi Amerika, cembung versi Eropa, tamper ulir, dan banyak lagi. Ukuran tamper juga menyesuaikan ukuran filter basket, 58mm, 57mm, 56mm.

credit: vstapps

Untuk bagian pegangan dari tamper sendiri, bisa dibilang ini sesuai kenyamanan barista, apakah menggunakan pegangan kecil atau pegangan yang tinggi. Beberapa tamper ada yang bisa diganti-ganti pegangan ada juga yang sudah menyatu dengan tamper. Untuk hasil tamping yang presisi, perlu diingat tamper harus dalam posisi lurus, lengan pun dalam posisi lurus saat melakukan proses tamping agar hasilnya padat dan rata.

Dengan filter basket dan tamper yang tidak sesuai, ketika tamping akan meninggalkan sisa bubuk kopi di dinding filter basket dan hasil tamping tidak presisi. Umumnya para barista yang menginginkan hasil lebih detail, akan mengganti basket portafilter mereka menggunakan VST basket dengan diameter 58.65 atau 58.4 pilihan gramasi pun tersedia pun ragam 15gr, 18gr, 20gr, 22gr, 25gr. Untuk pilihan tamper yang disandingkan dengan VST basket 58.65, barista mempercayakan hasil tamping yang presisi dengan tamper Pullman 58.55 atau 58.35 sehingga tidak ada sisa bubuk kopi di dinding basket setelah ditamping.

src: home-barista.com espressozone.com img: Fresh Cup Magz

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.