CARA SIMPEL MEMBUAT KOPI COLD BREW

Untuk iklim Indonesia yang umumnya cenderung panas dan lembab, kopi-kopi seduh dingin (atau kerap disebut cold brew) seringkali dianggap pilihan pas.

SETIDAKNYA dalam setahun terakhir, kopi seduh dingin semakin menarik banyak peminat. Di luar Indonesia, kopi cold brew saat ini sedang menjadi tren. Kopi cold brew memang dianggap menarik karena pola seduhnya yang tidak melibatkan “paparan suhu panas” seperti kopi lazimnya. Cold brew diseduh dengan menggunakan air dengan suhu ruang, atau air dingin.

Menurut para ahli kopi, metode seduh dingin seperti ini dianggap bisa menghindarkan kopi teroksidasi oleh suhu panas dari air. Sehingga pada akhirnya, kopi yang sedang diekstraksi menghasilkan citarasa yang lebih utuh dan cenderung lebih sweet. 

Pada metode kali ini, kopi cold brew yang kami coba dibuat dengan alat Hario Mizudashi coffee pot yang berukuran 1.150 ml. Selain prosesnya yang cukup mudah sehingga bisa juga bisa dilakukan oleh para penggemar kopi yang barangkali masih belajar membuat cold brew, dengan ukuran ini kita juga bisa menyajikannya untuk 5 cangkir. Cukup ideal untuk dinikmati ramai-ramai bersama teman. Atau dijadikan stok minuman sendiri di rumah. Lol.

 

Yang perlu disiapkan:

· 80 gram biji kopi

· Mizudashi Cold Brew ukuran 1.150 ml

· Grinder

· Air (dingin) 1.150 ml

 

Cara membuat:

1. Giling biji kopi dalam level medium coarse, atau sedikit menuju kasar jika Anda tidak ingin rasanya terlalu intens.

menentukan-level-gilingan-kopi

2. Masukkan bubuk kopi yang telah digiling ke bagian strainer (saringan) Mizudashi. Pasang strainer ke pot/botol kaca.

3. Tuangkan air, basahi seluruh bubuk kopi hingga merata. Tuang air secara perlahan. Stop ketika level air kira-kira sudah mencapai bagian tengah pegangan (handle).

menuangkan-air

4. Aduk secara perlahan agar kopi dan air bisa tercampur seluruhnya. Sebaiknya jangan memakai benda-benda berujung tajam untuk mengaduk supaya tidak merusak filter.

5. Tutup pot Mizudashi. Lalu masukkan ke lemari pendingin. Waktu ideal untuk ‘merendam’ kopi cold brew umumnya adalah 8 jam, tapi durasi lamanya pendinginan ini kembali lagi kepada preferensi masing-masing.

6. Setelah kurang lebih 8 jam, ambil Hario Mizudashi coffee pot dari lemari pendingin. Lepaskan bagian saringan (strainer)—jika ingin tetap menaruh saringan di dalam pot setelah ekstraksi maka rasanya akan menjadi terlalu kuat dan terlalu pahit.

7. Selesai.  Kopi coffee brew sudah siap dinikmati. o

 

Semacam catatan:

• Tidak semua biji kopi/single origin cocok diseduh dengan metode cold brew. Sebaiknya pilih biji yang berkarakter fruity atau memiliki sweetness cukup tinggi jika ingin mencoba metode ini. Alasannya simpel. Karena kopi “direndam” selama berjam-jam, maka notes atau karakter bawaan yang ada dalam kopi tersebut akan memengaruhi hasil akhir cold brew yang akan disajikan nantinya. Nah bayangkan saja kalau kopi yang diseduh dengan metode ini memiliki acidity yang cukup dominan.

• Lamanya waktu ekstraksi juga bisa memengaruhi hasil akhir, meskipun kopi yang digunakan adalah single origin yang sama. Misalnya, single origin Minang Solok yang diekstraksi selama 8 jam akan memiliki rasa berbeda dengan yang diekstraksi lebih dari 12 jam. :p

Btw, kopi cold brew ini juga bisa divariasikan lagi dengan beberapa tambahan. Meskipun sebenarnya bisa langsung dinikmati saat itu juga—setelah proses ekstraksi tentu saja, namun ada beberapa orang yang menambahkannya lagi dengan es. Atau, dengan yang sedang tren saat ini: infusi nitrogen.

 

Selamat membuat kopi cold brew! 🙂

 

majalah

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

49 Comments
  1. Kopinya apa tidak kebanyakan? 80gr untuk 600ml? 2x lipat dari cara seduh panas biasa…..Apa memang begitu teorinya untuk Cold Brew?

    1. Halo mas Imam, 80 gram itu untuk cold brew yang memakai metode Mizudashi dari Hario. Untuk cold brew dengan alat lain, bisa saja ukuran ini terlalu banyak atau terlalu sedikit, tergantung dengan cara apa ia digunakan. Seperti manual brew umumnya, cold brew pun memiliki gayanya masing-masing. Terima kasih, ya. 🙂

      1. Halo Yulin…. karena penasaran kemarin saya beli ini Hario Mizudashi 600ml di Otten… dari gambar instruksinya yg berbahasa Jepang tertulis 50 gram lho…. Berarti lebih banyak 25% kopi nya dari teori standard 1/15

        1. Halo mas, wah sampe segitu penasaran ya. 😀
          Iya, kemarin ada kesalahan tulisan, harusnya ditulis 1.150 ml bukan 600ml, jadi 80 gram itu memang untuk yg 1.150 dan begitu juga seperti yg mas sebutkan. Terima kasih sudah mengingatkan, ya (tulisannya sudah diedit). 🙂

    1. Halo, biasanya untuk menyeduh cold brew dipakai air dengan suhu ruang (air dengan suhu biasa, tidak dingin dan tidak panas). 🙂

    1. Iya, lumayan mudah sih. Rasanya gak sama dengan cold drip (atau metode tetes seperti yang mas bilang). 🙂
      Cold drip biasanya lebih intense, karena waktu kontaknya lebih lama juga. Thanks for comment, ya.

  2. Mau tanya mbak,
    Prosesnya hampir sama dgn pake french press y mbak?di endapkan? *cmiiw
    trus itu setelah air selesai dtuang semua memang lgsg dmasukan ke kulkas y?
    makasih mbak penjelasannya

      1. kalau tidak dimasukan dalam lemari es gimana mbak selama 8 jam,tetapi setelah 8 jam baru dimasukan dalam lemari es

  3. hai yulin… saya nyoba tehnik yg diajarkan, simple dan sederhana, kebetulan saya mengguakan bahan kopi robusta aceh ( Solong ulee kareng ), lalu saya campur dgn susu, kok terasa seperti ada alkoholnya yah..? apakah pada saat perendaman itu ada semacam proses fermentasi sehingga ada rasa alkoholnya..?

    1. Nyobanya pake Mizudashi juga, ya? Seharusnya selama proses perendaman yang terjadi bukan fermentasi sih, tapi ekstraksi. Tapi kalau melihat dari kopi yang Mas gunakan… hmm, apa gak pahit banget, ya? Haha… Robusta apalagi bijinya dari Aceh itu punya karakter bitterness yang cukup kuat dan ada sedikit notes “black cherry”—barangkali karena ekstraksi yang lama selama berjam-jam itulah yang membuatnya kerasa kayak ada alkoholnya. Mungkin….. 😀
      Untuk cold brew saya biasanya pakai single origin yang light roasted sih, yang rasanya lebih mild. 🙂

    2. Setau saya kaloe kopi ulee kareng itu udah ada campuran lain. Jadi bukan bean kopi nya saja,, mkanya pas di extraksi bisa ada rasa alkohol.. dia ada bermacam campuran seperti jagung beras dll.. mkanya kloe di buat ke colbrew lain dri yang lain 😀 thank.

    1. Halo Mbak Yulin,
      Saya pernah nyoba buat cold brew menggunakan kopi robusta sidikalang dengan perbandingan 3 : 1 , rasanya sepertu yg mas Bowie bilang terasa seperti ada alkoholnya n emang paling nikmatin dengan menambahkan susu…
      apa itu pengaruh kopi robusta atau tidak? jika tidak kira2 kopi ap yg recomendet tuk dibuat cold brew ?
      terimakasih

    2. Halo Mas Andri, sebaik-baiknya cold brew disarankan sih sebaiknya tidak lebih dari 2-3 hari, udah mesti habis. Menurut saya, ya. Dan sebaiknya tetap disimpen dalam lemari pendingin juga kalo sedang tidak dikonsumsi. 🙂

      1. Hi Mas Agus,
        Untuk cold brew, kalo untuk saya, sebaiknya mencoba kopi-kopi dengan sweetness cukup tinggi. Kopi-kopi dari Indonesia Timur seperti Papua atau Flores bisa jadi rekomendasi. Kalo dari luar, bisa kopi-kopi Afrika. Kalo kopi-kopi dari Sumatera karakter umumnya cenderung lebih body, bitter dan earthy. Jadi kalau dijadikan cold brew, wah sila dibayangkan sendiri deh. Ehehe. Tapi ini kembali ke selera masing-masing sih. 😉

  4. Halo mbk Yulin …
    klu boleh mtk sarannya donk, saya suka kopi yg cita rasanya strong, klu utk cold brew bagusnya pake arabica specialty, long berry, ato pea berry ya mbk ( saya make kopi gayo )?
    sama untuk prosesnya maksimal berapa jam y mbk ?

    1. Kalo mau yang berasa strong, bisa pake peaberry, Mas. Trus profil roasting-nya juga perlu diperhatikan, sebaiknya di atas medium roast. Kalo mau strong, ya. Prosesnya biasanya minimal 8 jam. 😉

  5. Untuk menambahkan rasa manis kedalam kopi tapi bukan menggunakan krim/susu bagaimana caranya? Apakah bisa menambahkan gula sewaktu proses esktrasi cold brew? Atau ada metode lain menambahkan rasa manis kedalam kopi cold brew? Mohon di share ilmu nya 🙂

    1. Cm mau menambahkan… kalo saya cenderung suka originalnya boz,tp kl senang agak manis ⢄ bisa ditambahkan gula atau syrup seperti caramel dll.namun penambahan dilakukan jika mau dikonsumsi saja.jadi ga merusak taste orinya.btw bs nyoba sensasi nitro lbh sip hehe…

  6. Hi mba Yulin, tks utk tulisan nya. Yg ingin sy tanyakan adalah apakah ada klasifikasi khusus utk jenis air dan tingkat pH nya?

    1. Hi Mas, makasih juga untuk pertanyaannya. Nurut saya, untuk cold brew mungkin sebaiknya pakai pure water yang pH 7 ya. 🙂

  7. haloo, mau tanya dong, kopi yg cocok untuk coldbrew (yg dijual di otten) itu apa ya? kalo flores manggarai sama java andung sari cocok gak ya? atau mungkin ada rekomendasi lain?

  8. Siang mba Yulin…sy baru mau coba bikin cold brew nih pake Clever Dripper, kopinya kintamani medium roast, boleh minta ilmunya berapa perbandingan antara kopi dan air?dan grindingnya kasar apa medium?

    Thx banyak yaak…sukses selalu..

  9. Tadi pagi iseng nyoba bikin cold brew dengan meniru metode di Yutup
    Hasilnya lumayan, walau sepertinya takaran kopi saya kebanyakan dan pakai Robusta lampung
    dicampir susu plain jadi lebih sedap

    sepertinya mau ambil alat ini deh
    😀

  10. Hallo mba Yulin..saya dari sulawesi tengah kota palu..sya mau tanya mba, metode ini hanya bisa untuk 1 tipe kopi saja?? Ngga bisa di mix antara arabica dan robusta??

    1. Bisa, Mas. Cold brew itu tergantung selera kok, gak ada pakem baku. 🙂
      Kalo Mas mau sedikit intens bisa ditambahin Robusta, tapi tetap diperhatiin juga ya rasionya. Terima kasih.

    1. Biasanya sih langsung ready-to-drink, Mas. Bukan konsentrat—walopun cold brew ini tergantung preferensi rasio masing-masing. Tidak perlu ditambahin air lagi. 🙂

  11. halo otten.. tengah malem gini gua kepo😂
    kalau kopi sidikalang medan itu cocok gasi untuk cold press ? lalu kalau gua pakai ratio 80 gram kopi terhadap kapasitas 1 liter air selama 12 jam cocok ga ?

  12. mau tanya, bagaimana sih cara buat cold brew yang enak dan cara efisien untuk buat dalam jumlah yang banyak? lalu jenis beans yang digunakan apa ya sebaiknya?

    1. Di website Otten, ada alat namanya Toddy – Cold Brew System yang bisa dipakai untuk membuat cold brew dalam skala banyak, Mas. Bisa sampe sekitar 35 liter ++. Sebaiknya pakai beans yang sweetness-nya cukup tinggi karena akan direndam selama berjam-jam. 🙂

  13. Halo mbak Yulin, saya mau tanya rasio untuk membuat cold brew berapa ya? Dan berapa lama sebaiknya ekatraksi dilakukan untuk menonjolkan sweetness atau fruity kopi? Terima kasih 😊

    1. Rasio untuk membuat cold brew menurut saya tergantung beans/biji kopi yang digunakan, Mas. Tapi standar idealnya menurut saya setidaknya boleh dicoba 1:10. Waktu ekstraksinya sebaiknya di atas 8 jam. Terima kasih juga. 🙂

  14. Selamat sore mbak,,
    Saya mau tanyak kira” berapa lama cold brew bisa di simpan dalam botol kemasan?
    Dan kira” apa kiatnya kl kita akan menjual cold brew agar cita rasa tetap terjaga,

    Terimakasih

  15. salam mba yulin
    saya newbie di perkopian, tertarik mau bikin kopi “manis”/ kopi kekinian dengan cold brew based, karakter kopi yang sy inginkan adalah full body,low acid, kira2 biji kopi apa ya yang pas dan berapa lama waktu perendamanannya ( saya pakai french press)
    terima kasih sebelumny

Leave a Reply to khairil Cancel reply

Your email address will not be published.