CIPTAKAN PELANGGAN YANG LOYAL UNTUK COFFEE SHOP KAMU

Percayakah sebuah teori, bahwa tiap penikmat kopi akan menemukan tempat ternyaman bagi mereka, untuk menikmati secangkir kopi favorit dengan penuh bahagia. Mungkin penikmat kopi yang menemukan, tapi pemilik kedai kopi yang mempersilahkan.

PARA pemilik kedai kopi tentu banyak yang bekerja keras untuk menemukan bagaimana cara mengambil perhatian penikmat kopi untuk menjadi pelanggan setia mereka, bahkan sebuah tantangan tersendiri untuk mengubah pengunjung yang tersesat menjadi penikmat kopi setia di kedai kopi kita. Menyediakan kopi yang berkualitas dengan karakter rasa yang eksotis, secara automatis akan mendatangkan pengunjung ke kedai kopi kita. Tapi, bagaimana jika semua kedai kopi menawarkan sajian kopi yang berkualitas dengan karakter rasa yang menarik, alhasil calon pelanggan akan kebingungan untuk menemukan tempat ngopi favorit mereka. Lebih baik menjadi beda sedikit, daripada sama secara general.

Lalu, apa yang kita butuhkan untuk menciptakan pelanggan yang setia berkunjung di kedai kopi kita, bahkan tidak hanya berkunjung untuk ngopi tapi bisa dijadikan aset untuk pemasaran. Pelanggan yang setia biasanya secara tak sadar akan merekomendasikan tempat ngopi mereka kepada teman, kerabat bahkan relasi, dan ini merupakan hal yang menguntungkan untuk pertumbuhan kedai kopi kita tentunya.

credit: istock

Sedikit tips, mungkin bisa menjadi referensi untuk menciptakan pelanggan yang setia untuk kedai kopi kamu. Paling umum, secara garis besar tips ini terkait dengan pelayanan dan juga wadah apresiasi pengunjung.

Mendengarkan Pesanan
Siapa yang mengira kalau sesederhana pramusaji mengambil pesanan pengunjung ternyata membekas di ingatan mereka. Banyak pramusaji atau waitress, atau pun barista yang mengambil pesanan pengunjung akan mengulang/membaca kembali pesanan yang dicatat mereka dan bahkan mirisnya setelah pesanan masuk waiting list barulah diketahui sajian yang dipesan sedang habis persediaannya. Tapi, nilai tambah jika apa yang dipesan didengarkan dengan baik dan sebelum memesan sudah mengetahui apa saja yang sedang habis untuk dijual.

Komunikasi Penyajian
Mungkin akan terkesan biasa saja ketika pramusaji yang mengantarkan pesanan atau barista yang menyuguhkan sajian kopi hanya menyebutkan nama sajian. Tapi coba bayangkan seni mengkomunikasikan sajian kepada pengunjung, tidak hanya menyebutkan “americano” tapi dengan sedikit majas yang membuatnya terkesan sangat istimewa khusus untuk pengunjung.

credit: accupos.com

Mengingatkan Bukan Menawarkan
Ternyata banyak yang keliru, jika kedai kopi yang berdiri dengan konsep cafe coffee, penawaran pesan makan untuk sebagian pengunjung terkesan tidak menyenangkan. Umumnya mereka para pramusaji atau waitress akan menawarkan, “makanannya tidak sekalian pak?” tapi coba mengganti komunikasinya dengan “jika bapak ingin pesan makanan, saya ada di bar”. Kata mana yang menurut kamu berkesan, walau bermakna sama antara kedua kalimat tersebut namun berbeda pengalaman pengunjung ketika berkunjung ke kedai kopi kamu.

Walau pun demikian, banyak cara untuk menciptakan pelanggan yang setia untuk ngopi di kedai kopi kamu. Untuk melihat bagaimana pelayanan kamu berpengaruh, cobalah untuk mencari cara mengumpulkan feedback dari pengunjung yang datang, apakah dengan menggratiskan biskuit untuk mereka yang memberikan tanggapan layanan atau menyediakan kartu apresiasi yang siap untuk ditulis di tiap meja.

src: customerthink.com img: pexels

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.