THE COFFEE COMPANION: SEJATINYA TEMAN NGOPI DI BOGOR

Hari Kopi Sedunia kemarin memang layak dirayakan dengan kopi enak di kedai kopi yang nyaman. Dan kami memilih The Coffee Companion sebagai teman ngopi asyik di akhir pekan menyenangkan.

KEDATANGAN kami ke Bogor bukanlah suatu hal yang tidak disengaja. Bogor menjadi kota yang membuat kami berdebar karena di sabtu kemarin kami mendapat sebuah kehormatan diundang ke Istana Bogor oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo. Undangannya ini dalam rangka Hari Kopi Sedunia dan ngopi santai bersama para pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir.

Mumpung undangan berlangsung pada jam 15.00 siang, dan kami telah tiba di Bogor pada pukul 12.00 tengah hari maka tak ada salahnya  untuk mencari kedai kopi di kota hujan ini. Siapa tahu ada coffee shop yang belum pernah saya datangi dan malah menjadi tempat asyik yang layak direkomendasikan.

Karena tidak ada persiapan untuk mencari-cari kedai kopi apa yang harus kami datangi. Maka Instagram adalah ‘kamus’ paling ajaib. Berkat Instagram akhirnya kami menemukan sebuah kedai kopi bernama The Coffee Companion yang lokasinya tak jauh dari tempat kami berada.

Tanpa banyak bicara saya dan rekan langsung menuju The Coffee Companion yang ternyata adalah sebuah kedai kopi spesialti merangkap roastery. Nuansa kedai kopi ini begitu hangat dengan dinding yang dipeluk mesra bata yang terekspos. Siang itu kedai tidak sedang ramai jadi suasana aman dan nyaman terkendali dan menjadikan ritual ngopi siang terasa lebih khusyuk.

Di coffee bar saya melihat mesin espresso tampan Stayer Steam 2 Group yang menjadi jagoan penghasil menu kopi espresso base. Di sebelah Slayer Steam 2 Group ada automatic grinder Anfim berwarna putih. Tanpa ragu saya langsung saja memesan one shot espresso yang menurut saya rasanya cukup unik. Tipikal espresso yang saya sukai karena rasanya tidak pahit saja. Ha-ha-ha.

The Coffee Companion ternyata benar-benar hanya fokus kepada kopi saja. Terbuki dengan tidak adanya menu main course di sini. Untuk makanan hanya tersedia beberapa snack saja. Dan untuk mengganjal perut yang sudah lapar, saya memesan roti panggang yang dimakan rame-rame. Lumayanlah mengobati keroncongan sesaat ini.

Ngopi itu tak cukup hanya satu cangkir, setidaknya itu kamus saya. Jadi setelah meneguk habis espresso, saya memesan filter coffee dari single origin Flores Bajawa yang diseduh dengan Hario V60. Di sini banyak alat seduh manual seperti Aeropress, Kalita, Chemex dan lain-lain. Tapi entah kenapa siang itu saya penginnya diseduh dengan Hario V60.

Single origin Flores Bajawa ini asyik juga. Seperti biasa cherry fruit, sweetness dan balance melebur sempurna dalam tegukan. Pilihan tepat memang! Saya sengaja duduk di dekat coffee bar karena sengaja ingin ngobrol dengan barista dan juga sambil memerhatikan kegiatan di sana.

Jika kamu tidak suka duduk di coffee bar, di The Coffee Companion ini terdiri dari dua ruangan indoor dan outdoor yang cukup nyaman dengan kursi-kursi rotan yang dijamin membuat kamu malas beranjak dari tempat ini. Oh iya, karena juga merangkap sebagai roastery, maka di The Coffee Companion ini juga ada ruang sangrai. Mereka menggunakan mesin roasting Giesen Coffee Roaster yang siap menghasilkan kopi-kopi nikmat untuk memuaskan orang-orang seperti saya.

So far, menemukan The Coffee Companion secara acak di Bogor ini seperti menemukan teman baru yang sudah lama kenal sangkin betahnya saya di sana. Jika mampir ke Bogor, The Coffee Companion wajib kamu datangi agar tahu bagaimana rasanya menemukan tempat ngopi layaknya teman sejati.

The Coffee Companion

Jalan Pandu Raya No.151-153,

Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor,

Jawa Barat 16162

 

 

3,694 total views, 16 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.