COFFEE LEAF RUST, BENARKAH MUSUH UTAMA PETANI KOPI?

Secangkir kopi mungkin terkesan sederhana, hanya perihal seduh. Tapi pada dasarnya sebelum menjadi biji kopi, tanaman kopi seperti anak sendiri dijaga dan dirawat oleh petani kopi.

Hari ini kamu masih menikmati kopi yang nikmat, masih menyeruputnya dengan damai ditemani alunan musik yang akrab seperti biasanya. Harga yang kamu bayar untuk secangkir kopi nikmat hari ini pun masih terbilang wajar. Tidak ada yang berbeda dari hari ke hari sebelumnya, kopi nikmat masih ada, masih menemani kesendirian kamu, masih menemani obrolan kamu, dan masih menemani mereka yang ingin terjaga.

Menikmati lebih mudah daripada menjaga apalagi merawat, eits . . ini perihal kopi loh. Untuk sekian kalinya mungkin banyak artikel yang mengulas tentang heroiknya si petani kopi. Tapi siapa yang tau apa yang dialami petani kopi sebenarnya. Sebagai penikmat kopi di era third wave mungkin sudah seharusnya mengetahui apa yang terjadi di hulu kopi yang erat kaitannya dengan petani kopi. Apa yang petani kopi lakukan untuk memenuhi permintaan akan kopi, apa kendala yang menjadi tantangan mereka dalam menjaga dan merawat tanaman kopi, adakah permasalahan produksi kopi. Kita hanya menikmati sisi terbaik menyeruput kopi, sebelum tersaji di secangkir kopi banyak pelaku penting di industri kopi, terpujilah petani kopi dan pelaku penting lainnya.

Berbeda geologi suatu daerah pastinya berbeda juga kendala yang di hadapi oleh petani kopi. Di Indonesia sendiri, permasalahan yang kerap dihadapi para petani kopi adalah cuaca dan kebijakan pemerintah, benarkah demikian? Cuaca ekstrim erat kaitannya dengan naik turun hasil produksi dan kebijakan pemerintah biasanya berhubungan dengan kesejahteraan petani kopi. Apakah dua ini merupakan musuh petani kopi? Hanya petani kopi yang bisa menjawabnya, tapi di luar dari pada keduanya; Coffee Leaf Rust juga merupakan ancaman bagi petani kopi.

Berita tentang petani kopi di Indonesia mungkin jarang terdengar permasalahan akan coffee leaf rust. Namun permasalahan ini cukup mengambil perhatian internasional, sampai di beberapa negara membentuk tim khusus untuk menangani isu coffee leaf rust. Misalkan di Spanyol, Roya Recovery Project merupakan tim investigasi yang dibentuk untuk meneliti penyakit tanaman coffee leaf rust.

COFFEE LEAF RUST
credit: unionmicrofinanza.org

HEMILEIA VASTARIX

Coffee Leaf Rust disebabkan oleh jamur yang menyerang daun kopi, jamur ini bernama Hemileia vastarix berpotensi menyebabkan penurunan produksi kopi bahkan dapat membunuh tanaman kopi. Bagaimana bisa? Jamur yang menyerang daun kopi itu akan menghambat proses photosynthesis tanaman kopi, sehingga nutrisi tidak terproduksi secara maksimal yang nantinya akan menjadi buah kopi.

Permasalahan coffee leaf rust pertama kali diketahui pada sekitar tahun 1860 di Sri Lanka, dan pada tahun 1970 masalah coffee leaf rust menghancurkan tanaman di Brazil. Penemuan semprotan fungisida untuk menekan potensi terserang penyakit pun hanya bersifat mencegah. Solusi dari permasalahan ini hanyalah jangka pendek, dan pastinya membutuhkan biaya yang berlebih, serta bisa saja untuk perkebunan yang sudah tersertifikasi organik akan terlepas sertifikasinya. Jadi, bisa dibilang Coffee Leaf Rust adalah salah satu musuh tanaman kopi.

Tips Sederhana Merawat Tanaman Kopi

Temperatur dan kelembapan daun merupakan faktor penyebab infeksi jamur tanaman pada tanaman kopi. Untuk mencegah terinveksi jamur pada daun tanaman kopi seharusnya sudah mengenal temperatur ternyaman untuk si tanaman kopi.

18-24° C. Tanaman kopi pada umumnya akan tumbuh optimal pada suhu 65-75° Fahrenheit atau setara dengan 18-24° Celsius. Tanaman kopi juga bisa bertahan pada rentang suhu 45-85° Fahrenheit, namun untuk menjaga kualitas pertumbuhan tanaman kopi lebih baik pada titik suhu yang optimal untuk tanaman kopi tumbuh.

Cukup Cahaya Matahari. Untuk semua tanaman cahaya matahari adalah yang terpenting untuk memproduksi nutrisi untuk tanaman melalui fotosintesis. Pada tanaman kopi arabika, terkena langsung cahaya matahari pagi atau siang tidak akan menjadi masalah jika suhu sekitar lahan masih dalam kondisi optimal.

Cukup Suplai Air. Penyerapan air membantu produksi nutrisi, air yang terlalu banyak juga tidak membantu nutrisi terserap optimal. Ada baiknya suplai air cukup untuk membasahi tanah tanaman kopi, bukan menggenanginya.

Pupuk Tanaman. Tanpa pupuk pun sebenarnya tanaman kopi akan tumbuh, namun jika ingin menggunakan pupuk untuk hasil produksi yang maksimal. Gunakanlah pupuk yang tidak mengakibatkan efek samping pada tanaman, dan berikan secara seimbang tidak berlebihan.

src: britannica.com royarecoveryproject.org plantcaretoday.com img: 1912pike

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.