COFFEE TRIP : MENGUNJUNGI KOPI DI TORAJA

Sebagai salah satu negara dengan produksi kopi terbesar, bicara soal kopi di Indonesia tentu akan selalu menyenangkan karena tidak akan pernah ada habisnya.

KALI ini saya berkesempatan untuk menjelajahi garis distribusi kopi dari mulai hulu hingga hilir di negeri diatas awan, Toraja. Kabupaten Toraja terletak di sisi utara Provinsi Sulawesi Selatan, yang juga berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Barat. Terbagi menjadi dua yaitu Kabupaten Tona Toraja dengan Makale sebagai ibukota kabupatennya dan Kabupaten Toraja Utara dengan Rantepao sebagai ibukota kabupatennya.

Destinasi pertama yang saya tuju adalah kebun milik Sulotco Jaya Abadi. Salah satu kebun terbesar yang dikelola oleh PT. Sulotco Jaya Abadi ini memiliki luas sebesar 1200 meter persegi. Dengan 1000 meter persegi sebagai lahan tanam perusahaan dan 200 meter persegi dibagikan kepada masyarakat sebagai syarat penggunaan hak guna usaha yang diatur dalam undang-undang agaria oleh Kementrian Pertanian.

Dengan kebun seluas angka diatas, Kebun Sulotco yang terletak di Toraja Awan, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja ini sanggup memenuhi kuota ekspor maupun pasar dalam negeri yang tiap tahun terus meningkat.

Kebun ini menggunakan beberapa pilihan proses fermentasi kopi mulai dari fully washed, semi washed, honey, hingga yang cukup sulit untuk daerah dengan curah hujan yang tinggi seperti Toraja yakni natural. Tentunya harga dari masing-masing proses tersebut berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Namun bicara kualitas, kebun ini tidak main-main dalam memilah biji kopi terbaiknya. Sortasi dilakukan hingga tiga kali tahapan. Tahap pertama dengan otomatisasi yang dilakukan oleh komputer, kemudian biji kopi terpilih akan dibawa ke ruangan khusus untuk kembali dipilah. Terakhir sebelum masuk ke dalam karung kopi beras, kopi kembali disortasi agar terpilih biji kopi dengan kualitas terbaik.

Takjub dengan usaha keras para petani, saya beralih ke Utara Kabupaten Toraja Utara, Rantepao. Saya direkomendasikan para prosesor di sini untuk mengunjungi Kaana Toraya Coffee yang merupakan salah satu roastery tertua di Toraja. Berdiri sejak tahun 1997, Kaana Toraya Roastery tetap eksis hingga hari ini bersanding dengan banyak roastery lokal yang mulai tumbuh di beberapa titik di Kabupaten Toraja.

Hal yang paling unik dari Kaana Toraya Coffee saat kamu datang adalah mesin roasting yang mereka gunakan sangatlah unik. Pemiliknya memodofikasi mesin roasting dengan tumpukan batu bata sehingga terlihat lebih otentik dan menjadi ciri khas yang begitu melekat dari Kaana Toraya Coffee. Selain itu mereka melakukan hal yang cukup unik pada ruang roasting mereka. Mereka memanfaatkan rotasi drum mesing roasting kopi untuk memutar kincir air yang berada di atas kolam ikan tepat dibelakang mesin tersebut. Menarik!.

Beberapa biji kopi yang dijual dan cukup populer dibeli oleh para penikmat kopi maupun turis adalah kopi yang bersumber dari Sapan, Kabupaten Toraja Utara. Harganya pun cukup terjangkau yaitu sekitar Rp. 55.000 per 200 gram nya. Jika kamu berada di Rantepao, kamu bisa berkunjung ke Kaana Toraya Coffee yang berlokasi di Jl. Pongtiku No.8, Karassik, Rantepao.

Setelah cukup belajar dari kebun dan juga roastery-nya, saya berkeliling untuk mencari kedai kopi kesukaan masyarakat disini. Tujuan pertama yang membuat saya jatuh hati adalah Toraja Red Beans. Yang paling unik dari kedai kopi ini adalah lokasinya berada tepat di tengah pemakaman Kete Kesu. Bisa dibayangkan betapa magisnya menikmati kopi sambil berwisata sejarah tepat di jantung Kete Kesu. Namun jangan khawatir, nikmatnya kopi Toraja Red Beans membuatmu lebih bisa menikmati suasana tersebut. Belum lagi tempat tersebut cukup ramai oleh pengunjung jadi bersantailah.

Toraja Red Beans juga diketahui sebagai salah satu distributor kopi beras terbesar dari kabupaten ini. Beberapa kali juga kopi miliknya menjadi juara di kontes kopi spesial yang diadakan oleh AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia).

Jika kamu mencari kedai kopi yang cukup modern, kamu bisa berkunjung ke jantung Kota Rantepao tepatnya di Letter El Cafe yang berlokasi Jl. Emmy Saelan, Malango’, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Kedai kopi ini menjual banyak pilihan minuman baik yang berbahan dasar kopi maupun bukan. Selain itu mereka juga menggunakan resep kopi mereka sebagai minuman ‘signature’ untuk dicoba oleh para penikmat kopi yang datang ke kedai kopi mereka.

Tempat ini juga sangat nyaman untukmu menghabiskan waktu karena terdapat satu rak besar lemari berisi buku bacaan. Sambil menikmati waktumu ditemani secangkir kopi yang nikmat, dan juga sambil menambah wawasan. Sempurna!

Tulisan ini ditulis oleh Jun, kontributor Otten Coffee dan diedit oleh redaksi.

 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.