COFFEE TRIP: PEMBIBITAN KOPI ALA IBU-IBU PETANI KOPI DESA RIA-RIA

Semakin cinta dengan sajian kopi, akan semakin menuntun kita untuk menelusuri seperti apa tanaman kopi tumbuh dan menghasilkan secangkir kopi yang nikmat. Beruntungnya saya mendapat kesempatan langsung diajarkan bagaimana pembibitan kopi oleh ibu-ibu petani kopi desa Ria-Ria, kecamatan Pollung, kabupaten Humbang Hasundutan.

SETELAH kemarin melihat langsung aktifitas petani kopi di pasar Doloksanggul, di hari sabtu tim Otten berangkat menuju desa Ria-Ria untuk melihat langsung bagaimana aktifitas petani kopi di kebun mereka. Di desa Ria-Ria kami disambut dengan penuh bahagia, berkumpul di salah satu rumah warga desa diawali saling bertukar cerita, yang selanjutnya kami semua pergi bersama ke kebun untuk langsung diajarkan bagaimana ibu-ibu petani kopi melakukan pembibitan tanaman kopi di desa ini. Beberapa dari kami, ikut pergi naik mobil pick up bersama ibu-ibu petani, hanya saja karena kemarin turun hujan membuat jalanan menuju kebun agak berkubang. Walau pun menghambat perjalanan, karena mobil pick up yang kami tumpangi masuk kubangan dan kesulitan untuk berjalan, tidak menyurutkan antusias kami untuk menanam bibit kopi.

ibu ibu petani kopi desa Ria Ria

Salut dengan kisah ibu-ibu di sini, ada ibu yang membawa anaknya yang masih kecil ke kebun, saya takjub bagaimana beliau mengasuh tanaman kopi bersamaan dengan mengasuh anaknya yang masih kecil ke kebun kopi. Bahkan ada juga ibu-ibu tangguh yang bercerita, sebelum transportasi seramai sekarang ini, beliau berjalan kaki menuju kebun kopi miliknya, dan ketika masa panen beliau pun menjualnya ke kota yang jauh dari desa dengan berjalan kaki berjam-jam. Sungguh, begitu besar perjuangan ibu-ibu petani kopi di sini merawat tanaman kopi, memanennya hingga sampai ke secangkir kopi yang tiap hari kita teguk nikmat. Dan semuanya bermula dari bibit kopi yang mereka tanam, sangat senang hati ibu-ibu petani di desa Ria-Ria mengajarkan kami cara pembibitan tanaman kopi.

menanam bibit kopi

Pertama, mempersiapkan lubang dengan jarak antara lubang yang satu dengan yang lain sama sekitar 2 meter. Setelah lubang dipersiapkan, dicangkul tidak perlu terlalu dalam cukuplah untuk menimbun akar bibit tanaman kopi yang ada di polibag. Tanah yang sudah dicangkul, digemburkan dengan tanah dicampur dengan kompos untuk menstimulasi tanah agar lebih subur lagi, buka plastik polibag dan letakkan bibit tanaman kopi kemudian ditimbun dengan tanah secara padat.

semak pakis untuk melindungi bibit kopi

Ibu-ibu petani juga menambahi, usahakan jangan terkena matahari langsung, sebabnya setelah bibit tanaman kopi ditanam perlu ditancapkan semak pakis untuk melindungi tanaman kopi dari matahari langsung. Sekitar 2-3 tahun bibit tanaman kopi ini tumbuh satu meter lebih dan menghasilkan buah kopi untuk pertama kalinya, sebulan sekali diberikan kompos dan membersihkan kebun kopi menjaga bibit tanaman kopi dari hama tanaman lain. Namun setelah tumbuh besar, kompos hanya diberikan seperlunya, 3 bulan sekali atau pun 4 bulan sekali.

Terimakasih para ibu-ibu petani kopi di desa Ria-Ria telah mengajarkan tim Otten banyak hal, semoga semakin banyak orang yang menikmati kopi dengan sebenar-benarnya menikmati, dan sehat selalu para petani kopi Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.