COFFEE TRIP: TENTANG HAMA PENGGEREK KOPI

Dengan sangat senang hati kita meneguk secangkir kopi, tanpa tau seperti apa tantangan yang dilalui para petani kopi.

SEDIKIT mengambil makna dari serangkaian perjalanan ke kebun kopi di wilayah Sumatera Utara, saya dan teman yang lainnya berkesempatan mengunjungi banyak tempat kebun kopi di sini. Salah satunya kebun kopi yang terletak di perbatasan tanah Karo di ujung kabupaten Simalungun, sangat berkesan dan bikin miris. Jauh jarak perjalanan kami dari tanah Karo menuju kebun kopi milik pak Imanuel Sembiring. Bukan hanya dari tanah Karo, bahkan dari kabupaten Simalungun pun juga memerlukan jarak tempuh yang cukup lama. Walau pun akses pak Imanuel sangat jauh, tapi tidak serta merta mengurungkan niat pak Imanuel untuk bertanam kopi.

Sudah lama pak Imanuel mendedikasikan dirinya untuk bertanam kopi, dengan akses penyuluhan budidaya kopi dari pemerintah kabupaten yang minim, beliau belajar sendiri merawat tanaman kopi. Hanya saja, untuk menghasilkan panen kopi yang berkualitas tidak mudah, walau usaha sudah dilakukan tapi tetap saja panen raya kurang memuaskan. Kami berbincang banyak tentang masalah yang kerap dihadapi oleh pak Imanuel, mungkin juga sering dialami oleh para petani kopi tradisional lainnya. Paling merugikan adalah hama penggerek batang kopi, hasil panen bisa berkurang drastis jika sudah terkena hama ini.

Umumnya batang kopi yang sudah terkena hama penggerek batang, daun tanaman kopi akan layu dan perlahan nutrisi dari akar akan terhambat. Akhirnya, tanaman kopi menjadi kering dan mati. Paling membingungkan, hama ini sering sekali menyerang batang kopi yang sudah berbuah, menggerogoti batang dari dalam, sehingga batang menjadi rapuh dan kering.

Dikutip dari Balittri pertanian.go.id menjelaskan bahwa pengendalian hama jenis ini dengan memberikan racun hama malah kurang efektif. Yang dapat dilakukan hanya sebatas usaha agar tidak terjadi penyebaran dan mengurangi peningkatan populasi. Menanam tanaman pembatas agar tidak terjadi penyebaran, dan merawat musuh alami larva hama ini, seperti semut, dan burung. Pengendalian kimia, bisa dilakukan dengan cara menyuntikkan insektisida yang sesuai langsung ke dalam lubang jalur hama penggerek kopi.

Selama ini penanggulangannya hanya sebatas, memotong batang yang sudah terkena hama. Memastikan tidak ada lagi lubang di batang lainnya, kemudian membersihkan tanah sekitar tanaman kopi yang terkena hama. Tapi langkah ini tidak menanggulangi hama penggerek batang kopi secara maksimal.

Walau pun demikian, apa pun tantangan yang dihadapi para petani kopi, mereka selalu memberikan yang terbaik untuk para penikmat kopi. Semoga petani kopi Indonesia sejahtera, dan menghasilkan panen sesuai yang diharapkan.

sumber:
balittri.litbang.pertanian.go.id

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.