COFFEE SHOTS: APLIKASI JODOH KOPIMU

Jika Tinder adalah aplikasi pencari jodoh, maka Coffee Shots adalah aplikasi yang juga tentang jodoh tapi jodohmu adalah secangkir kopi.

UNTUK kita yang tinggal di kota, menemukan kedai kopi untuk menambah asupan kafein dari si biji hitam ini mungkin bukan perkara yang pelik. Kita tahu kemana harus menuju atau paling tidak kita bisa seduh sendiri di rumah. Tapi, bagaimana jika kita sedang berada di suatu tempat yang asing. Tempat yang katakanlah tidak tahu di mana keberadaan kedai kopinya. Kita akan meraba-raba mencari kemana teguk akan berpulang.

Berdasarkan itulah sebuah aplikasi Coffee Shots diciptakan. Arnoud Aalbersberg co-founder dari Coffee Shots seperti yang disunting dari Sprudge.com mengatakan bahwa aplikasi Coffee Shots terinspirasi budaya minum kopi di Belanda. Pada masa lalu orang-orang sering datang ke rumah tetangganya yang mengajak mampir minum kopi.

Credit : sprudge.com

Aplikasi yang diperkenalkan pada Amsterdam Coffee Festival Maret lalu ini semacam Tinder untuk para penikmat kopi. Dengan menyalakan aplikasimu kamu bisa menemukan di mana kopi berada. Tak hanya kedai kopi, kamu mungkin bisa menemukan kopi di kantor, di tempat-tempat lain bahkan di rumah seseorang. Asalkan orang dan komunitas tersebut mendaftarkan dirinya juga pada aplikasi ini dan bersedia berbagi kopi denganmu maka kamu bisa menikmati kopinya.

Perihal berbayar atau tidak berbayar semua tergantung kesepakatan dari si penyedia kopi tersebut. Karena tujuan dari aplikasi Coffee Shots ini adalah kamu bisa menemukan secangkir kopi enak di mana pun kamu berada dan diseduh dari berbagai latar belakang. Jika selama ini kita hanya menikmati kopi di rumah atau di kedai kopi saja, maka aplikasi Coffee Shots memberi peluang para penikmat kopi menemukan jodoh secangkir kopi dengan latar belakang yang berbeda-beda. Sebuah pengalaman ngopi yang tak terlupakan bisa serta-merta tercipta di sini.

Meski aplikasi Coffee Shots yang bisa kamu unduh di Play Store dan Google Play sedang terus dan terus dikembangkan menjadi lebih baik, para timnya mengusung suatu yang tak kalah cerdas. 10% dari harga kopi akan didonasikan kepada komunitas petani kopi yang mereka pilih. Well, tak ada yang lebih baik dari menikmati pengalaman ngopi yang unik sambil berbagi, bukan?

Artikel disunting dari Sprudge dan Huffington Post.

Foto utama dari negativespace.co

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.