COLD PRESS ESPRESSO AKANKAH MENJADI TREN BARU?

Sajian kopi cold press espresso seperti menambah senarai perbendaharaan dunia kopi. Semua hal tentang kopi terlalu rumit untuk dimengerti cukuplah dinikmati, tidak perlu perdebatan jika sedikit ada yang berbeda padanya, kopi selalu berhasil membuat kita terlalu antusias. Seperti tidak ada habisnya kopi selalu memberikan sisi magis bagi penikmatnya, dan kali ini, sajian seperti apa cold press espresso sebenarnya?

TIDAK tahu secara pasti siapa sosok yang pertama kali menemukan metode penyajian kopi satu ini, walaupun demikian salah satu coffeeshop ternama yang hampir di setiap negara ada inilah yang mempopulerkannya, cold press espresso. Katanya sih, cold press espresso tercipta dari melihat banyaknya penikmat kopi yang sangat antusias dengan sajian minuman dingin terlebas apakah itu sajian manual brew yang disaji dingin, atau kopi yang berbasis susu dan tersaji dingin. Sejak tahun 2013 ternyata ada penelitian yang mengemukakan perkembangan penikmat kopi di seluruh dunia mencapai 3%, dan kini data itu terus meningkat mencapai kurang lebih 50% diproyeksikan di tahun 2021 yang menyukai sajian kopi dingin.

credit: extracrispy.com

Apa pun kecintaan seseorang terhadap kopi, apakah itu tersaji dingin, ataupun dengan keistimewaan manual brew, seorang barista harus dapat mewujudkannya. Namun perbedaan adalah, penyajian kopi dingin seperti cold brew memerlukan waktu yang lama dibandingkan manual brew seperti metode pour over, aeropress, atau metode lainnya. Lebih jelasnya lagi, untuk menyajikan cold brew misalkan, dengan menggunakan Bruer Slow Drip Cold Brew memerlukan waktu penyeduhan sekitar kurang lebih 8 jam untuk hasil yang maksimal. Setelah bubuk kopi yang direndam dan kemudian perlahan menetes memenuhi wadah Bruer Slow Drip Cold Brew yang mampu menampung 810 gram, maka selanjutnya didinginkan, maka jadilah cold brew. Beberapa coffeeshop mungkin sudah mempersiapkan sajian cold brew sehari sebelum, namun untuk kedai kopi lokal yang terkadang intensitas pelanggan sulit ditebak, mungkin tidak selalu menyediakan cold brew.

Nah, mungkin untuk negara seperti Indonesia minuman cold brew masih terbilang awam untuk sebagian penikmat kopinya, tapi di negara yang minat ngopinya tinggi cold brew menjadi alternatif ngopi yang menyenangkan. Namun, permasalahannya jika mereka yang ingin ngopi cold brew ternyata membuatnya terlalu lama, dan tidak semua kedai kopi yang bisa melayani keinginan mereka akan cold brew. Dari sinilah, cold press espresso hadir untuk memenuhi kebutuhan ngopi nikmat dengan seduhan dingin yang membahagiakan.

credit: elitedaily.com

Aqua Tamp Technology mengembangkan mesin yang mampu membuat Cold Press Espresso, tapi hak cipta metode dari mesin ini sendiri masih ditunda mungkin sampai tidak ada yang mengklaimnya. Secara teknis mesin pembuat Cold Press Espresso ini menggunakan bubuk kopi yang digiling kasar dan kemudian dimasukan ke dalam wadah yang selanjutnya direndam oleh air dengan suhu biasa, tidak panasa dan tidak dingin. Kemudian, bubuk kopi yang sudah terendam dengan air ini akan disaring, uniknya penyaringan ini tidak melibatkan gravitasai dengan kata lain tidak ke bawah. Penyaringannya didorong ke atas, bubuk kopi dipress ke atas di mana bagian atas tersebut sudah ditutup dengan filter khusus sehingga nanti akan terpisah antara bubuk kopi dan air kopinya. Penyeduhan menggunakan mesin Cold Press Espresso ini hanya memakan waktu 45 menit berbeda dengan penyajian cold brew secara tradisional yang memerlukan waktu 8 jam.

Menurut mereka profil rasa dari cold press espresso serupa dengan profil rasa cold brew, dan juga penyajiannya pun tidak jauh beda dengan penyajian cold brew dengan opsional penambahan profil rasa menggunakan sirup. Cold Press Espresso hadir untuk mereka yang ingin minum cold brew dengan penyajian yang singkat.

src: dailycoffeenews.com img: refinary29.com

2,074 total views, 10 views today

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.