CQI Q PROCESSING LEVEL 2: MEMPROSES KOPI DENGAN LEBIH PROFESSIONAL

Program pelatihan sekaligus uji kompetensi untuk pengolahan kopi secara professional yang pertama kali diadakan di Indonesia dan konon dianggap course tersulit dari semua program CQI.

COFFEE Quality Institute (CQI) sebagai institusi resmi yang berada di bawah naungan Specialty Coffee Association (SCA) dan mempunyai otoritas untuk memberikan pelatihan sekaligus pengujian ilmiah terhadap kopi pada dasarnya memiliki 3 program penting—yang diberi label ‘Q’—yaitu Q Arabica Grader, Q Robusta Grader, dan yang belum banyak diketahui publik, Q Processing. Jika dua Q sebelumnya telah begitu familiar, maka yang terakhir masih terdengar asing. Sebagian barangkali bahkan tidak pernah tau jika program ini ada.

Q Processing merupakan program yang bisa dikatakan adalah fondasi namun juga paling advanced dari dua program Q Arabika dan Q Robusta. Pada kategori ini, para pesertanya bukan hanya dituntut untuk memiliki kecakapan dalam menganalisa atau menguraikan rasa dan varietas kopi saja, tapi juga memelajari anatomi kopi secara lebih detail, menguasai karakteristiknya, juga mengetahui seluk beluk ilmiahnya agar mereka dapat menentukan seperti apa profile rasa kopi yang akan terbentuk nanti dimulai dari proses pemetikan ceri. Sejumlah fase yang berada di sepanjang rangkaian proses pengolahan kopi dalam pelatihan Q Processing ini cenderung saintifik dan kerap memusingkan karena melibatkan hal-hal yang berbau sains seperti faktor morfologi tumbuhan, proses kimia alami yang terjadi, dan termasuk perhitungan-perhitungan matematis. Setidaknya itu kesimpulan yang saya lihat selama mengikuti sebentar kegiatan ini untuk kepentingan liputan beberapa waktu lalu.

Karena terlalu kompleksnya, oleh CQI program ini dibagi menjadi dua level. Level 1 umumnya memelajari teori-teori dasar dan pengenalan tentang pengolahan kopi (processing). Sementara level 2 merupakan bagian yang paling lanjutan, dan ditujukan bagi mereka yang dianggap telah “professional dan lebih ahli”.

Cupping, termasuk salah satu materi pelatihan dalam program ini.

Program CQI Q Processing untuk pertama kalinya di Indonesia diadakan belum lama ini tepatnya pada akhir Februari 2019 dan berlokasi di perkebunan Lisa and Leo Organic Coffee Farm yang berada di Simalungun, Sumatera Utara. Menariknya, CQI Q Processing Indonesia pertama ini bahkan langsung digelar untuk tahap professional, Level 2, dimana sebagian besar pesertanya merupakan para roaster, pemilik kedai kopi, Q Grader, maupun para manager/supervisor kafe yang berhak mengambil keputusan atas kopi-kopi yang akan mereka gunakan di kedainya.

Program ini dilakukan selama 6 hari penuh dan diikuti oleh 12 “murid” dari 7 negara—yang sama sekali belum pernah mengikuti kegiatan serupa—dan termasuk 1 peserta retake, Michael Wright dari Oil Slick Coffee, yang mengambil ujian ulang “mata pelajaran” Drying. Kompetensi course diuji melalui 15 tes yang mencakup keterampilan teori, praktik, dan teori terapan. Semua peserta harus melewati dan lulus di seluruh tes ini untuk dapat menerima Sertifikat Q Processing Professional.

Sementara rangkaian pelatihan yang dilakukan selama kegiatan meliputi pemaparan teori, uji citarasa kopi (cupping), dan terutama penekanan materi-materi penting dalam proses pengolahan kopi (processing). Pada bagian materi processing, para peserta wajib turun langsung melakukan sendiri praktik pengolahan kopi mulai dari proses natural, honey, hingga washed. (Processing kopi yang mereka lakukan ini termasuk penilaian penting). Dan ini juga sebabnya mengapa salah satu syarat mutlak yang diberikan oleh Coffee Quality Institute bagi setiap host yang ingin membawa program ini ke negara atau daerah mereka harus memiliki atau mampu menyediakan kebun kopi (bersama fasilitas lengkapnya) sebagai tempat penyelenggaraan course. Selain itu, program ini pun harus bersamaan dengan saat pemanenan kopi karena pesertanya tentu saja membutuhkan ceri-ceri kopi untuk diproses.

Tim Heinze, instruktur dari CQI memberi penjelasan detail tentang processing pada semua peserta.

CQI Q Processing pertama di Indonesia kemarin digagas oleh Johan Kwe dari Three Beans Coffee Roasters yang merupakan seorang Q Grader dan satu dari dua CQI Q Processing Professional Indonesia pertama. Ia menghadirkan program ini ke Indonesia demi sebuah cita-cita mulia, “agar para processor kopi, termasuk para petani, di Indonesia bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar memproses kopi dengan benar dan selalu konsisten tanpa harus jauh-jauh keluar negeri.” (Sayangnya justru belum banyak petani dan processor kopi Indonesia yang mengikuti kegiatan ini pada waktu lalu. Barangkali terbentur masalah biaya meskipun ko Johan telah menekankan bahwa ada semacam subsidi khusus dari pemerintah daerah yang diberikan kepada petani/processor Indonesia).

Memelajari tentang teori di dalam kelas juga penting.
Praktik processing secara langsung dimana hasil processing mereka akan diujikan pada akhir program.

Melihat bahwa tujuan utama program ini adalah untuk menguasai metode-metode utama pada processing kopi setelah panen (natural, honey, dan washed) dimana para pesertanya harus dapat mengaplikasikan sistem khusus untuk menjaga konsistensi kualitas kopi yang diproses, maka tentu saja program ini sangat penting (dan dibutuhkan) untuk membantu memperbaiki kualitas kopi Indonesia yang—jujur saja—kerap kali masih tak konsisten. Pada akhirnya ini akan berguna pula untuk memberikan nilai saing kopi Indonesia diantara kopi-kopi dari negara penghasil kopi lainnya yang belakangan semakin berbenah memperbaiki kualitas mereka.

 

Sampai bertemu di event kopi berikutnya!

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menggemari komik, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.