DARI MANA ASAL BUIH KOPI KETIKA DISEDUH

Jangan heran ketika seduh kopi sendiri di rumah, ada buih gelembung kecil saat air seduhan bertemu dengan bubuk kopi, ini adalah proses yang lazim, namun apa sebabnya buih tersebut muncul.

AWALNYA hal ini tidak terlalu mengusik saya untuk mencari tau mengapa ada buih kecil ketika air seduhan bertemu dengan bubuk kopi, tapi sebuah pertanyaan yang jenaka dan kesimpulan yang tidak disangka dari seorang teman. “Kok di kopi ada buihnya ya, apa dicampur telur ketika disangrai?” Pertanyaan inilah yang mendasari saya untuk mencoba mencari tau penjelasan ilmiah dari buih kopi yang sering sekali selalu ada ketika bubuk kopi diseduh. Bahkan buih tersebut memberikan pengalaman yang berbeda untuk tiap penikmat kopi, aroma yang lepas bersamaan buih yang keluar dari sela bubuk kopi menambah daya tarik dari sajian kopi ini. Jadi, tidak heran jika ada yang bertanya dari mana buih kopi ini berasal dan mengapa ada buih ketika kopi diseduh.

Mungkin saja, seorang teman yang bertanya demikian, karena biasanya ketika dia membuat sajian kopi dari kopi bubuk yang dibeli dalam bentuk bubuk atau membuat kopi dari kopi instan tidak ditemukannya ada buih yang menarik perhatiannya. Dan, ketika pertama kali menyeduh kopi speciality dengan bubuk kopi yang baru saja digiling, ternyata sangat berbeda dengan sajian kopi yang biasa diminumnya. Ada aroma yang sangat nyaman dan buih yang bermunculan (dikenal dengan istilah blooming) ketika bubuk kopi diseduh, mari kita cari tau alasannya.

credit: shutterstock

Berawal Dari Proses Roasting
Ketika biji kopi memasuki tahapan sangrai/roasting, pada kadar yang tidak terlalu banyak karbon dioksida (CO2) muncul disebabkan dari pemanasan proses pemanggangan, gas tersebut terjebak di dalam biji kopi. Dan sebenarnya setelah proses pemanggangan biji kopi selesai, gas CO2 sedikit demi sedikit mengalami pelepasan secara alami yang lebih dikenal dengan istilah “degassing“. Sebabnya, buih dari bubuk kopi saat diseduh bisa dijadikan indikator bahwa biji kopi yang digunakan masih dalam kondisi fresh atau tidak. Ketika bubuk kopi bertemu dengan air panas, maka gas CO2 ini keluar lebih cepat dari reaksi air panas tersebut dan membentuk buih-buih kecil dari bubuk kopi yang basah.

Proses pelepasan blooming ini, bukan berarti hanya gas CO2 saja yang lepas ketika bubuk kopi basah bertemu dengan air panas, namun senyawa rasa yang awalnya terjebak pada biji kopi ikut terlepas dan menghasilkan sajian kopi yang nikmat. Jika CO2 terlepas ke udara, maka senyawa rasa ini terlepas dan terikut air seduhan mengalir jika menggunakan V60, atau ikut terendam jika menggunakan metode french press. Salah satu senyawa rasa nikmat yang terlepas ketika proses blooming seperti asam malic dan asam citric, dengan kadar berbeda menurut origin kopi dan cara sangrainya.

Buih Tidak Muncul Ketika Diseduh
Jika ketika proses menyeduh kopi, tidak muncul buih pada bubuk kopi yang terkena air panas, ini menandakan secara umum bahwa biji kopi yang digunakan sudah tidak fresh lagi. Tapi tidak selalu kesegaran biji kopi menjadi indikator seberapa banyak buih yang muncul saat bubuk kopi terkena air panas seduhan. Biasanya hal ini terjadi karena gas CO2 telah habis pada saat proses degassing dari biji kopi itu sendiri, banyak variabel yang mempengaruhi biji kopi ketika proses blooming. Seperti level roasting, kelembapan, temperatur penyimpanan biji kopi, seberapa keras biji kopi dan origin dari biji kopi.

Sebabnya sangat dianjurkan untuk menyimpan kopi dalam bentuk biji karena jika menyimpannya dalam bentuk bubuk, memudahkan proses pelepasan senyawa rasa ke udara. Lebih baik lagi menyimpannya dalam wadah kedap udara agar atau pun disimpan di kemasan one way valved, umumnya di era sekarang ini, kemasannya sudah menggunakan kemasan one way valved jadi memudahkan untuk menyimpan biji kopi, ketika ingin menikmatinya barulah digiling untuk menjaga kesegarannya.

src: roastycoffee.com img: foodal.com

 

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.