DEGASSING DAN KATUP UDARA PADA COFFEE BAG, APA KAITANNYA?

Katup udara pada kantung kemasan diciptakan pada awalnya untuk biji kopi yang segar-yang baru saja dipanggang, dan kini tidak hanya untuk komoditi kopi saja, banyak yang menggunakan katup udara untuk beberapa komoditi lainnya.

Kopi di era third wave kini sudah maklum jika prosesnya ditangani terlalu serius untuk menjaga kualitas kopi tersebut. Gangguan sekecil apa pun yang memungkinkan merusak kualitas kopi diminimalisir, dari mulai gangguan saat penanaman, perawatan, pemanggangan, pendistribusian, sampai hal seduhnya pun diperhatikan. Apakah biji kopi lebih nikmat diseduh menggunakan metode dripper atau immersion, karena tiap biji kopi punya keistimewaan tersendiri dari mulai karakter rasa dan juga aroma, untuk menjaga itu semua proses pendistribusian menjadi hal penting. Kantung biji kopi harus berbahan khusus yang dapat menjaga ketahanan dan juga kualitas si biji kopi.

Jika kamu pernah melihat kantung biji kopi memiliki katup udara, dan mungkin kamu bertanya-tanya apa fungsi dari katup udara ini. Sebenarnya katup udara ini memiliki peran penting untuk menjaga kualitas biji kopi selama masa perjalanannya dari roaster menuju kedai kopi atau pun langsung ke penikmat kopi. Katup udara ini kaitannya untuk menjaga biji kopi tetap segar ketika akan diseduh.

credit: softpack

Saat biji kopi dipanggang, maka gas terbentuk di dalam biji kopi yang dipanggang, dan setelah dipanggang pun masih ada gas-karbon dioksida yang tertinggal dalam biji kopi. Sekitar 1 bulan setelah roasting, biji kopi akan melepaskan gas-karbon dioksida dengan cepat hal ini mempengaruhi rasa biji kopi secara negatif. Pelepasan gas-karbon dioksida oleh biji kopi yang fresh inilah yang dinamakan degassing, nah jika proses degassing terjadi ketika biji kopi di kantung maka perlu dilepaskan menggunakan katup udara. Dalam dunia kopi katup udara ini dikenal dengan sebutan one-way degassing valve.

Degassing dan Roasting

Waktu degassing relatif bervariasi tidak bisa dipastikan apakah proses degassing pada minggu pertama setelah roasting atau minggu-minggu berikutnya. Tergantung biji kopi yang diroasting dan juga tingkatan roasting. Biasanya biji kopi yang dipanggang gelap-dark roast akan cepat proses degassing si biji kopi dibandingkan panggangan light roast. Semakin lama waktu pemanggangan juga akan semakin cepat proses degassing terjadi.

Dan alasannya mengapa lebih baik membeli biji kopi untuk stok dalam waktu yang lama dibandingkan membeli biji kopi yang sudah menjadi bubuk. Ini karena ketika biji kopi sudah digiling menjadi bubuk kopi, proses degassing juga terjadi, memaksa pelepasan gas-karbon dioksida secara cepat. Tidak heran jika menyimpan bubuk kopi untuk beberapa hari kemudian diseduh karakter rasa sudah tidak sama lagi. Semakin halus gilingan biji kopi, proses degassing juga semakin cepat.

credit: search engine

Semakin segar biji kopi ketika diseduh proses degassing semakin banyak kadar karbon dioksida yang keluar. Maka perlu blooming beberapa saat untuk memastikan pelepasan karbon dioksida agar ektrasi kopi merata saat diseduh. Maka perlu agitasi-pergerakan bubuk kopi ketika dialiri air agar tidak ada karbon dioksida yang tersisa ketika diseduh.

Biji kopi yang baru dipanggang seiring berjalannya waktu akan semakin baik, namun pada batas waktu tertentu. Karena hari pertama degassing, oksigen mulai masuk ke biji kopi, inilah yang disebut oksidasi, masuknya oksigen merupakan penyebab karakter rasa memburuk karena basi. Cara menyimpan biji kopi agar karakter rasa tidak hilang perlu menyimpannya dalam wadah kantung yang memiliki katup udara satu arah. Maka menggunakan katup udara proses degassing ini hanya mengeluarkan karbon dioksida dan oksigen tidak akan masuk.

src: fellowproducts.com Whole Latte Love img: lacolombe

5,555 total views, 2 views today

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.