DINE AND CHAT: SEBUAH REFERENSI KEDAI KOPI SPESIALTI DI JAMBI  

Kedai kopi ini, bisa dikatakan, ikut memberikan warna yang semarak pada kota Jambi.

MENARIK melihat bagaimana kota Jambi telah berkembang dengan cukup memukau dalam lima tahun terakhir, terutama untuk urusan pertumbuhan kedai kopinya. Beberapa tahun lalu saat terakhir kali mengunjungi kota kecil ini, belum ada kedai kopi yang—setidaknya—bisa diembeli “spesialti”. Namun saat kembali lagi ke sana Desember lalu, saya bahkan sudah menemukan dua kafe yang tampilannya cukup mengesankan saat pertama kali tiba. Salah satunya adalah Dine and Chat yang berada di Jalan DR. Soemantri Brojonegoro, Jambi ini.

Bahwa Dine and Chat sesungguhnya dimiliki oleh Christian Lie, seorang roaster yang merangkap Juara Keempat Indonesia Brewers Cup (IBrC) 2018, merupakan fakta lain yang membuat kedai ini semakin menarik. Lebih tepatnya, saya bahagia karena di kota kelahiran saya akhirnya ada tempat untuk ngopi enak dan… spesialti. Akhirnya.

Salah satu sisi kedainya.
Vertical menu.
Ada kesan industrial namun modern yang kental pada interiornya.

Begitu membuka pintu kafe, kita bisa segera menangkap kesan industrial yang modern dan tampaknya menjadi tema arsitektural kafe ini. Pemakaian warna-warna basic, desain ornamen dan hiasan-hiasan minimalis membuat kafe ini semakin terlihat kontemporer. Sekali lagi membuktikan bahwa tren gelombang ketiga beserta konsep kafe “Melbourne-ish”-nya telah menjalar hingga ke berbagai penjuru di Indonesia, bahkan ke kota-kota kecil yang tadinya mungkin “tak diperhitungkan”.

Di meja bar, sebuah mesin espresso La Marzocco berdiri gagah, didampingi grinder Mazzer untuk mengeksekusi gilingan biji-biji kopi kebutuhan kedainya. Tampaknya mereka memang telah mempersiapkan diri untuk menerima kemungkinan letupan jumlah pengunjung yang akan datang ke kafenya. (Saat ini, mereka telah menambahkan lagi satu meja khusus untuk manual brew dimana para pelanggan bisa menikmati ritual seduh manual sambil berinteraksi langsung dengan baristanya di bar).

Bar khusus manual brew. (Foto adalah dokumentasi Dine and Chat)

Saya datang di pagi hari untuk memenuhi kebutuhan asupan kafein dan ternyata sudah ada beberapa meja yang terisi oleh tamu, entah sekadar ngopi pagi atau membicarakan bisnis. Saya memesan, hmm, cukup banyak kopi saat itu karena penasaran ingin mencicipi berbagai rasanya. Menu pertama adalah espresso yang salah satu ramuan blend-nya adalah single origin Kerinci (yang merupakan kebanggaan Jambi, tentu saja). Rasanya enak juga, bold tapi sekaligus memiliki acidity yang menyenangkan.

Memberikan jeda beberapa menit, berikutnya kopi pesanan seduh manual saya datang. Single origin Ethiopia, Kello yang catatan notes-nya tertuliskan “mandarin orange, peach, dan grapes”. Namun saya merasa rasanya sedikit tebal, but it’s okay.

Latte art yang menawan.

Selain kopi, seperti namanya, di sini kita juga bisa memesan makanan dan camilan, antara lain kue-kue manis yang mereka susun di rak khusus di bagian depan. Jadi kalau lapar tiba-tiba melanda, bisa memesannya di sini. Kalau ingin membawa pulang single origin dari tempat ini, entah sebagai oleh-oleh atau dinikmati sendiri, mereka juga menyediakan kemasan biji-biji kopi yang disangrai oleh Instinct Roastery, alias Christian Lie sendiri.

Pilihan single origin yang bisa dibawa pulang.

Kesimpulannya, kehadiran Dine and Chat bisa dikatakan membuat Jambi semakin bergairah karena ada warna kopi spesialti yang akhirnya berada di kota ini. Seperti yang saya katakan berkali-kali, sambil berguyon, kepada teman, “tolok ukur kemajuan suatu kota… kini ditentukan oleh kehadiran kedai kopi (spesialti) yang ada di kota itu”. Dan tempat ini adalah referensi untuk ngopi kalau kalian sedang mampir di kota Jambi.

 

Dine and Chat

Senin – Jumat 10:00 AM – 10:00 PM

Sabtu – Minggu 10:00 AM – 11:00 PM

Jalan DR. Soemantri Brojonegoro, no. 1 – Kota Jambi

 

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.