DUTCH COLONY COFFEE CO SINGAPORE

Kedai kopi yang satu ini mungkin menduduki peringat tertinggi di perjalanan ‘ngopi-ngopi’ saya di Singapura kali ini.

TAK sia-sia menjelajah jauh sampai ke wilayah Frankel Eve Singapura karena Dutch Colony Coffee Co memberikan kesenangan yang terlalu asyik untuk dilupakan. Siang itu sehari sebelum pulang saya dan teman memutuskan untuk mengunjungi Dutch Colony Coffee. Nama kedai kopi ini memang sudah lama terngiang-ngiang dan entah kenapa langkah terlalu berat untuk berjalan ke sini.

Dutch Colony Coffee memiliki tiga gerai di Singapura, tapi entah kenapa saya memilih untuk mendatangi gerai terjauh dari penginapan kami yang beralamat di 113 Fravkel Ave Singapura. Lokasinya di dekat perumahan penduduk dan tidak terlalu ramai. Meski begitu, kedai kopi ini ternyata ramai didatangi pada waktu brunch. 

Kedai kopi ini berdesain industrial dengan lighting hangat dan dominan warna kayu dan hitam. Ruangan kedainya cukup luas dengan coffee bar yang cukup luas juga. Waktu kami datang ada dua barista yang bertugas di sini. Bergantian mereka meracik kopi dari mesin kopi La Marzocco Strada dan menyeduh dengan otomatis dari Marco alat seduh otomatis.

Karena lapar tak tertahankan saya pesan menu brunch yang super besar Hearty Breakfast Platter yang terdiri dari toast, scramble egg, salad, chicken ham dan sausage. Menu ini bisa untuk berdua dan sumpah saladnya juara. Untuk kopi saya memesan single origin Guatemala Finca Santa Isabela dengan notes maple, lime dan melon. Kopi ini enak banget sampai-sampai kami borong dua bungkus bijinya untuk dibawa pulang.

Oh iya, kami juga pesan hot caffe latte yang menurut saya lumayan meski latte art-nya rada tak sempurna gara-gara baristanya grogi waktu saya foto. Ha-ha-ha. Bagian paling menyenangkan dari ngopi di Dutch Colony Coffee ini adalah baristanya datang menghampiri dan bertanya soal kopi yang dia sajikan. Juga menjelaskan ini-itu perkara kopi mereka dan kedai kopinya juga. Beginilah seharusnya specialty coffee shop itu ya?

Sarapan kandas dalam tempo sesingkat-singkatnya maka kami pun memesan kukis cokelat yang ampuh menyeimbangkan rasa kopi. Sambil ngobrol dan memerhatiakan kedai kopi ini, sang barista yang tadi sudah pamit pergi kembali dengan membawa dua cangkir cold brew (kalau tidak salah dari single origin Ethiopia) untuk kamu. Katanya ini compliment untuk kami yang sudah jauh-jauh mampir ke sini. Asyik!

Cold brew-nya segar dengan fruity notes yang flavourful. Kami tentunya senang dong dikasih cold brew gratis dari barista baik yang ganteng pula. #EH. Semakin siang kedai kopi semakin ramai. Maka sudah saatnya kami harus beranjak dan bergantian meja dengan pengunjung lain. Yah, meski sebenarnya masih betah nongkrong di sini tapi apa daya.

Oh iya, sekedar info Dutch Colony Coffee ini juga menjual aneka single origin dan house blend. Tak hanya itu, mereka juga menjual alat-alat kopi yang di pajang di rak di sisi kanan kedai. Untuk yang mau membeli macam-macam alat seduh Dutch Coffee Colony menyediakannya untuk kamu semua.

Untuk saya, kedai kopi ini mendapat tempat terbaik di hati selama perjalanan di Singapura kali ini. Kopi enak, makanan lezat, barista menyenangkan dan ambience yang membuat zaman adalah paket lengkap yang harus dimiliki sebuah kedai kopi. Lain kali jika mampir ke Singapura lagi saya mau coba ngopi di gerai Dutch Coffee Colony yang lain. Siapa tahu pengalamannya beda atau malah lebih seru.

Dutch Coffee Colony Co.

113 Frankel Ave, Singapura 458230

Jam Buka: 08.00 – 18.00

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.