EKSPERIMEN MENJODOHKAN MAKANAN DENGAN SAJIAN KOPI

Coffee pairing ataupun food pairing, seperti sebuah ritual menjodohkan makanan yang tepat untuk sajian kopi, dengan harapan karakter rasa yang ada pada makanan dapat mengimprovisasi rasa dari sajian kopi menjadi semakin nikmat.

ADA selarik catatan yang menceritakan tentang bagaimana sebuah eksperimen sajian kopi yang disandingkan dengan sajian makanan, tepatnya eksperimen ini dilakuan oleh Keith Pech seorang Q Grader dan juga Manajer di Damarli Estate bersama temannya di Panama. Seperti yang kita ketahui bersama bagaimana tren coffee pairing ini mulai berkembang di tiap negara dengan berbagai redaksi kisah, ada mengkisahkan tren coffee pairing berasal dari tren wine pairing yang diadaptasi metodenya, ada juga yang menjelasan bahwa tren ini semacam eksperimen semata untuk melihat bagaimana pengaruh kopi yang berbeda terhadap beberapa makanan yang berbeda pula.

Coffee-food pairing, istilah ini mungkin tidak terlalu familiar di Indonesia, namun bukan berarti tidak ada yang melakukannya. Beberapa kedai kopi di Indonesia pasti ada yang melakukan eksperimen menjodohkan rasa kopi dan menu makanan mereka, sebelum dipatenkan sebagai menu tetap untuk disajikan ke pelanggan. Walaupun penikmat kopi di Indonesia belum seaktif penikmat kopi di negara maju, pelaku kopinya tetap memberikan kopi yang terbaik khas era gelombang ketiga dunia kopi. Mari mengintip langsung, bagaimana proses coffee-food pairing berlangsung yang dilakukan oleh seorang Q Grader.

credit: thecoffeeowlsociety

LANGKAH PERTAMA: Memilih Origin Kopi
Sebelum memulai eksperimen mancari karakter rasa yang sesuai dengan rasa makanan, hal yang terpenting adalah menentukan single origin apa yang digunakan. Pada kesempatan ini mereka; Keith Pech dan rekannya memilih 3 origin yang digunakan setelah melakukan diskusi kecil, Marabau (Ethiopian Sidamo), Pena Blanca (Guatamala Huchuetenango), dan Finca Deborah (Panamian Natural Geisha).

LANGAH KEDUA: Menentukan Metode Seduhan Kopi
Dan selanjutnya seperti apa kopi tersebut akan disajikan, apakah menggunakan aeropress, atau metode sajian lainnya. Dan yang menjadi pilihan saat mereka melakukan eksperimen adalah menggunakan Hario v60.

credit: kurasu.kyoto

LANGKAH KETIGA: Mengidentifikasi Karakter Rasa Kopi
Sebagai catatan penting sebelum memulai eksperimen, tentunya perlu untuk menganalisa karakter rasa kopi yang diseduh, apa saja yang terdapat pada secangkir kopi tersebut. Marabau memiliki karakter rasa manis yang lembut dan ada sedikit profil rasa coklat. Pena Blanca lebih bervariasi memiliki profil rasa lemon, coklat, kacang almond, jeruk mandarin dan manis susu. Dan Geisha Finca memiliki aroma bunga dengan karakter rasa menyerupai teh serta perlahan menyerupai buah beri namun memilki keseimbangan rasa coklat dan karamel.

LANGKAH KEEMPAT: Memilih Makanan Yang Akan Dipasangkan
Makanan pada langkah ini relatif, sesuai keingin makanan seperti apa yang akan diuji tingkat kecocokannya dengan sajian kopi. Nah, pada kesempatan ini, mereka menguji cemilan dan buah-buah antara lain kacang brazil, dark chocolate, keripik pisang, keripik alpukat, jeruk, anggur, madu dan lemon.

LANGKAH KELIMA: Memulai Eksperimen, Makan dan Seruput
Tidak ada prosedur umum untuk mengawali eksperimen ini, namun lebih baik mulailah bereksperimen dengan 3 orang partisipan, agar terlihat dengan jelas makanan seperti apa yang dominan sesuai dengan sajian kopi. Tingkatan penilaian pun, hanya penilaian seberapa sesuai makanan dipasangkan dengan kopi tersebut dengan rentang nilai 1 untuk tidak sesuai dan 10 untuk nilai sangat sesuai. Mulailah mengambil makanan, menggigitnya sedikit, dan kemudian menyeruput kopi dan penilaian pun dilakukan.

credit: eatingbender

Hasil Eksperimen coffee-food pairing ternyata di luar dugaan, beberapa ada yang berbeda pendapat tentang seberapa sesuai makanan yang dipasangkan pada sajian kopi.

  • MARABAU | 3 dari partisipan setuju bahwa dark chocolate, keripik pisang dan madu sangat sesuai untuk dipasangkan dengan sajian kopi Marabou, namun berbeda pendapat dengan buah anggur dan lemon.
  • PENA BLANCA | 3 dari partisipan sependapat mengenai keripik pisang, madu, anggur dan lemon adalah pasangan yang sesuai, serta sependapat bahwa coklat tidak sesuai dipasangkan dengan sajian kopi Pena Blanca.
  • GEISHA FINCA | 3 dari partisipan sependapat bahwa madu merupakan pasangan yang paling sesuai untuk mengoptimalkan rasa kopi ini. Namun berbeda, di urutan kedua, 2 partisipan memilih buah berkarakter citrus yang sesuai dan 1 partisipan lagi memilih keripik pisang yang sesuai.

Dalam hal coffee-food pairing, tidak bisa berpikiran kaku dan mengedepankan teori – teori yang terkait, sebab ketika eksperimen berlangsung dan mengundang partisipan yang berbeda kalangan, maka hasil dari eksperimen sangat menarik. Keith Pech menyimpulkan perbedaan ini disebabkan karakter kebiasaan dan budaya, menyangkut soal pola makanan dan minuman harian yang mempengaruhi tingkat kesukaan mereka menerima karakter rasa. Eksperimen ini bukan mencari siapa yang paling benar di antara partisipan, melainkan menghadirkan pengalaman baru menikmati kopi.
src: coffeeteaimangazine img: coffeeoriginstravel

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.