EKSPORTIR KOPI; SIAPA MEREKA

Eksportir kopi, siapa mereka, apa yang sebenarnya mereka lakukan?

Sudah pasti, terwujudnya suasana coffee enthusiast di setiap negeri tidak luput dari peran berbagai pelaku penting yang bermain di dunia kopi. Bahkan di era third wave kini, hampir tiap pelaku kopi harus memiliki kredibilitas yang mumpuni pada bidangnya masing-masing.

Eksportir kopi, seperti apa mereka, apakah mereka hanya menjual kopi demi mencari keuntungan? Tidak hanya itu, mereka secara tidak langsung mengatur alur dari biji kopi bermula, untuk pergi ke berbagai negara. Memastikan produsen menghasilkan kopi terbaik, dari mulai pengolahan biji kopi, dan kemudian mengirimkannya. Eksportir harus selalu menganalisa dan memantau harga kopi di pasar, agar dapat menentukan harga yang terbaik untuk jenis kopi yang dijualnya.

Langkah pertama yang dilakukan para eksportir, umumnya menjalin hubungan relasi pada banyak produsen kopi, kemudian membeli beberapa biji kopi sebagai sampel, kemudian mencoba menilai sampel yang mereka dapatkan melalui cupping process. Pada tahap selanjutnya, setelah mengetahui grade kopi dari beberapa produsen kopi, mereka akan menyimpannya sesuai grade kopi masing-masing.

Mencari Coffee Buyer

Cost versus Quality. Setelah cupping process, dan diketahui grade dari produk kopi, maka mulailah eksportir memperkenalkan produk kopi ke pasar. Ini bukan pekerjaan yang mudah, karena ekportir harus bersaing dengan para eksportir negara lain, dan lagi mereka harus dapat harga jual yang terbaik.

Yang menjadi dilema para eksportir menjual kopi di pasar internasional, sulitnya menentukan harga jual, karena penentuan harga jual harus mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan dengan harga untuk kualitas biji kopi. Biaya yang besar akan menjadikan harga juga tinggi, sedangkan pasar sudah menentukan harga kopi speciality. Terlalu tinggi menentukan harga tidak mungkin, terlalu rendah juga tidak akan baik untuk hubungan seterusnya pada produsen. Ini menjadi dilema; cost vs quality.

Bukan hanya itu, sesekali para eksprotir juga menjadi public relation para produsen kopi, memperkenal proses pengolahan kopi, memperkenal tempat tanam, dan hal lainnya agar menciptakan kepercayaan buyer. Beberapa tipe buyer juga ada yang melakukan kunjungan terlebih dahulu sebelum membeli biji kopi, sehinga mereka buyer melihat langsung proses pengolahan biji kopi yang akan dibelinya. Di sini para eksportir layaknya kurator, yang menjelaskan karya mengagumkan dari maestro kopi. Maka, sudah seharusnya, eksportir mengetahui secara garis besar pertanian kopi rekanannya.

credit: M.Fury
credit: M.Fury

Mempersiapkan Pengiriman Kopi

Tidak berhenti hanya di situ, setelah menemukan buyer yang puas akan kualitas dan harga dari kopi yang ditawarkan eksportir. Mulailah melakukan pengiriman, pengiriman kopi ini juga penting untuk diperhatikan, pengiriman yang tidak baik akan mengganggu kualitas biji kopi. Metode pengolahan sebelum dikirim beragam, singkatnya untuk mempersiapkan pengiriman, pada umumnya melalui langkah;

Drying/ Pada prosesnya, kopi dicuci dan dikeringkan sekitar 25 sampai 30 jam, lama pengeringan pun tergantung dari kelembapan.

Cleaning/ Membersihkan biji kopi dari daging biji kopi untuk selanjutnya akan diseleksi lagi.

Sorting/ Kopi akan disortir berdasarkan warna biji dan bentuknya.

Packaging and Storage/ Biji kopi yang sudah di-packed dalam kantung penyimpanan disimpan dengan baik, menunggu untuk dikirimkan.

Mereka para eksportir kopi, juga harus cermat mengelolah musim panen, dapat mempertimbangkan tiap bulannya harus ada biji kopi yang di-supply. Bayangkan saja jika eksportir kesulitan untuk menyediakan biji kopi, saat kamu menikmati secangkir kopi hari ini, apakah besok kamu dapat menikmatinya lagi? Tenang, the coffee is still exist for the next day.

src: perfectdailygrind.com img: Long Miles Coffee

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.