EKSTRAKURIKULER EDUKASI SEDUH KOPI SENDIRI UNTUK ANAK-ANAK

Sama kita ketahui bahwa negara Kolombia merupakan salah satu produsen kopi dunia yang mengekspor kopinya ke banyak negara. Hal ini tentunya tidak tercipta, hanya karena keberkahan tanah yang subur saja, melainkan ekosistem masyarakat kopi di negara ini begitu semangat.

JIKA kelas barista diadakan untuk para orang dewasa yang ingin membuka kedai kopi atau untuk mereka yang ingin paham tentang teori seduh, sudah menjadi hal yang wajar. Tapi di Kolombia, ada sebuah program yang tidak hanya membuka wawasan anak-anak akan kopi juga mengajarkan bagaimana seduh kopi yang nikmat. Tepatnya di sebelah selatan kota Medellín, Cafeteritos menyelenggarakan program kopi melibatkan anak-anak dan para orang tua mereka, dan yang menjadi target terselenggaranya program ini bukan para orangnya melainkan para anak-anak yang antusias pada kopi.

Tujuan dari terselenggaranya program ini adalah membuka wawasan para anak-anak akan kopi. Dengan segala dinamika yang dialami industri kopi Kolombia, harapannya anak-anak yang dari kecil sudah peka akan kopi memiliki kontribusi yang besar bagi industri tersebut, untuk kelak menggantikan para pelaku kopi yang sudah mulai menua.

credit: cf.jiraygroup.com

Awalnya program ini diperuntukkan sebagai agenda belajar sepulang sekolah semacam agenda ekstrakurikuler yang menyasar pada anak laki-laki dan anak perempuan. Tidak hanya wawasan tentang kopi, tapi juga di dalamnya mereka yang ikut program ini ikut belajar hal lain. Setelah menyeduh kopi dan menikmatinya, anak-anak akan belajar literasi, budaya, sejarah dan lainnya. Anak-anak yang ikut dalam program ekstrakurikuler kopi ini dari mulai umur 6 tahun hingga 12 tahun. Mungkin beberapa negara ada yang mengecam keras konsumsi kopi untuk anak-anak, padahal pada kadar tertentu kopi bisa saja dikonsumsi oleh anak-anak.

Pada program edukasi kopi ini, yang menariknya mungkin awalnya orang tua yang tidak mengenal sisi menarik dari si kopi, banyak yang belajar tentang kopi dari anaknya. Salah satunya, orang tua Julian Murillo umur 8 tahun yang belajar tentang si kopi dari anaknya. Ibunya Arelis Murillo mengungkap bahwa awalnya mengirim Julian ke program ini agar anak lelakinya memiliki kegiatan positif selain aktifitas belajar di sekolah, dan kini Julian mempunyai cita-cita ingin membuka kedai kopi miliknya agar tiap anak-anak di seluruh dunia minum kopi dengannya.

Program Cafeteritos mengembangkan wawasan akan kopi pada usia dini adalah salah satu cara untuk mengantisipasi ancaman industri kopi. Beberapa negara produsen yang mengalami pemerosotan produksi dan harga beli yang murah, merupakan salah satu ancaman nyata bagi industri kopi. Sebabnya program lain dengan nama Coffee Kids yang dijalankan oleh Hanns R Neumann Foundation juga berharap dapat meminimalisir dampak ancaman industri kopi ini. Sejak didirikan tahun 2005 dengan misi meningkatkan mata pencaharian petani kecil, program coffee kids telah membantu 266.000 keluarga petani di 22 negara. Karena kopi yang nikmat butuh apresiasi serius, agar tidak terancam punah.

img & src: nbcnews.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.