ESPRESSO : DIADUK DULU ATAU LANGSUNG DITEGUK?

Perdebatan soal diaduk dan tak diaduk ternyata bukan hanya milik bubur ayam semata. Espresso pun mengalaminya.

DAHULU kala saat kedai kopi masih sedikit jumlahnya dan kopi hanyalah secangkir kafein semata, saya tak pernah berpikir untuk mengaduk espresso sebelum diteguk. Untuk saya kala itu espresso adalah minuman kecil memikat yang hadir untuk langsung diteguk tandas. Blas! Demikianlah.

Lalu masuklah era ketika kopi dirayakan kecil-kecilan. Maka teman-teman seperkopian saya mulai menggoyangkan cangkir espresso-nya sebelum tandas ditegukan. Menggoyangkan cangkir berarti menggerakkan cangkir dengan gerakan memutar dalam rangka mungkin agar krema di permukaan menyatu pada espresso bagian bawah. Entahlah tapi hampir semua orang kala itu melakukannya, termasuk saya. Meski bedanya hanya pada suhu yang sudah sedikit turun ketimbang langsung diteguk.

credit: getty images

Namun kini hampir semua orang yang saya kenal (termasuk orang-orang yang dahulunya menggoyangkan cangkir) mengaduk espresso mereka sebelum diteguk. Pun kedai-kedai kopi sudah menyajikan sendok kecil di saucer demitasse cup espresso itu. Ada apa gerangan? Ternyata oh ternyata banyak orang yang setuju bahwa espresso akan lebih ‘keluar’ rasanya jika diaduk dulu sebelum diteguk. Bahkan sang mahaguru James Hoffman pada channel YouTube-nya menganjurkan cara yang sama.

Sebagai orang yang menikmati espresso dengan cara yang ikut-ikutan, saya pun mengaduk espresso saya sebelum diteguk. Ternyata benar bukan bualan bahwa espresso yang diaduk terlebih dahulu memberikan rasa yang lebih kompleks, intens, kaya dan seringnya menyenangkan. Bahkan Robert McKeon Aloe melakukan penelitian tentang permasalahan espresso ini pada artikelnya To Stir or To Swirl: Better Espresso Experience. 

credit: Coffeedesk.com

Untuk kamu yang menginginkan rasa espresso yang sejatinya, maka mengaduknya adalah cara paling memungkinkan untuk mendapatkan nikmat itu. Bahkan disarankan untuk mengaduknya 20 detik sembari membiarkan temperaturnya turun sedikit. Saya sendiri melakukannya dan dari semua cara yang pernah saya lakukan dalam menikmati espresso, cara mengaduk inilah yang mendekati ideal. Espresso menjadi kompleks, intens, aromatik dan syrupy. 

Oh iya, sebagai tambahan tips sebaiknya kamu minum air putih atau akan lebih baik jika ada sparkling water sebelum menikmati espresso. Hal ini membersihkan paletmu dari apa saja, termasuk lontong, ubi goreng, roti bakar atau apapun yang kamu santap saat sarapan sebelum meneguk espressomu! Ha-ha-ha.

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.