ESPRESSO MAKER MANUAL DI KEDAI KOPI

Beberapa kedai kopi mengandalkan espresso maker manual di kedai kopinya demi mengusung tema low budget dan juga eco-friendly. Apakah ada yang terinspirasi juga?

SUDAH bukan rahasia jika espresso maker manual sudah sering dijadikan ‘senjata pamungkas’ beberapa kedai kopi untuk menghasilkan minuman-minuman nikmat. Espresso maker manual ini dipilih beberapa pebisnis kedai kopi karena dinilai hemat dari segi harga dan juga hemat dari segi daya listrik karena sama sekali tidak memerlukan daya listrik itu. Pun dinilai mengusung teman lebih eco-friendly karena tidak menggunakan listrik tadi.

Credit : gadgetflowcdn.com

Meski sangat hemat dari segi harga, kehadiran espresso maker manual bukan tanpa kendala. Karena manual beberapa pebisnis kedai kopi mengaku bahwa hasil espresso dari alat-alat ini terkadang kurang bisa konsisten. Kalibrasi yang dilakukan dengan mesin espresso semi-otomatis tentu berbeda dengan yang manual. Sebut saja Rok Presso dan Flair Espresso Maker, meski keduanya bisa menghasilkan espresso enak, tapi terkadang tersandung masalah konsistensi pada hasil seduh.

Meski begitu bukan berarti Rok Presso dan Flair Espresso Maker tidak bisa diandalkan untuk menjadi senjata di bar kopimu. Beberapa kedai kopi mengaku bahwa alat manual ini cukup mumpuni untuk dibawa ke ranah kopi komersil. Alasan dipilih selain permasalahan hemat tadi, Rok Presso dan Flair Espresso Maker cukup tangguh bahkan untuk pemakaian 35-55 cangkir perhari. Dan jangan lupa mengalami kerusakan, sparepart alat ini juga mudah ditemukan.  “Kami pernah sehari menerima 50-an cangkir dan semuanya kami hasilkan dengan menggunakan Flair Espresso Maker,” papar Adit salah satu barista di kedai kopi.

“Sebenarnya espresso maker manual ini asyik-asyik saja hasil espressonya selama menggunakan grinder yang bagus dalam menggiling kopinya. Hasil gilingan berperan penting. Bukan hanya perkara espresso maker-nya saja,” kata Yogi salah seorang pemilik kedai kopi yang sudah bertahun-tahun menggunakan Rok Presso di kedainya.

Jadi untuk kamu yang ingin memulai bisnis kedai kopi dan terbentur budget, tak ada salahnya memilih espresso maker manual dulu di awal kedai buka. Toh hasil espressonya juga bisa diandalkan. Siapa tahu seiring waktu kamu bisa menabung dan beli mesin espresso. Atau jangan-jangan malah bertahan tidak mau ganti karena sudah jatuh hati dengan espresso maker manual. Siapa tahu?

 

Foto utama  flairespresso.com

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.