THE ESPRESSO STATION DA NANG VIET NAM

Ada sesuatu yang seksi ketika saya menginjakkan kaki di The Espresso Station Da Nang meskipun dia tersembunyi di antara pakaian dan pernak-pernik fashion lainnya.

SORE itu setelah seharian menjelajah Ba Na Hills sepaket dengan Golden Bridge-nya, kami memutuskan untuk singgah di kedai kopi terdekat. Maklum di kawasan wisata tersebut benar-benat tak ada kopi yang ‘waras’. Seorang teman memberikan ide bahwa saya harus mampir di sebuah kedai kopi ‘agak beda’ di Da Nang ini. Dengan deskripsi ‘beda’ tentu saya tertarik dan sampailah saya ke sebuah toko baju yang nyentrik dan unik.

Toko baju yang bernama Avana itu sungguh menarik hati. Di luar toko ada dua bangku kayu dengan pernak-pernik menarik. Menunggu diduduki. Saya pun bertanya buat apa kita ke sini? Bukankah kita mau ngopi? Oh ternyata kedai kopi The Espresso Station itu berada di dalam toko. Kita harus melewati jejeran baju-baju, sepatu, kacamata dan lain-lain.

Bar dengan dekorasi kayu yang etnik berada di kanan ruangan. ‘Dijaga’ dengan sepenuh hati oleh sang barista perempuan yang tampak menis sore itu. Mesin espresso La Marzocco GS3 yang kecil ukurannya begitu serasi dengan sang barista yang imut-imut pula. Di sini tak ada menu coffee filter dan serba-serbi manual lainnya. Hanya ada espresso based dan minuman dingin yang tampak begitu menggoda di sore yang panas.

Kami memilih duduk di meja kayu panjang di belakang. Di kelilingi lukisan dan aneka baju-baju nyeni yang layak dikenakan seniman. Saya memesan secangkir caffe latte yang demi apapun ukurannya besar sekali. Untungnya rasanya sedap meski pada akhirnya saya begitu kenyang meneguk minuman ini. Teman saya memesan Espresso Shakes yang ditaruh di gelas seksi. Dingin-dingin pahit yang menggelitik tenggorokan ini enak juga sambil menemani percakapan kami yang tak henti kagum terhadap tempat ini.

Kolaborasi Avana dan The Espresso Station tampak begitu serasi. Elemen kayu yang mendominasi dengan furnitur unik seperti sisa-sisa alat berat, bubu nelayan, kayu sisa pertukangan dan lain sebagainya menjadi harmoni yang janggal namun indah di tempat ini. Sesaat saya tak merasa berada di Da Nang namun di Bali atau di Yogyakarta. Kayu dan keindahannya kerap mengingatkan saya pada Indonesia.

Kemudian saya tahu bahwa The Espresso Station memiliki tiga cabang yaitu dua di Da Nang dan satu di Hoi An. Tapi saya tak menyesal mampir di gerai yang ini karena memikat hati. Saat saya menulis ini, saya masih bisa merasakan aroma kayu bercampur aroma kopi yang memenuhi ruangan. Kedainya yang sepi dan tenang memang sedap dijadikan tempat kencan berdua maupun dengan diri sendiri.

The Espresso Station adalah satu dari kerinduan yang tertinggal di Da Nang. Kelak kamu akan mengerti jika mampir sendiri ke sini.

The Espresso Station (Avana, 260 Tran Phu, Danang)

260 Đường Trần Phú, Phước Ninh,

Hải Châu, Đà Nẵng 550000, Vietnam

Jam Operasional : 07.30 – 17.30 

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.