ESPRESSO THEORY; RAHASIA SAJIAN NIKMAT ESPRESSO

Benarkah untuk menciptakan sajian espresso yang nikmat harus pilih – pilih single origin? Ada benarnya sih, namun bukan hanya perihal itu saja yang menjadi pertimbangan, ada hal lain.

APA yang kamu ketahui tentang espresso, yup . . . espresso merupakan lifestyle masyarakat di Itali. Meneguknya sekali langsung habis, tidak perlu beranjak dari tempatnya berdiri memesan espresso, seketika menikmatinya tanpa menggunakan meja. Malahan coffeeshop di Itali ada yang menerapkan perbedaan harga espresso yang disajikan di atas meja dengan harga espresso yang mereka minum sekali teguk saat berdiri.

Espresso untuk beberapa orang seperti sudah menjadi kebutuhan harian. Secangkir liquid untuk mengawali hari agar tetap bersemangat. Bahkan untuk kamu yang traveling dalam perjalanan jauh sekali pun dan sulit melepas rindu menikmati espresso, tidak perlu khawatir. Dengan bantuan alat kopi traveling seperti Handpresso, Minipresso, dan Staresso kamu sudah bisa menikmati sajian espresso di mana pun kamu berada. Mungkin akan terasa berbeda espresso yang disajikan dibandingkan espresso yang tersaji dari mesin kopi, namun tidak terlalu buruk.

Jika dibandingkan espresso sajian alat kopi traveling dengan espresso sajian mesin kopi, tidak ada perbedaan serius akan hal itu. Menggunakan alat kopi traveling pun, espresso yang tersaji menampilkan crema dengan karakter rasa yang kaya sesuai single origin-nya. Perbedaan yang ada hanya pada tahap prepare untuk membuatnya.

credit: magiquiz

Jika dalam membuat kopi pour over menggunakan dripper ada 3 fase, dimana fase tersebutlah kopi mulai menampilkan profil rasa yang dimiliki. Espresso tidak ada fase khusus, yang ada adalah sebuah teori untuk menciptakan espresso yang nikmat. Brew ratio, brew time, dan brew temperature, mengacu pada hal ini memudahkan kamu menyajikan espresso yang nikmat.

Brew Ratio 1:1 – 1:3 / Berbeda dengan rasio untuk menyajikan kopi pada umumnya, seperti yang kita ketahui rasio umum The Golden Brew Ratio adalah 1:18. Rasio dalam menyajikan espresso pada skala 1:1 , 1:2, atau 1:3, namun rasio manakah yang sesuai? Tergantung selera rasa dan juga single origin tertentu.

Brew Time 25-35 / Lamanya waktu dalam satu shot single espresso juga menentukan seberapa kuat rasa espresso. Brew time berkaitan dengan air yang mengaliri biji kopi, logikanya semakin kasar ground beans aliran air semakin cepat, semakin halus gilingan ground beans aliran air semakin lama dan punya karakter yang kuat.

Brew Temperature 195-203 F / Air panas yang di-shot lebih optimal mengeluarkan karakter espresso pada suhu air 195-203 F/91-95 Celsius. Sebagai saran untuk biji kopi darker roaster menggunakan rasio 1:1 dengan suhu 91-92 Celsius sebaliknya, 1:3 menggunakan suhu 94-95 Celsius untuk lighter roaster.

Espresso nikmat pastinya harus didukung dengan mesin kopi yang sesuai untuk dapat menyesuaikannya. Pada mesin kopi ada beberapa konfigurasi yang memudahkan kamu untuk menyajikan espresso, tidak perlu repot mengukur tingkat suhu air, karena ada konfigurasi suhu air untuk brew ratio, dan beberapa konfigurasi lainnya.

src: chefsteps img: chococeri

370 total views, 30 views today

No Comments Yet

Comments are closed