EXPAT COFFEE ROASTERS BALI

Demi apapun Expat Coffee Roasters adalah kedai kopi yang menempati hati saya dengan posisi tertinggi di perjalanan ke Bali kali ini.

SEKALI lagi saya mengakui bahwa jangan pernah abaikan rekomendasi kedai kopi dari para penduduk lokal. Sebagai orang yang beruntung memiliki banyak teman yang tinggal di Bali, saya disarankan untuk mampir ke sebuah kedai kopi dan roastery di wilayah Petitenget  Kerobokan.

Kedai kopi yang bernama Expat Coffee Roasters ini pernah saya baca di srudge.com dan seketika terlupakan begitu saja. Namun kali ini beberapa teman agak sedikit mendesak saya agar main ke kedai kopi ini. Dan mereka bertaruh saya akan puas dengan sensasi kopi yang mereka sajikan. Baiklah!

Menjelang siang setelah sarapan saya langsung buru-buru ke Expat Coffee Roasters. Kedai kopinya sedang sepi mungkin karena tidak jam ngopi ya. Kedai kopi yang bernuansa simple dengan dominasi warna abu (semen) dan hitam menjadikan kedai kopi ini elegan. Mesin kopi di balik coffee bar digawangi mesin cantik dan seksi La Marzoccco Linea PB 3 Groups yang dimodifikasi warna hitam dengan lubang-lubang yang menjadikannya semakin keren. Tentunya Expat Coffee Roasters juga menggunakan mesin penggiling kopi keren sekelas Victoria Arduino Mythos One dan Mahlkonig EK43.

Tanpa berlama-lama saya pun akhirnya memesan kopi pertama. Diawali dengan secangkir espresso dari biji kopi Geisha Hartman dan Java Preanger Frinsa (collective washed). Aduh ini espresso kenapa ajaib begini rasanya. Ha-ha-ha. Sebuah kesan yang baik dari kopi pertama yang saya pesan.

Setelah espresso saya pun memesan filter coffee. Saya mulai dari mencoba single origin Bali Kintamani Natural Process yang diseduh dengan Hario V60 yang menggunakan Bonavita Stand dan Acaia Pearl. Lalu dilanjutkan dengan Java Preanger Frinsa Collective Washed Process yang fruity-nya mendomonasi dengan notes stroberi dan lemon yang begitu terasa di lidah saya.

Oh iya kalian harus tahu di Expat Coffee Roasters ini saya menghabiskan empat cangkir kopi dengan beragam single origin. Sebuah rekor ngopi terbanyak yang pernah habiskan di satu kedai kopi. Habis bagaimana, terlalu banyak kopi enak di sini yang membuat saya tak mau berhenti mencoba.

Kopi-kopi sebelumnya tak juga memuaskan saya untuk berhenti ngopi. Espresso Gesha dari Finca Hartman Estate (IDR. 45.000)  dengan notes sweet pungent papaya adalah salah satu nikmat terbaik kali ini. Bayangkan kamu mencicip pepaya pada secangkir kopi. Sebuah keunikan yang tak terlupa rasanya.

Sambil menghabiskan kopi tadi saya berkeliling kedai kopi. Benar-benar datang di waktu yang tepat karena kabarnya biasanya kedai ini rame dipenuhi para ekspaktriat. Ya mungkin ini memang hari keberuntungan saya. Saya kira saya akan berhenti ngopi setelah kopi ke sekian kali. Eh ternyata tergoda lagi mencicipi cold brew yang dibandrol seharga IDR. 45.000. Waduh cold brew-nya juga segar dan nikmat. Dan saya setuju bahwa Expat Coffee Roasters memang gudangnya kopi-kopi enak.

Sebelum pulang saya membeli beberapa bungkus kopi yaitu West Java dan Nomad Blend untuk espresso. Dan Bali Kintamani Karana Tirta full washed, serta Aceh Gayo Full Washed masing-masing dibandrol seharga IDR. 140 perbag. Secara keseluruhan memang Expat  Coffee Roasters adalah tempat yang membuat saya bahagia sepenuhnya. Dan untuk ini saya harus berterima kasih kepada teman-teman saya yang sudah merekomendasikan tempat ini.

Expat Coffee Roasters

Jalan. Petitenget No.1a, Kerobokan Kelod,

Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali 80361

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.