FIKA; RAHASIA DIBALIK TRADISI NGOPI DI SWEDIA

Bagaimana jadinya jika minum kopi harus sembunyi-sembunyi, berbincang tentang kopi pun dianggap tabu dan legalitasnya dicekal. Mungkin kopi tidak akan menjadi semenarik sekarang ini.

FIKA sebuah kata yang terbilang masuk dalam deretan bahasa slang pada zamannya di Swedia. Sampai sekarang pun masih dipakai sebutan slang ini di hampir tiap tempat di Swedia. Walaupun kata fika tidak masuk di kamus bahasa di Swedia, menurut makna kata benda, fika; berarti kopi dan jika menurut makna kata kerja, fika; merupakan sebutan untuk minum kopi / coffee break.

Sekitar tahun 1685 kopi mula dikenal di Swedia, pada masanya masih bersifat medic dan dijual di apotik-apotik di Swedia. Di sini kopi masih dikenal sebagai obat-obatan, namun berkat pengalaman King Karl XII Raja Swedia pada saat itu, kopi semakin populer sebagai minuman. Sekitar tahun 1700san berkat pertukaran informasi dari Turki, karakter rasa kopi pun dikembangkan. Sayangnya kepopuleran minuman kopi pada saat itu menyisakan isu bahwa kopi tidak baik untuk kesehatan perempuan.

Raja Swedia berikutnya Gustav III di masa kepemimpinannya, mengambil serius isu bahwa kopi tidak baik untuk tubuh, sehingga melarang untuk mengkonsumsi kopi. Awalnya Gustav III menerapkan pajak yang mahal untuk sesiapa yang mengkonsumsi kopi, namun tidak banyak yang bayar pajak, membuat Gustav III mengeluarkan peraturan melarang untuk mengkonsumsi tea dan kopi. Tidak hanya itu saja, untuk membuktikan bahwa kopi berbahaya menurutnya, Gustav III mengerahkan penelitian pada sukarelawan dari 2 orang kembar identik narapidana hukuman mati. Menugaskan dokter kerajaan untuk menganalisa mereka berdua, yang satu minum kopi 3 kali sehari, dan yang satu lagi minum teh 3 kali sehari, sampai akhir hayat mereka. Faktanya orang yang minum teh lebih dulu mati di umur 83 tahun, penelitian ini sebenarnya agar kopi dan teh seutuhnya dicekal. Namun sebelum Gustav III menerima laporan hasil penelitian, Gustav III dan para dokter peneliti sudah lebih dulu menutup usia dari pada narapidana objek penelitian mereka.

fika

Coffee Society di Swedia

Ternyata pergerakan anti kopi Gustav III timbul karena ketakutannya akan masyarakat penikmat kopi itu sendiri. Karena bermula dari kedai – kedai kopilah pergerakan-pergerakan bermula, yang mengancam kedaulatan kerajaan pada masa itu. Tindakannya melarang peredaran komoditas kopi agar tidak ada tempat masyarakat untuk mengobrol, bertukar cerita, membahas ide-ide pergerakan. Walau dilarang, kopi tetap saja menemukan penikmatnya, mereka melakukan gathering kecil secara sembunyi dengan kopi sebagai penyelaras obrolan.

Pemerintahan kerajaan tetap berlanjut, dan kopi semakin menunjukan pesonanya, walaupun pada tahun sekitar 1800san masih dilarang. Kopi tetap ada memenuhi kebutuhan masyarakat penikmat kopi di Swedia secara sembunyi-sembunyi. Tepat pada 1820 pemerintah, mulai menyerah membuat aturan larangan akan kopi, akhirnya membebaskan komoditi kopi, dan kedai – kedai kopi.

Ska vi fika?

Perkembangan kopi di Swedia paling pesat di abad ke 20, ketika kopi menjadi bukan hal yang rahasia lagi. Kedai – kedai kopi seperti menjadi surganya mereka yang ingin mengobrol satu sama lain. Yang unik pada perkembangannya adalah menggabungkan kopi dengan kedai pastries dan bakery, hingga sekarang sajian kopi di Swedia identik dengan sajian kue kering atau roti menemani secangkir kopi.

Ska vi fika?” (Shall we coffee-break?) Terdengar ajakan dari rekan kerja untuk melepaskan kejenuhan kerja mereka, bahkan hampir tiap kantor di Swedia memastikan pekerjanya tidak meninggalkan coffee-break mereka. Kebiasaan umum mereka menikmati kopi pada jam 3pm-4pm dan waktu pagi. Semakin ke sini, arti Fika tidak hanya sekadar menikmati kopi, tapi lebih dari itu, fenomena sosial.

src: perfectdailygrind.com img: fikahousekafe.com

42 total views, 7 views today

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.