GARDEN CAFE NYAUNG SHWE MYANMAR

Kembali ke Myanmar berarti kembali ke keseruan yang melebur dengan budaya masyarakat, pemandangan alam yang memukai dan tentu saja kopi.

PERJALANAN ke Myanmar kali kedua, saya mengunjungi provinsi dan kota yang berbeda. Dari Yangon, pesawat langsung membawa kami ke Heho Airport yang berada di Heho, Shan State, Myanmar. Sesampainya di sana seorang teman yang menggeluti dunia kopi sudah menunggu di terminal kedatangan. Dari sana kami langsung menuju Nyaung Shwe, sebuah kota kecil persinggahan untuk mereka yang ingin berwisata ke Inle Lake yang tersohor.

Di Nyaung Shwe, kami menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah kedai kopi yang juga menggunakan biji kopi Behind The Leaf yang dikembangkan oleh teman saya Melanie Edwards bersama masyarakat PaO. Kedai kopi itu bernama Garden Cafe & Modern Food. Interiornya serba kayu dengan bentuk bangunan ‘agak mirip’ dengan rumah panggung. Bagian hampir 80 persen kedai dibiarkan terbuka, yah mungkin agar pengunjungnya bisa menikmati sepoi angin Nyaung Shwe yang pada bulan November memang terasa adem.

Di bagian dalam kedai ada sebuah coffee bar dengan mesin espresso Feima yang saya lupa tipenya apa. Teman saya Melanie langsung saja mengajak saya melihat coffee bar dan di sana saya memesan secangkir long black yang aduhai rasanya. Sayang di sini tidak menu filter coffee padahal saya sudah ngiler mencoba Behind The Leaf Coffee yang diseduh manual. Ah, tak apalah anggap saja long black ini adalah ‘pembukaan’.

Karena belum makan siang dan waktunya sudah menunjukkan pukul 3 wakti Nyaung Shwe, maka kami pun memesan makanan. Saya memesan nasi goreng ala Myanmar yang ternyata dimasak dengan bunga kol dan sesayuran. Rasanya surprisingly enak dengan tingkat kegurihan yang pas dan bumbu yang sedap. Teman saya memesan nasi goreng ‘teh’ yang memang menjadi ciri khas orang Myanmar. Untuk beberapa masakan, teh dijadikan bumbu penyedap dan dimakan dengan nasi.

Teman-teman lain memesan shawarma, couscous, dan salad dari daun yang namanya tak bisa saja eja sangkin sulitnya. Ha-ha-ha. Jadi owner dari kedai kopi ini masih mengembangkan aneka menu dan dengan sigap memberikan menu-menunya untuk kami coba secara gratis. Bayangkan long black saja sampai dua cangkir diberikan karena yang pertama kurang puas dengan rasanya.

 

Selain makanan dan kopi, di sini juga banyak disajikan aneka jus segar. Kami mencoba wortel dan jeruk. Yang semua buah-buahannya memang segar alias tidak menggunakan sirup atau pemanis lainnya.

Yang membuat makin senang adalah di sini menggunakan sedotan bambu karena mengangkat isu zero waste dan eco-friendly. Nyaung Shwe adalah kota yang turisnya lumayan banyak jadi untuk tetap menjaga kelestarian temapt ini, para pelaku wisata lumayan sudah sadar lingkungan. Ah saya ikutan senang!

Hampir sore dan kami pun harus bergegas menuju tempat lain. Singgah di Garden Cafe sebagai awal memulai petualangan tampaknya adalah keputusan yang tak salah. Jika kalian kebetulan mampir ke Nyaung Shwe dan mencari kedai kopi atau tempat makan enak, singgahlah ke sini. Siapa tahu cocok di hati!

Garden Cafe & Modern Food 

Yone Gyi St, Nyaungshwe, Myanmar

(Burma)

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.