GAYO COFFEE: SEPOTONG GAYO DI PENANG

Sebuah kejutan yang menarik mata saat saya melihat tulisan Gayo Coffee di sebuah kedai kopi di Penang. Ya, di Penang Malaysia bukan di negeri kita sendiri. 

SEBENARNYA siapa yang tak tahu kenikmatan Kopi Gayo yang tersohor? Yang tumbuh dengan subur di sepanjang Aceh Tengah. Namun tak banyak yang tahu bahwa di Pulau Pinang alias Penang ada sebuah kedai kopi yang mengambil Kopi Gayo menjadi nama kedainya.

Sore itu hujan deras mengguyur Penang sedari siang. Saya pun akhirnya menyerah menjelajah dan memutuskan untuk ngopi di kedai kopi terdekat. Tak sampai beberapa langkah berjalan, tepatnya di kawasan Beach Street, Georgetown, Penang mata saya tak sengaja melihat tulisan Gayo Coffee di sebuah kedai kopi bereksterior kayu dengan piano besar di depannya.

Karena penasaran akhirnya saya pun memutuskan singgah. Gayo Coffee ini tepat berada di sebelah China House yang tersohor itu. Saat memasuki Gayo Kedai suasana hangat langsung menangkap kami. Interior kayu mendominasi ruangan dengan coffee bar tepat berada di sisi kiri ruangan. Saya memutuskan duduk di dekat coffee bar sambil berbisik-bisik dengan teman saya “ini kenapa namanya Gayo Coffee ya?”.

Selidik punya selidik ternyata sang pemilik memang menggunakan biji kopi Gayo sebagai kopi mereka. Dan sepertinya pemiliknya juga memiliki kecintaan berlebih dengan Kopi Gayo dari Indonesia makanya diberi nama seperti itu. Setelah membolak-balik menu kami pun memutuskan memesan secangkir hot cappuccino dan Orchid Latte. Ya, kamu tidak salah dengar ini memang kopi susu berasa bunga yang penasaran ingin kami coba.

Hot Cappuccino datang sepaket dengan art di permukaannya. Kopi Gayo yang nikmat itu terasa mantap bertemu dengan susu. Pas memang menyeruput kopi ini di kala hujan. Menyeruakkan segala hangat yang berkecukupan. Dan Orchid Latte ini surprisingly rasanya menyenangkan meski dalam tiap tegukan ada aroma bebungaan yang asing. Meski terasa janggal anehnya kami suka dengan kopi ini.

Dua cangkir kopi tampaknya tak cukup menghalau lapar. Akhirnya kami memesan Spaghetti with Duck (saya lupa apa nama menu aslinya). Yang jelas pasta ini dimasak dengan bumbu sedikit pedas ditambahi potongan daging bebek yang lembut dan enak sekali. Saya saja yang tidak penggemar bebek langsung jatuh cinta dalam sekali suap. Sedap benar.

Tapi meski kopi dan makanan Gayo Coffee ini enak dan memuaskan, ada satu hal lain yang membuat kedai kopi ini unik yaitu interiornya yang ternyata mengejutkan. Gayo Coffee ini mengklaim dirinya sebagai kedai kopi terpanjang sekota Penang. Benar saja saya diajak menjelajah tiap ruangannya oleh sang barista. Dari satu ke lain ruangan interiornya berbeda-beda.

Di ruangan setelah tempat kami duduk ada akar pohon dan pepohonan tua. Di ruangan selanjutnya terasa suasana peranakan dengan tangga kuno dan perabotan tak kalah antik. Di ruangan lainnya pun lain pula desainnya. Sedang di paling akhir ada ruangan outdoor beserta panggung kecil tempat pertunjukan musik digelar. Aduh sungguh tidak menyangka bahwa kedai kopi yang terlihat kecil dari luar ternyata seluas ini.

Selanjutnya yang saya rasakan adalah takjub bercampur senang. Takjub karena kedai ini lebih dari sekedar kopi. Senang karena di negara lain pun mereka mengakui bahwa kopi kita sungguh dahsyat nikmatnya sampai-sampai dijadikan nama kedai. Jika kamu mampir ke Penang singgahlah ke Gayo Coffee. Kelak kamu akan mengerti kenapa saya sesenang ini.

Gayo Coffee

Lebuh Pantai No. 161,

George Town, 10300 George Town,

Pulau Pinang, Malaysia

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.