GRAPH CAFE: SURGA KECIL TERSEMBUNYI PECINTA KOPI

“Mungkin kedai kopi ini adalah kedai kopi paling mini yang pernah saya kunjungi seumur hidup.”

Kedai kopi paling mini yang pernah saya kunjungi
Kedai kopi paling mini yang pernah saya kunjungi

Petualangan saya di kota tua nan cantik Chiang Mai, Thailand Utara takkan lengkap tanpa mencicipi kafein yang tersebar di seluruh kota. Geliat industri kopi di kota cantik ini benar-benar di luar ekspektasi. Di penjuru kota, berjejer specialty coffee shop yang didatangi turis maupun pecinta kafein dalam negeri. Dengan interior menarik serta prestasi luar biasa yang diraih para baristanya, Chiang Mai layak berbangga hati dengan kualitas kopi yang dia punya.

Filosofi dari Graph Cafe
Filosofi dari Graph Cafe

Petualangan kopi saya diawali di kedai kopi kecil tersembunyi di daerah Old Town, Chiang Mai. Sebelumnya saya tak tahu ada kedai kopi seperti ini. Tapi seorang teman yang kebetulan sedang menetap di Chiang Mai, Susan dan suaminya Adam merekomendasikan kepada saya sebuah kedai kopi kecil tersembunyi di Ratvithi Lane 1, T. Sriphoom. “Kedai kopinya hanya dua kali tiga meter. Hanya muat tujuh orang di dalamnya,” kata mereka. Saya pun tak ada gambaran apa-apa tentang kedai kopi ini selain pastilah kedai ini sangat sempit dan tak nyaman.

 

Adam, seorang teman yang memberi tahu keberadaan kedai kopi mini ini
Adam, seorang teman yang memberi tahu keberadaan kedai kopi mini ini

Sore itu kami berjalan kaki dari penginapan ke kedai kopi bernama Graph Cafe ini. Ternyata lokasinya tidak jauh dari penginapan saya. Saya langsung takjub begitu sampai di depan coffee shop berbentuk kotak dengan pintu dan jendela kaca. Di depannya berjejer kaktus dan dari luar kamu bisa melihat ke dalam interior plus coffee bar tempat baristanya bekerja.

Alat-alat kopi di balik coffee barnya Graph Cafe
Alat-alat kopi di balik coffee barnya Graph Cafe

Sebuah kedai kopi yang tak lazim. Ukurannya yang sangat kecil tidak memungkinkan menampung lebih dari tujuh orang. Di sudut ruangan banyak sekali koleksi kamera tua yang menarik. Interiornya dominan berwarna putih dan hitam dilengkapi dengan lampu-lampu khas kedai kopi kekinian yang menambah indahnya kedai mini ini.

Ti, owner sekaligus barista di Graph Cafe
Ti, owner sekaligus barista di Graph Cafe

Sore itu saya memesan secangkir nitro coffee yang segarnya bikin bahagia. Meski kecil, kedai kopi ini dilengkapi mesin espresso dan juga menyediakan aneka minuman kopi mulai dari yang panas hingga minuman dingin. Cold brew dan nitro kopi dari berbagai biji kopi juga tersedia di sana.

Nitro coffee ala Graph Cafe
Nitro coffee ala Graph Cafe

Sang barista sekaligus pemilik coffee shop bernama Ti ini mengaku kedainya kecil karena dia menyesuaikan dengan budget yang ada miliknya. Meskipun kecil saya salut dengan keseriusan Ti menggarap kedai kopi yang ternyata sudah sangat tersohor di seantero negeri bahkan di kalangan turis mancanegara. Ti sendiri mengatakan bahwa dia belajar menjadi barista secara otodidak dan dari mana saja. Kopi racikannya nikmat, bahkan piccolo latte miliknya juga sangat layak diacungi jempol.

Piccolo Latte
Piccolo Latte

Jika kamu mengunjungi Graph Cafe beramai-ramai dengan teman-teman, jangan khawatir kafe ini tak mampu menampung banyak orang. Karena kamu bisa memilih duduk di luar dan dengan seru duduk di depan kedai sambil memerhatikan manusia lalu lalang. Oh iya, Graph Cafe buka mulai dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Saya juga baru tahu kalau rata-rata kedai kopi di Chiang Mai hanya beroperasi sampai sore saja. Tidak seperti di Indonesia yang jam beroperasinya lebih panjang.

Interior Graph Cafe. Ruangan ini hanya mampu menampung tujuh orang
Interior Graph Cafe. Ruangan ini hanya mampu menampung tujuh orang

Tak hanya kedai kopi, Graph juga memiliki Graph Café dilokasi terpisah yang menjual main course dan snack. Jika kamu mengunjungi Chiang Mai, cobalah mampir ke kedai kopi layaknya surga mini tersembunyi ini. Buat saya kedai kopi ini mengawali pengalaman minum kopi menyenangkan di awal perjalanan.

 GRAPH CAFE

 Ratvithi Lane 1, T.Sriphoom, Muang

Chiang Mai, Thailand

 

 

mesin-espresso

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.