GREEN VILLAGE CAFÉ: PERSINGGAHAN HANGAT DI DESA NISEKO YANG DINGIN

Salju dan romantismenya memang tak bisa dipisahkan begitu saja. Kemunculan kopi di antara gigil dan dingin menyempurnakan keindahan yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata.

Ramainya pengunjung yang mencari hangat
Ramainya pengunjung yang mencari hangat

APA yang kamu bayangkan ketika mendengar kata salju? Putih, dingin, romantis dan tentunya memberikan ngilu sampai ke tulang? Untuk saya salju adalah sebuah keindahan yang meski tak selalu mudah mengahadapinya (karena dingin sekali), mampu memberi pengalaman yang tak terlupakan. Untuk itulah saya melakukan perjalanan ke Desa Niseko Hokkaido Jepang pada awal Februari yang nota bene memang merupakan peak season untuk mereka yang ingin melakukan olah raga ski.

green-village-cafe-niseko-hokkaido
Yuk ngopi dulu!
Manual grinder klasik
Manual grinder klasik

Bertempat di Grand Hirafu sebuah ski resort di Desa Niseko di bawah kaki Gunung Niseko Annupuri petualangan saya di antara salju pun dimulai. Sepanjang mata memandang hanya hamparan salju saja yang terlihat menggunung-gunung. Rasa dingin dengan suhu minus pun tak terlalu dipikirkan lagi mengingat keindahan yang langsung jatuh di depan mata. Bayangkan hujan salju turun pelan dan suasanan seketikan memukau bak di film-film. Kesempurnaan ini semakin lengkap saat saya bertemu sebuah kedai kopi kecil yang menawarkan kehangatan.

Riuhnya orang-orang yang butuh kafein
Riuhnya orang-orang yang butuh kafein

Sebagai orang yang tinggal di negara tropis dan tak terbiasa dengan salju, segala romantisme salju ternyata memberi gigil yang tak tertahankan juga. Satu-satunya hal yang harus dilakukan dan seketika muncul di kepala saya adalah secangkir kopi. Kebetulan siang itu saya dan teman-teman memang belum mencecap kafein. Untungnya di Grand Hirafu Resort ini ada sebuah coffee shop cantik yang berdiri gagah.

Ngopi dulu biar hilang dingin itu
Ngopi dulu biar hilang dingin itu

Nama coffee shop tersebut adalah Green Village Café. Kedai kopi ini tampak begitu menonjol di hamparan salju yang terbentang luas. Siang itu Green Village Café dipenuhi mereka yang ingin mencari hangat. Kebanyakan pengunjungnya adalah mereka yang ke sini untuk bermain ski dan beristirahat sejenak untuk mengisi amunisi kafeinnya. Coffee shop ini tak terlalu luas dengan desain interior kayu yang begitu apik. Kayu-kayu memberi hangat yang pasti. Menjadi tempat berlindung dari hujan salju yang begitu ganas menyerang.

Suasana coffee bar!
Suasana coffee bar!
Coffee of the day!
Coffee of the day!

Setelah terkesima berkeliling kedai kopi, mata saya tertuju pada coffee bar yang berpenghuni alat-alat kopi keren. Meski berada di sebuah desa bersalju, Green Village Café tak main-main memilih coffee gear untuk coffee shop-nya. Mesin espresso La Cimbali 2 Group dipercaya menjadi jagoan kedai kopi ini. Dibantu dengan automatic grinder Conti dan Nuova Simonelli Mythos One. Ah, alat-alat ini tak berhenti bekerja sedari tadi. Maklum banyak manusia yang butuh kopi tak henti-henti.

Secangkir long black nan nikmat
Secangkir long black nan nikmat

Saya sendiri memesan coffee of the day mereka yaitu Tanzania Kilimanjaro Kibo AA. Sepertinya ini adalah long black ternikmat setelah seharian bermain ski dan bersalju ria. Rasa long black-nya itu high acidity, fruity dan sudah pasti medium body. Tak lengkap rasanya ngopi tanpa ditemani camilan manis. Jadilah saya memesan dua slices cheese cake yang creamy dan tak terlalu manis. Sungguh cocok disandingkan dengan long black saya yang nikmat. Untuk yang tak suka kopi bisa memilih aneka teh yang bisa dijadikan teman pencari hangat.

Menonton salju yang turun tak henti-henti
Menonton salju yang turun tak henti-henti
Biji kopi yang siap dibawa pulang
Biji kopi yang siap dibawa pulang

Memang begitu berbeda rasanya pengalaman kopi di Desa Niseko yang damai dan indah ini. Secangkir kopi, percakapan dan salju yang turun satu-satu adalah sebuah kesatuan yang jarang saya dapatkan. Tak menyesal memang memilih ngopi di Green Village Café yang meskipun siang itu dipenuhi pengunjung tapi tetap mampu memberikan kenyamanan untuk para pengunjungnya. Saya merasa beruntung bisa duduk di dekat jendela dan sejenak melupakan riuhnya manusia di kedai kopi. Meneguk kopi dan menontoni keindahan alam di depan mata adalah sesederhananya kebahagiaan.

Kebahagiaan siang ini
Kebahagiaan siang ini
Ada yang tahu ini apa?
Ada yang tahu ini apa?

Untuk kalian yang ingin merasakan pengalaman yang sama, sila mampir ke Desa Niseko Hokkaido pada Februari karena memang ini adalah peak season. Desa ini terkenal dengan snow powder yang maha-dahsyat yang menjadi salah satu atraksi wisatanya. Tak cukup rasanya menggambarkan betapa asiknya ngopi di sini karena merupakan sebuah pengalaman yang mungkin seumur hidup tak mampu saya lupakan.

 

Green Village Café

Grand Hirafu Ski Resort

Niseko Village

Hokkaido, Jepang

PAKET CAFE

 

 

 

863 total views, 2 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.