GROUNDSTORY CAFE SINGAPORE

Groundstory adalah sebuah tempat yang tak hanya berbicara soal kopi tetapi keindahan artistik yang menyentuh seluruh bagian kafe.

SALAH satu hal yang membuat saya senang main ke Singapura berkali-kali adalah nyamannya berjalan kaki keliling kota. Kadang-kadang saya tak peduli tujuannya kemana dan hanya mengikuti irama kaki saja. Saat berjalan menelusuri kawasan North Bridge Street dan hendak menuju ke Tolido’s Nook Espresso, mata saya menangkap sebuah tulisan “Groundstory” di salah satu gedung berkanopi. Meski awalnya ragu, akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk singgah.

Dari jendela kaca saya mengintip ke dalam Groundstory yang ternyata penuh dengan benda-benda handy craft yang menggoda. Benar saja, saat memasuki kedai kopi ini saya langsung ‘ngeh’ kalau Groundstory bukanlah kedai kopi biasa. Groundstory adalah kafe yang merangkap toko dan galeri yang menjual benda-benda kerajinan yang cantik dan unik. Barang-barang yang dipajang di sini menambah unsur artistik kedainya. Saya tak henti-henti mengagumi aneka benda yang diletakkan bebas begitu saja.

Di coffee bar seorang barista tampaknya sudah menunggu. Di sini berlaku layanan self-service sehingga saya pun buru-buru memesan. Meski bukan kedai kopi spesialti, Groundstory tidak main-main dalam memilih mesin kopi. Setidaknya sebuah mesin kopi cantik Synesso ada bertengger di situ. Karena habis jalan kaki panjang dan cuaca sedang panas saya memesan secangkir iced americano dan teman saya memesan caffe latte yang diganti dengan soya milk karena dia tidak bisa mengonsumsi dairy product.

Groundstory ternyata menggunakan biji kopi dari Common Man Roasters yang tentu saja sudah tersohor di seluruh penjuru Singapura. Rasa iced americano saya cukup lumayan untuk standar kedai yang memang bukan berfokus pada kopi. Sedangkan latte with soya milk yang sempat saya teguk sedikit terasa sangat ‘aneh’ untuk saya. Soya milk-nya agak menggumpal meski teman saya tampak oke-oke saja dengan minumannya.

Di Groundstory ini tidak disediakan menu filter coffee dan makanan besar. Untuk camilan mereka memiliki aneka cake dan pastry yang bisa jadi teman ngopi sambil menikmati ambience-nya yang sangat asyik. Groundstory menurut saya adalah tipikal kafe yang tenang. Cocok menjadi markas untuk kamu yang suka menyendiri bekerja atau membaca buku. Oh iya, bisa juga dijadikan pilihan untuk berkencan karena cukup menjaga privasi.

Salah satu hal yang menyenangkan dari ngopi di sini selain ketenangannya adalah benda-benda yang digunakan indah sekali. Mulai dari cangkir yang unik dan handmade sampai dengan gelas-gelas yang bentuknya berbeda dan bernilai seni. Kursi dan meja juga terbuat dari tangan-tangan terampil sehingga saya tak henti-henti mengagumi dengan meraba dan menatapnya lekat-lekat.

Saat ngopi sesekali tamu-tamu yang ingin membeli hasil kerajinan yang dijual di sini mampir. Meski begitu kehadiran mereka tidak mengganggu suasana ngopi yang dari tadi sudah terjaga ketenangannya. Oh iya, untuk kamu yang sangat peduli dengan foto dan segala sesuatu yang Instagram-genic, Groundstory adalah tempatnya. Tapi ingat, jangan sampai terlalu heboh foto sehingga mengganggu ketenangan pengunjung lain ya.

Untuk saya Groundstory mungkin tidak memenangkan hati dalam urusan ngopi. Tapi untuk kenyamanan dan kekaguman saya tentang sebuah tempat yang isinya berkisah, Groundstory bisa jadi satu nama yang tak terlupakan. Mampirlah ke Groundstory dan kelak boleh berterima kasih pada saya karena sudah menulis ini. Ha-ha-ha. Selamat mampir ya!

Groundstory 

756/758 North Bridge Road Singapore 198726
Telepon: +65 6297 6166
9:00am – 5:30pm (Tues – Fri), 12:00pm – 4:30pm (Sat – Sun)

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.