ICE 2019 REGIONAL BARAT: MENJARING KONTESTAN MENUJU LAGA NASIONAL

Salah satu event kopi terbesar di Indonesia telah memulai rangkaian panjang pergelarannya—dan itu dimulai dari barat.

INDONESIA Coffee Event (ICE) sebagai sentral yang menaungi berbagai kompetisi kopi bergengsi di Indonesia baru saja menyelesaikan penyisihan regionalnya pada 11-16 Januari 2019 lalu di Bandung. Eliminasi tahap awal yang menyaring kontestan untuk wilayah Indonesia Barat (meliputi Sumatera, Banten, Jakarta, Bogor, Jawa Barat dan Kalimantan) ini dilakukan di dua tempat berbeda, yaitu di 5758 Coffee Lab dan Noah’s Barn yang selama ini terkenal sebagai “tuan rumah berbagai event kopi penting di Bandung”.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai cabang kompetisi utama ICE seperti Indonesia Barista Championship (IBC), Indonesia Brewers Cup (IBrC), Indonesia Latte Art Championship (ILAC), dan Indonesia Cup Tasters Championship (ITCT) masih menjadi agenda utama. Namun, tahun ini geliatnya sedikit lebih menarik. Peserta yang antusias mengikuti lomba bukan lagi sekadar barista professional yang berasal dari kedai-kedai kopi besar, tapi juga para penyeduh rumahan. Home brewers, istilah kerennya. Konon, tiket pendaftaran untuk dua pertandingan favorit ICE, yaitu cabang Brewers (IBrC) dan Barista (IBC) pun habis hanya dalam hitungan jam. Sungguh kopi adalah lahan yang kian menggiurkan belakangan ini.

Luar arena ICE 2019 yang ramai oleh pengunjung.
Indonesia Latte Artist: mana Robby, mana Ovie?
Para peserta dan penonton di ICE 2019 yang sama antusiasnya.

Pada jajaran kompetitornya, sejumlah nama-nama yang tak asing seperti Muhammad Aga, Harison Chandra, Yoshua Tanu, Robby Firlian dan Yessylia Violin kembali mencoba peruntungan. Di sisi lain, wajah-wajah baru yang maju dari jalur independen jumlahnya juga tampak signifikan.

“Bursa transfer pemain” pada musim ICE 2019 kali ini termasuk salah satu poin yang menarik untuk disimak. Harison Chandra yang umumnya selalu setia mengikuti kompetisi Brewers, tahun ini beralih arah dengan mengikuti kompetisi Barista. Sebaliknya, Yoshua Tanu yang sebelumnya tampak konsisten di kejuaraan IBC tahun ini justru memberi kejutan dengan mengikuti kompetisi Brewers. (Mungkin mereka sedang membutuhkan suasana segar untuk mengeksplorasi keingintahuannya).

Pak Leo, processor dari Lisa and Leo Organic Coffee Farm—yang pada 2018 lalu kopinya dibawa Muhammad Aga ke IBC dan menjadi juara—pun tak ketinggalan meramaikan kemeriahan panggung IBrC dengan turun langsung menjadi kontestannya.

Reza Sulaiman dari Pigeon Hole Coffee mengukir lukisan pada latte-nya.
Zulkifli Nurman, perwakilan dari Rimbun Coffee Padang berusaha meyakinkan para juri sambil berkonsentrasi memperhatikan durasi waktu.
Para judges menyimak presentasi Christian Lie, barista dan roaster dari Instinct Roastery Jambi, dengan penuh penghayatan.
Azis dari Otten Coffee meracik kopi andalannya.

Salah satu sorotan istimewa pada kompetisi Brewers tahun ini adalah peraturan bahwa semua peserta wajib membawa kopi Indonesia untuk dipresentasikan. Sebuah keputusan bagus dari panitia ICE 2019 yang layak diapresiasi. Peraturan ini, mau tak mau, jadi mengharuskan para peserta untuk memburu biji-biji kopi terbaik dari berbagai wilayah Indonesia sejak jauh-jauh hari sebelum kompetisi dimulai. Dan panggung ICE regional Barat kemarin adalah bukti bahwa kualitas kopi dari tanah air sebetulnya tidak kalah cemerlang dibandingkan kopi-kopi dari Afrika atau Amerika Latin—jika diproses dan diperhatikan dengan baik. Saya sempat mencicipi kopi asal Jawa Barat milik salah satu peserta yang dibawa ke kompetisi. Rasanya benar-benar menakjubkan, dengan sweetness yang cukup intens, aroma floral yang dominan, dan rasa yang tetap konsisten meskipun suhunya turun. Mirip karakter kopi-kopi Geisha yang selama ini diandalkan untuk “cari aman”.

Robby Firlian menyiapkan espresso untuk lattenya dengan khidmat.
Para juri IBC memberikan penilaian dengan fokus.
Waldy, kompetitor dari Rimbun Coffee Padang menekankan betapa pentingnya pesan dari 5758 Coffee Lab ini.

Setelah melewati hampir satu minggu yang mengesankan, berbagai kompetisi besutan ICE untuk regional barat akhirnya tiba pada kesimpulan. Penyisihan pertama ini menghasilkan para pemenang yang sukses meraih tiket 6 Besar ke babak selanjutnya.

Dari cabang Indonesia Latte Art Championship (ILAC) 2019, daftar 6 Besar adalah Robby Firlian (St. Ali), M. Ramiz Abdul Jabbar (Dua Coffee), Ovie Kurniawan (PT. Republik Kopi Bandung), Jessy Andra Sari (St. Ali), Parulian Sihombing (Ottoman’s Coffee Brewers), dan Umar Hasan (Djournal Coffee).

Sementara itu 6 Besar untuk Indonesia Brewers Cup (IBrC) 2019 adalah Monika D.J Zendrato (PT. Gordi Kreasi Indonesia), Yoshua Tanu (Common Grounds Coffee Roastery), Andi Baginda Adiputra (Starbucks Mall Puri Indah), Santoso Ardiansyah (A Tale of Two Coffee Beans), Muhammad Fakhri, dan Josephine.

Top 6 Besar pada Indonesia Barista Championship (IBC)  2019 adalah Yessylia Violin (Common Grounds Roastery), Mikael Fransiskus M.J (PT. Republik Kopi Indonesia), Muhammad Aga (Shoot Me In The Head), Raymond Ali (Luthier Coffee), Ananditya Rinaldi, dan Otto Hidori (Curious People).

Ranking Indonesia Cup Tasters Championship (ITCT) 2019 diisi oleh Yessylia Violin (Common Grounds Roastery), Seto Herusatmoko (PT. Wibrosky Coffee), Nick Claysius (Contrast Coffee), dan Desna Rahman Syairulloh (PT. Kopiku Indonesia).

Selamat untuk seluruh pemenang ICE wilayah barat, dan sampai ketemu di event kopi berikutnya!

 

Foto-foto: dokumentasi Otten Coffee, dan Aldi Satyadharma, Rezky Ikhwan.

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menggemari komik, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.