INDONESIA COFFEE EVENTS 2018: MENCARI WAKIL INDONESIA UNTUK PANGGUNG DUNIA

Perhelatan kopi yang konon dianggap salah satu terpenting di Indonesia telah selesai digelar dan menyisakan tiga pemenang yang siap diutus ke pentas global.

RANGKAIAN penyisihan, baik untuk masing-masing wilayah barat dan timur, berbagai kompetisi kopi yang berada di bawah naungan Indonesia Coffee Events yang merupakan produsen kegiatan-kegiatan premier untuk komunitas kopi se-Indonesia telah dimulai sejak awal tahun 2018. Masing-masing cabang kompetisinya seperti Brewers Cup, Latte Art, Cup Tasters dan sebelumnya Barista Championship (yang dimenangi oleh Muhammad Aga dari SMITH Jakarta dan kompetisi globalnya baru saja berakhir pada Juni lalu di Amsterdam, Belanda) menyisakan total 18 Juara yang kemudian berlaga kembali untuk partai final pada 18-20 Juli 2018 lalu.

Event puncak Indonesia Coffee Events kali ini mengambil tempat yang bersamaan dengan pergelaran Hotelex Indonesia, yaitu expo perlengkapan hospitality dan layanan makanan termasuk alat-alat kopi spesialti berskala internasional. Kegiatan ini diadakan di JIExpo Kemayoran Jakarta yang kerap dijadikan tempat hajatan acara-acara akbar.

Expo ini juga “dihadiri” oleh produsen mesin-mesin espresso.
Piala dari masing-masing kompetisi yang siap diberikan kepada para Juara.
Antusiasme pengunjung yang ingin menyaksikan kompetisi.

Memasuki babak final, ada total 18 finalis yang tersisa dari ketiga kompetisi brewers, latte art, maupun cup tasters. Dari cabang Latte Art (ILAC) yang kompetisinya umumnya menyoroti kemampuan para finalis menampilkan keterampilan artistik mereka untuk melukis pola-pola rumit dalam cangkir kopi menyisakan 6 finalis akhir, yaitu Robby Firlian (dari St Ali Jakarta), Restu Sadam (Hungry Bird Bali), Ovie Kurniawan (Republik Kopi Bandung), Septian (PT Kopi Nusantara), Ramiz Abdul (Dua Coffee), dan Junaidi (Papa&Mama Bakery). Pemenang kategori ini adalah Robby Firlian dari St. Ali.

Robby Firlian sebagai Juara ILAC 2018.

Sementara cabang kompetisi Cup Tasters Championship (ICTC) yang menantang keahlian para cupper professional untuk menunjukkan kecepatan, keterampilan dan akurasi mereka dalam mendeteksi perbedaan citarasa yang ada dalam beberapa cangkir kopi spesialti menampilkan 6 finalis yang performanya pun tak kalah menakjubkan. Pemenang kategori ini adalah Yessylia Violin dari PT. Kopi Nusantara.

Para Juara Indonesia Cup Tasters Championship 2018.

Brewers Cup (IBrC) termasuk cabang kompetisi favorit. Kompetisi ini umumnya menyoroti seni menyeduh kopi secara manual dan sekaligus mempromosikan tekniknya, juga menampilkan keahlian skill servis para finalis. Para finalis yang melaju ke babak final Indonesia Brewers Cup yaitu Ryan Wibawa (Starbucks Indonesia, juara IBrC 2016), Harison Chandra (Ottoman’s Coffee Brewers, juara IBrC 2017), Hiro Panji Lesmana (Common Grounds Surabaya), Michail Seno (Hungry Bird Bali), Christian Lie (Instinct Roastery), dan Handi Maharjana (independen). Pemenang untuk kategori Indonesia Brewers Cup 2018 adalah Hiro Panji dari Common Grounds Surabaya.

Hiro Panji, Juara IBrC 2018.

Menariknya, Hiro mengalahkan dua mantan Juara IBrC dan memiliki skor kompetisi paling tinggi pada babak penyisihan regional timur sehingga ia otomatis didaulat melaju ke final. Pada presentasi final, Hiro menggunakan single origin Jose Alfredo dari Ninety Plus. Kopi ini berasal dari Gesha Estate, di Silla de Pando, Volcan, Panama yang memiliki ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut. (Wilayah Volcan memang terkenal sebagai daerah penghasil kopi-kopi berkualitas yang kerap digunakan oleh para Juara. Chad Wang tahun lalu pun menggunakan kopi yang berasal dari daerah ini).

Menurut penjelasan dari presentasinya, kopi Jose Alfredo yang digunakan Hiro ditanam di daerah yang memiliki suhu iklim mikro. Umumnya daerah Silla de Pando memiliki suhu maksimal 30°C saat siang, dan 8°C saat malam. Tingkat kelembaban 80% yang dimiliki daerah ini juga ikut memperpanjang periode matangnya ceri kopi. Kopi yang dipanen kemudian diproses dengan metode fermentasi anaerobik khusus, sebelum akhirnya dijemur di atas raised beds. Hasilnya adalah kopi yang memiliki karakter manis (sweetness) yang sangat kuat.

Hiro, menyeduh dengan percaya diri.
Time!

Para pemenang dari masing-masing kompetisi ini akan dikirim untuk mewakili Indonesia ke Belo Horizonte, Brazil pada 7-9 November mendatang, mengikuti lanjutan kompetisi berskala global World Coffee Events pada event Brazil International Coffee Week.

Selamat untuk para pemenang! Selamat bertanding di pentas dunia, dan semoga berhasil mengharumkan nama Indonesia.

Sampai jumpa di event kopi berikutnya.

 

Foto-foto lainnya merupakan courtesy Lintanglanthip untuk Otten Coffee.

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

3 Comments
  1. Hi, There’s one more finalist for brewers Cup 2018, Handi Maharjana from Bandung. It was not mentioned in the news.

Leave a Reply

Your email address will not be published.