INDONESIA COFFEE EVENTS 2019: FINAL YANG MENYEGARKAN

Rangkaian penyisihan Indonesia Coffee Events di kedua regional barat dan timur akhirnya tiba pada perhelatan puncak, dan memberikan kejutan yang gres.

SETELAH menyeleksi banyak sekali barista berbakat dari kedua wilayah Indonesia Barat dan Timur sejak awal tahun lalu, kegiatan Indonesia Coffee Events yang membawahi berbagai kompetisi kopi bergengsi seperti IBC (barista), IBrC (brewers), ILAC (latte art), dan ICTc (cup taster) tiba pada partai puncaknya dan digelar di Jakarta pada 22-24 Februari lalu.

Seleksi dari kedua regional sebelumnya telah memberikan total 24 kompetitor dimana mereka kemudian harus bertanding kembali di partai final ini untuk memerebutkan tiket nasional sebagai Juara yang mewakili Indonesia ke perhelatan puncak dunia di Boston dan Berlin mendatang.

Indonesia Coffee Events tahun ini mengusung tema Coffee Connects People yang tampaknya sekaligus harapan untuk mengumpulkan dan menyatukan para pencinta kopi dimanapun berada dalam satu acara. (Dan tampaknya cita-cita itu berhasil melihat banyaknya antusiasme para pengunjung yang hadir dan memadati venue ICE sejak hari pertama).

Ada yang menarik pada perhelatan ICE tahun ini, salah satunya adalah pada pergelaran IBrC. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, compulsory IBrC hanya diadakan satu kali saja yaitu hanya di tahap regional maka di tahun ini salah satu menu wajib para brewers itu diadakan dua kali, yaitu di tingkat regional dan juga nasional. Dengan kata lain, para brewers yang lolos ke babak nasional kembali harus melakukan compulsory di Jakarta. Selain itu, para juara regional IBrC di kedua wilayah barat dan timur otomatis langsung mendapatkan tiket ke final dan dipertemukan dengan 6 peserta lain yang telah diseleksi melalui penyisihan nasional.

Yang berbeda pada pergelaran ICE 2019 juga tampak dari tambahan kegiatan yang diselenggarakan. Tahun ini mereka turut mengadakan coffee village, semacam “zona khusus” yang berisikan barisan gerai kedai kopi, dan roastery sehingga para pengunjung dapat mendatangi kedai-kedai kopi favorit mereka, atau berkesempatan mengenal gerai kopi yang sebelumnya barangkali belum pernah mereka dengar. Bukan hanya pergelaran dan kompetisi, pada event ICE 2019 ini diadakan pula cupping session yang dimotori oleh berbagai roastery terkenal seperti 9 Cups, Dua Coffee, Irenk Beans, Smith, Juno, Say Something, Smoking Barrels, dan Mother Pigeons. Meskipun sesi ini berbayar, tapi para pesertanya yang mengikutinya sudah dapat mencicipi dan menikmati berbagai kopi nikmat yang disajikan oleh para roastery tersebut.

Pasar kopi pada ICE 2019
Regina Tay mendampingi Yoshua Tanu.
Ryan Wibawa.
Muhammad Fakhri, home brewer yang berhasil membawa pulang piala.
Salah satu bagian pada sesi IBC.

Pada kompetisi sendiri, salah satu bagian yang menarik adalah kehadiran Regina Tay, seorang pegiat kopi dari Singapura yang menjadi coach Yoshua Tanu di IBrC tahun ini. Lalu Ryan Wibawa yang sebelumnya terkenal sebagai legenda Starbucks Indonesia tahun ini berpartisipasi dalam jalur independen. Memasuki final, kejutan yang dihadirkan berbagai kompetisi ICE 2019 semakin tak kalah menarik dengan sebagian besar daftarnya diisi oleh wajah-wajah baru, dan tidak ada juara bertahan dari tahun lalu di urutan pertamanya.

Daftar lengkap para Juara event ICE 2019 selengkapnya:

Juara IBC

  1. Mikael Fransiskus MJ (PT REPUBLIK KOPI)
  2. Muhammad Aga (SHOOT ME IN THE HEAD)
  3. Yessylia Violin (COMMON GROUNDS COFFEE ROASTERY)

 

Juara IBrC

  1. Muhammad Fakhri (Independent)
  2. Evelyne Yamin (SENSORY LAB)
  3. Ryan Wibawa (Independent)

 

Juara ILAC

  1. Restu Sadam Hasa (HUNGRY BIRD COFFEE)
  2. Robby Firlian (ST ALI)
  3. Muhammad Ramiz Abdul (INDEPENDENT)

 

Juara ICTC

  1. Rahmat Fatrianto (KOPITEORI)
  2. Yessylia Violin (COMMON GROUNDS COFFEE ROASTERY)
  3. Bilal Nusantara (UPNORMAL COFFEE ROASTER)

 

Selamat untuk semua Juara, semoga berhasil mengharumkan nama bangsa dan sampai bertemu di event kopi berikutnya. 


Penulis: Bryan Virnando, dan Yulin Masdakaty
Editor : Yulin Masdakaty

 

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.