INLE HERITAGE HOUSE CAFE & RESTAURANT MYANMAR

Mungkin destinasi ngopi saya kali ini adalah yang paling unik selama perjalanan ke Myanmar kali ini. Selain di atas danau, tempat ini juga merupakan rumah sebuah keluarga yang termasuk kawasan yang dilindungi.

INLE Lake memang memberi keunikan tersendiri. Tak seperti danau-danau yang pernah saya kunjungi sebelumnya, Inle Lake memberi kejutan manis yang tak melulu soal keindahan alam semata, tetapi juga budaya dan manusia yang berinteraksi di sana. Setelah berkeliling danau mulai dari hotel, desa terapung hingga ke tempat pembuatan kerajinan perak, akhirnya perahu kecil kami melaju ke sebuah tempat unik bernama Burmese Cats Village.

Sebagai pecinta kucing sungguh ini adalah kebahagiaan. Sayangnya bahagia berhenti sesaat dikarenakan Burmese Cats Village ini sudah tutup saat kami sampai. Maklum sudah sore memang. Tak apalah, di sini juga ada sebuah restoran dan kafe yang bisa dijadikan persinggahan karena memang bertepatan dengan waktu ngopi siang ke sore. Inle Heritage House Cafe & Restaurant ini adalah sebuah tempat yang berdiri di atas danau. Semua bangunannya terbuat dari kayu dan ternyata dahulunya adalah rumah tradisional yang masih dijaga baik.

Ada ruangan-ruangan yang masih dibiarkan seperti dahulu kala. Ada kamar tetua, tempat ibadah dan tentu ruangan penuh kursi dan meja yang bisa digunakan pengunjung untuk bersantai. Kami memilih duduk di bagian luar dengan pemandangan Danau Inle dan langit biru sejauh mata memandang. Angin sepoi-sepoi melengkapi kesyahduan sore yang sedap.

Saya tentu berkeliling tempat ini. Dan dimana-mana saya menemukan dekorasi bertema kucing. Mulai dari lukisan di dinging hingga pajangan. Di sisi belakang ada ruangan yang menjadi coffee bar tempat kopi diracik dengan baik. Cukup surprise karena mereka menggunakan mesin espresso Orchestrale Radiofonica yang indah dan tangguh. Di antah berantah Myanmar menemukan mesin kopi yang familiar rasanya mengharukan. Ha-ha-ha.

Karena hanya berniat ngopi dan ngemil saja, saya dan teman-teman memutuskan tidak makan ‘berat’ di sini meski menu makanan juga tersedia. Kami memesan long black, cafe latte dan cappuccino. Sedangkan snacks-nya ternyata banyak juga pilihannya. Kami memesan pannacota yang ternyata datang bersama buah-buahan segar, chocolate lava cake dan aneka kukis. Meski awalnya tidak berekspektasi tinggi karena takut kecewa, kami cukup puas dengan makanan ini. Persentase bagus, sebagus rasanya!

Sedangkan untuk kopinya rasanya standar saja, tidak buruk tapi tidak juga mengagumkan. Meski begitu kami tetap bisa menikmati kopi yang diracik oleh perempuan-perempuan Myanmar yang busana dan dandanannya sangat kami kagumi. Mereka semua tampak bersenang-senang di coffee bar dengan wajah ber-tanaka (bedak di pipi khas Myanmar).

Rasa-rasanya kami tak ingin cepat-cepat meninggalkan Inle Heritage House Cafe & Restaurant ini, tapi kami juga tidak mau ketinggalan untuk menyaksikan senja terbaik di Inle Lake. Oh iya, sebelum bertolak, kami menyempatkan diri singgah ke toko souvenir yang berada di bagian depan kafe. Ada macam-macam souvenir khas Inle dengan harga terjangkau yang bisa dibeli.

Jika kalian mampir ke Inle Lake Nyaung Shwe, jangan lupa mampir ke sini. Tapi kalau bisa datanglah saat Burmese Cats Village beroperasi jadi bisa bertemu banyak kucing dan main dengan mereka. Jangan seperti saya yang hanya bisa melihat kucing-kucing dari jauh dan dihalangi oleh pembatas juga. Sedih!

Inle Heritage House Cafe & Restaurant

Inle Lake, Nyaung Shwe, Shan State,

Myanmar

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.