ISTILAH SAMPEL BIJI KOPI YANG SERING DIGUNAKAN GREEN BEAN BUYER

Sebelum membeli biji kopi green bean dalam jumlah yang banyak, paling umum yang sering dilakukan adalah memperkenalkan biji kopi kepada calon pembeli dengan mengirimkannya sampel biji kopi, ada yang memberikan harga khusus dan ada juga yang mengharuskan calon pembeli untuk membelinya dengan harga normal, tergantung strategi pemasaran tiap pemasok biji kopi.

PARA pembeli biji kopi dan tentunya juga sebagai pemasok biji kopi, istilah sampel biji kopi sudah sangat familiar. Biasanya pertama sekali, sebelum melakukan kerja sama untuk menyuplai biji kopi secara berkala pada pembeli, sampel biji kopi menjadi bahasa komunikasi dalam jual beli di industri kopi. Apakah sampel biji kopi sesuai dengan kebutuhan calon pembeli, atau sampel biji kopi malah tidak memenuhi ekspektasi. Karena sebaik-baiknya komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemasok biji kopi, tentu sampel biji kopiakan selalu jujur perihal karakter rasa. Ini sebabnya, bagi para pemasok biji kopi harus memperhatikan sentuhan awal ketika mengirimi sampel biji kopi, jangan mengirimkan sampel biji kopi yang tidak sesuai.

Standar banyaknya sampel green bean yang dikirim ecara umum 200 gram, namun demikian berapa gram biji kopi sebagai sampel sesuai kebutuhan calon pembeli. Jika pun mengharuskan untuk memberikan harga normal kepada calon pembeli, tidak menjadi permasalahan serius sebab calon pembeli juga sudah mengerti biaya-biaya apa saja yang harus dibayar pemasok demi sampel green bean yang mereka inginkan. Setelah sampel biji kopi sampai ke tangan calon pembeli, maka kemudian sampel biji kopi ini akan dievaluasi, apakah karakter rasa dari biji kopi sesuai dengan yang dikatakan pemasok biji kopi. Semua ini tentang usaha untuk memastikan apakah kualitas dari biji kopi sesuai dengan yang mereka harapkan, atau seberapa tinggi tingkat defect dari sampel biji kopi green bean. Melalui cupping session, biji kopi akan dievalusi oleh beberapa orang tidak hanya satu orang, hal ini untuk lebih memastikan semua orang yang melakukan cupping session mendapatkan taste notes yang sama.

credit: coffeeenemas.com.au

Tiap calon pembeli punya metode masing-masing dalam mengevaluasi biji kopi, berikut 2 istilah jenis sampel biji kopi yang umum digunakan di hampir banyak negara produsen kopi.

SAMPEL DAY-LOT
Berkaitan tentang bagaimana seorang penjual biji kopi memberikan pengalaman bagi para calon pembeli melihat langsung ketika panen tiba. Dan menjelaskan tentang lokasi tanaman seperti apa, dari mulai tanahnya, ketinggian, dan faktor apa pun yang mampu mempengaruhi kualitas biji kopi itu sendiri. Sekilas mungkin hampir mirip tour ke kebun kopi, dan langsung melihat bagaimana tipe pohon kopi, dan kemudian tidak jarang dilakukan cupping session di tempat. Pada kesempatan ini, tentunya para cupper akan mengetahui faktor apa saja yang membentuk karakter rasanya.

SAMPEL BERDASARKAN TIPE
Sampel ini yang sering dilakukan oleh para penjual green bean, juga memudahkan para calon pembeli dan menghemat waktu tidak perlu langsung melihat lokasi panen. Dengan sampel yang diberikan, sudah mewakili seperti apa karakteristik biji kopi yang akan mereka pesan nantinya pada penjual. Dan umumnya dari sampel yang diberikan sudah cukuplah untuk mengevaluasi biji kopi yang akan mereka beli.

  • Offer Sample – Sampel yang diberikan oleh produsen, koperasi atau eksportir untuk menawarkan biji kopi ke banyak calon pembeli. Apakah itu dengan mengambil sedikit masing-masing dari beberapa karung green bean, kemudian di satukan dalam satu plastik sampel. Atau bisa saja, dengan mengambil beberapa dari 1 karung untuk mewakili semuanya.
  • Pre-Ship Sample – Sampel yang diambil sebelum green bean dikirim melalui pengiriman kontainer. Karung-karung green bean yang akan dikirim dan dimasukkan ke kontainer, sebelum itu diambil beberapa biji kopi untuk sampel. Namun, terkadang offer sample dan pre-ship sample disatukan, hanya satu sampel yang akan diberikan untuk memastikan kualitas biji kopi masih sesuai harapan. Hal ini tergantung rentang waktu dari produsen mengirimkan biji kopi dan jeda waktu biji kopi akan dikirimkan.
  • Arrival Sample – Sampel yang diambil, ketika karung-karung green bean telah sampai pada gudang-gudang penyimpanan. Metode pengambilan sampel ini tergantung pemasok, apakah diambil sebagian secara keseluruhan atau diambil masing-masing dari keseluruhan biji kopi.
  • Spot Sample – Berkaitan dengan pembelian biji kopi yang dilakukan ketika biji kopi yang datang, kemudian calon pembeli lokal langsung membelinya, tanpa biji kopi mengalami masa penyimpanan yang lama saat biji kopi baru pertama kali sampai di gudang penyimpan.

Sampel biji kopi sangat perlu untuk mengetahui kualitas biji kopi, apakah itu sebelum kerja sama terjalin atau pun selama kerja sama sedang berlangsung. Sampel biji kopi bukan hanya untuk bahan pertimbangan evaluasi, tapi juga semacam memantau kualitas selama pengiriman jika biji kopi dipesan dari daerah yang jauh.

Disadur dari buku “Dear Coffee Buyer” karya Riyan Brown, dari Medium.com “Green Coffee Sample Types and Terms” karya Rachel Northrop img: greenbrrew.com

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.