JÄGERMEISTER MERILIS KOPI COLD BREW (DAN TAMPAK MENJANJIKAN)

Gelombang tren kopi cold brew nyatanya sanggup melanda siapa saja, termasuk pembuat liqueur paling terkenal sekalipun.

SEJAK beberapa tahun lalu, kopi cold brew atau dikenal juga dengan istilah kopi seduh dingin, telah diprediksi menjadi gelombang kopi berikutnya. Gelombang keempat, the fourth wave, yang disebut-sebut akan menjadi estafet selanjutnya setelah era manual brew. Kompetisi kopi yang khusus mempertandingkan kehebatan baristanya meracik cold brew (dan sama seriusnya seperti kompetisi barista, brewers, atau latte art) pun pernah dilakukan pada 2016 silam di Amerika. Dan belakangan, jika kita bertandang ke kedai-kedai kopi, modern atau tradisional, fancy atau bersahaja, cold brew juga kerap hadir menjadi salah satu pilihan menu utama. Petunjuk bahwa kopi seduh dingin memang benar-benar telah menjadi selera baru dan memiliki basis penggemar global dari kalangan mana saja.

Di awal tahun 2019 lalu, produsen pembuat liqueur terkenal asal Jerman, Jägermeister, pun seolah tak mau ketinggalan mengikuti tren cold brew yang tampak menjanjikan ini dengan merilis produk terbaru mereka, Jägermeister Cold Brew Coffee. Meski sebetulnya, tanpa mengikuti tren cold brew pun, konsep yang menggabungkan antara liqueur dan kopi bukan hal yang baru juga karena kompetisi Coffee in Good Spirits yang resmi berada di bawah naungan World Coffee Events sudah dilakukan setiap tahun sejak 2011. Dengan kata lain, konsep itu sudah familiar.

Namun, kehadiran minuman kopi seduh dingin yang dibuat oleh produsen liqueur ini konon terinspirasi dari sejumlah inovasi yang terjadi di skena minuman-minuman populer beserta segala pergerakan industrinya yang menggairahkan. Pada deskripsi produknya, Jägermeister menyebut kopi cold brew mereka adalah sebuah “brand-new mix”, campuran yang benar-benar baru (dan barangkali belum pernah ada di kelas coffee liquer sebelumnya).

Cold brew terbaru.

Jägermeister Cold Brew Coffee adalah sebuah fusi yang unik, ia merupakan perpaduan antara kopi seduh dingin (yang diekstraksi dengan menggunakan biji kopi Arabika), sedikit kakao, dan campuran 56 tumbuhan herbal—racikan klasik khas Jägermeister—yang sedikit manis. Sebagai catatan rasanya, Jägermeister menuliskannya begini: “Distinctive aromatic spicy notes lead to a delicious, sweet and rich finish”. Hm, sepintas terdengar menggiurkan. Terutama karena mereka menyarankan agar minuman ini disajikan pada suhu -18°C agar kenikmatan rasanya lebih maksimal.

Menurut Jack Carson, Direktur Inovasi (yang menangani semacam bagian R&D) Mast-Jägermeister Amerika, “mencampur Jägermeister dengan minuman kopi sudah menjadi favorit penggemar selama bertahun-tahun, jadi kami ingin menyempurnakan pengalaman itu kepada para pelanggan kami dengan menciptakan sebuah produk yang seluruh komposisi rasanya benar-benar seimbang seutuhnya.”

Menurut Jack Carson, “mencampur Jägermeister dengan minuman kopi sudah menjadi favorit penggemar selama bertahun-tahun”.

Sementara untuk menciptakan varian minuman baru ini, menurut Tim Hawley (Pengawas bagian Inovasi yang bekerja di Inggris), “membutuhkan waktu riset dan pengembangan selama bertahun-tahun pula, yang melibatkan para barista ahli, roaster, dan barmen dan banyak sekali iterasi untuk menghasilkan perpaduan yang sempurna dan seimbang antara Jägermeister original, efek kafein dari kopi dan hasil akhir yang mengarah pada rasa dark chocolate yang nikmat.

Sejauh ini, Jägermeister Cold Brew Coffee masih tersedia di toko-toko minuman di Eropa dan Amerika. Tapi jika penggemar kopi dari negara-negara di luar benua ini ingin mencoba cold brew inovasi terbaru ini, laman resmi Jägermeister menyebut bahwa satu botol kopi cold brew yang berkapasitas 500 ml dibandrol seharga £24.99, atau sekitar 450,000 Rupiah.

Hm, barangkali Danilla Riyadi bisa mempertimbangkan “minuman” jenis baru ini sebagai pilihan.

 

Foto-foto diambil dari laman resmi Jägermeister dan situs pencari.

___

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menyukai animasi, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

1 Comment
  1. udah baca serius2… eh kalimat terakhirnya bikin gw nyengir. penulisnya mantengin #ngobam bareng danilla juga nih kayanya. :)))

Leave a Reply

Your email address will not be published.