JANGAN BIARKAN TEMANMU NGOPI SENDIRIAN

Pandemi membuat beberapa orang merasa kesepian. Entah karena memang benar-benar harus hidup sendiri sementara waktu, atau karena tak punya teman ngopi yang bisa diandalkan setiap waktu.

BEBERAPA orang di sekeliling saya mengaku bahwa mereka merasa kesepian di kondisi ini. Bukan karena benar-benar tinggal sendiri, tapi sepi ternyata datang dari kekosongan. Rutinitas bertemu orang di tempat kerja, kehangatan yang lahir di kedai kopi setiap hari atau hal-hal lain yang melibatkan sebenar-benarnya tatap muka. Kebanyakan dari mereka merindu interaksi di kedai kopi. Tak hanya rasa pada tiap cangkir tetapi juga dialog, interaksi, diskusi dan apa saja yang pecah bersama seduh.

Photo credit by webprogramme.co.uk

Saya cukup beruntung karena meski ‘mengarantinakan diri’ di rumah tetap memiliki teman ngopi. Mama saya adalah teman ngopi saya. Jika tak ada dia menikmati kopi sendirian mungkin akan terasa hampa. Walau di beberapa waktu saya kerap ngopi sendirian, tapi di masa sekarang ini ngopi lebih enak bersama ‘teman ngopi’. Saya cukup beruntung, beberapa orang tidak bisa merasakan itu. Ada yang tinggal sendiri di kontrakan atau di kos. Mau tak mau ngopi sendirian. Ada yang di rumahnya tak ada yang suka ngopi, ya mau tak mau jadi ngopi sendirian. Keseruan ngopi berkurang saat tak ada ‘teman ngopinya’.

Berdasarkan ini, saya melakukan beberapa hal agar teman-teman saya tak merasa sepi saat ngopi. Mungkin kamu juga bisa menerapkannya.

Pertama, saat seduh saya melakukan video call dengan seorang teman. Terkadang saya yang menyeduh, seringnya dia yang seduh. Saat menyeduh kami mengobrol apa saja. Seperti biasa saat seduh di kantor. Tak sama memang, tapi setidaknya memberi senang pada hati. Setidaknya dia tak sendiri.

Kedua, saya dan teman janjian untuk ngopi bareng secara virtual. Kami saling berkabar jam berapa mau seduh dan saat kopinya selesai diseduh saya melakukan video call. Minum kopinya tetap bisa sama-sama meski tempatnya beda.

Ketiga, beri kejutan secangkir kopi dari kedai kopi favorit kalian. Jika ada sedikit rezeki kenapa kamu tak belikan temanmu kopi yang sama seperti yang kamu pesan hari ini. Minta barista di kedai itu menuliskan catatan kecil “ngopi bareng yuk! tapi di rumah masing-masing. Anggap aja kita lagi di Kedai XXX”. Hal kecil sangat berarti.

Keempat, saling bertukar kopi hasil seduh kopi sendiri. Kalian berdua atau bertiga bisa saling seduh kopi dengan resep masing-masing lalu saling kirim kopi seduhannya. Jangan lupa dinikmati sambil video call biar serunya terasa dan sepinya sirna!

Jangan pernah merasa sendiri saat semuanya bisa dilewati sama-sama, ya!

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.