JENIS-JENIS (VARIABEL SHOT) ESPRESSO

“Espresso adalah sebuah keajaiban dalam secangkir kopi.” – Andrea Illy

MINUMAN yang awalnya ditemukan di Italia ini hampir selalu menjadi favorit, tak peduli gelombang kopi datang silih berganti. Seperti yang dikatakan Andrea Illy, ada semacam keajaiban tak terekspresikan dalam secangkir espresso, yang hanya bisa dirasakan ketika meminumnya.

Espresso, umumnya dihasilkan dengan memakai air panas dan di-brew di bawah tekanan suhu cukup tinggi. Kalau prosesnya benar, espresso tersebut bisa ditandai dengan adanya crema di lapisan atas minumannya. Nah, menurut “hukum minum kopi” ala orang Italia, espresso sebaiknya diminum ketika crema-nya masih ada. Selain karena crema adalah emulsi dari minyak kopi yang berfungsi untuk “membungkus” espresso dan menjaga agar aromanya tetap sempurna, crema ini juga merupakan penanda bahwa espresso tersebut masih segar atau tidak. Makanya disarankan untuk meminum espresso sekaligus, dalam satu tegukan. Namanya juga espresso, express—oh. Hehe…

Btw, bagi penggemar kopi mungkin sudah nggak asing dengan istilah espresso, ristretto dan doppio dalam menu-menu kopi. Bagi yang nggak tahu, ketiganya adalah sama-sama espresso, hanya saja sedikit berbeda. Simak bedanya berikut ini, biar kalau ke kedai kopi nggak salah pesen. Lol.

 

1. Espresso

espresso

Merupakan jenis yang paling basic. Tradisionalnya, satu cup espresso terbuat dari 7-9 gram bubuk kopi dan seharusnya dibuat tidak lebih dari 25 detik. Satu shot espresso biasanya berukuran 25-30 ml. Tekanan tinggi mutlak diperlukan untuk menyeduh espresso agar bisa menciptakan karakter dan lapisan padat berwarna coklat—yang disebut crema dan merupakan penanda bahwa espresso itu baik. Seorang Italia bernama Luca di Pietro yang juga seorang pendiri Tallucci e Vino, kedai kopi cukup terkenal di New York, mengatakan bahwa espresso yang baik harusnya tidak terasa terlalu pahit dan tidak membuat jantung berdebar. Nah lho.

 

2. Ristretto

ristretto

Ristretto berasal dari Bahasa Italia yang berarti “terbatas” atau “pendek”. Ristretto dibuat kurang dari 20 detik dalam tekanan tinggi. Biasanya sebelum espresso disajikan sampai penuh, cangkirnya sudah segera diambil. Dengan kata lain, ristretto adalah minuman yang dibatasi hanya sampai “setengah” espresso saja. Karenanya ristretto pun umumnya memiliki rasa yang lebih manis dan chocolaty lantaran tidak ikut menyertakan ekstraksi terakhir dari kopi.

 

3. Doppio

doppio

Doppio adalah double shot espresso, umumnya diekstraksi dengan menggunakan double coffee filter dalam portafilter. Jadi kalau mau memesan dua shot espresso, ya sebut saja dengan doppioBtw, istilah doppio juga berasal dari Bahasa Italia yang berarti double dan sekarang ini doppio sudah dianggap ukuran shot standar untuk membuat menu-menu espresso-based. Satu doppio umumnya berukuran 60 ml.

Beda ketiganya.
Beda ketiganya.

 

Demikianlah beda antara espresso, ristretto dan doppio. Semoga mencerahkan. :p

 

 

cari mesin espresso

Foto dari Flickr,credit oleh: Scott Schiller, felixmetalsucko, Pen Waggener.

Yulin Masdakaty

Tukang nulis yang menggemari komik, film-film pahlawan super, dan jalan-jalan—sambil minum kopi.

11 Comments
  1. dear Admin,

    Jenis kopi espresso yang tepat untuk dibuat capuccino atw latte apa ya? apakah arabica atw robusta, soalnya selama ini sy pake arabica tapi masih terasa asamnya.
    trus untuk level roastingnya itu medium ataw dark?

    masih belum dapat metode yang pas utk mendapatkan rasa pahit dari kopi arabica supaya pas dicmapur susu.

    Mohon pencerahannya,

    1. Saya boleh ikut nimbrung? Kalo misal pendapat saya salah, maaf hehe
      Menurut saya kalo soal rasa itu subjektif sih mas, semua orang pasti punya standart “enak”-nya sendiri. Tapi setahu saya jenis kopi arabika emang cenderung asam mas, dan biasanya untuk espresso based pakenya medium-medium to dark. Kalau masih dirasa kurang “tasty” itu balik lagi ke teknik dosing dan tamping-nya mas sama grind sizenya juga perlu disesuaiin sih sama roastingan dan bean-nya. Kalo salah mohon maap ✌?

    2. Kalo untuk campuran bagusnya robusta atau bs jg blend robusta-arabica.. Untuk level roastingnya yg medium atau atasnya.

  2. Kalo boleh berbagi informasi, menurut saya “Bean House Blend” Lebih seimbang rasa dan karakernya jika mau mendapatkan Balance dari hasil Espresso-Nya. Terlebih jika tingkat Roastingnya Medium dengan mengaplikasikan beberapa single origin baik robusta or arabica. saran saya 25 % robusta dan 75% arabica. Karna Rasa Robusta yang cenderung pahit dengan di roasting dark serta Arabica yang asam dan memiliki berbagai macam karakter dari originnya masing-masing.

    semoga bermanfaat….

  3. Untuk 1 shot itu 30ml terhitung hasil ekatraksi atau air yang dipakai untuk brewingnya?

    Sebagai contoh, saya menggunakan flair (manual) kapaitas chambernya 65 ml, hasil ekstraksinya sekitar 30 ml, apakah itu dikatakan single shot atau double shot?

  4. To Mas Arif Hidayat: Espresso Single Shot 30ml itu hasil Ekstraksinya Mas, kalau Double Shot hasil Ekstraksinya 60ml (dengan berat kopi yg dipakai juga 2x lipat dari Songle Shot).
    Kalau Air yg dipakai tidak mempengaruhi, yg penting bisa mencukupi untuk menghasilkan Ekstraksi 30ml atau 60ml.
    Semoga membantu.

  5. Untuk doppio prosesnya apakah 1X proses extraksi 2 shoot kopi di basket atau kta mmproses espresso masing2 1 shot trus d campur hingga jadi doppio?

    Krn double ristretto jga dlakukan 2X ukuran 1 shot walopun hasil akhirnya setara volume espresso

  6. Hallo ka. Saya mau tanya. Standar scaa pembuatan espresso kan 13/14 atau 9gram untuk bubuk kopi. Nah di kopi shop saya sop nya 18grm. Ga apa apa kah itu??

Leave a Reply

Your email address will not be published.