KAPAN KAMU HARUS BERINVESTASI ALAT KOPI BARU?

Siapa yang tidak bahagia berinvestasi alat kopi baru yang membawa keseruan baru pula. Namun ternyata berinvestasi pun harus dipikirkan matang-matang jua.

ARTIKEL ini tidak ditujukan untuk mereka yang tidak memiliki batas budget alias finansial sudah sangat stabil dan daya beli sudah tak terbatas. Namun untuk kita yang memiliki budget terbatas, berinvestasi alat kopi baru haruslah benar-benar dipikirkan. Meskipun rasanya sungguh membahagiakan ketika memiliki ragam alat seduh, namun benarkan berinvestasi alat seduh di rumah sudah tepat dilakukan terutama di situasi pandemi yang masih jauh dari kejelasan ini?

Berinvestasi alat kopi sangat disarankan untuk mereka yang sama sekali tidak memiliki alat seduh apapun di rumahnya. Sudah pasti sangat tepat memiliki satu alat kopi yang bisa dipakai setiap hari. Dengan seduh di rumah kamu akan menghemat begitu banyak uang. Bayangkan secangkir kopi di luar sekitar Rp. 25.000 secangkir. Dengan berinvestasi satu buah Vietnam Drip seharga Rp. 45.000 dan kopi 200 gram seharga Rp. 65.000 kamu sudah bisa dapat bercangkir-cangkir. Investasi alat kopi adalah keharusan ketika kamu sudah minum kopi secara rutin setiap hari!

Lalu untuk kamu yang sudah punya alat kopi tapi ingin berinvestasi lagi sebenarnya itu sah-sah saja selama budgetnya ada dan kamu memang serutin itu menyeduh. Saya sendiri memutuskan membeli Aeropress setelah sekitar setahun memiliki Hario V60. Itupun harus mencicil perintilannya mulai dari coffee dripper, timbangan, ketel dan tentu kertas penyaring. Berinvestasi alat kopi baru semacam Aeropress dinyatakan tepat karena saya memang rutin ngopi dan ingin mengeksplorasi alat seduh lain.

Ada ilmu yang ingin digali. Ada rasa keingintahuan yang memuncak. Ada budget yang dipersiapkan. Jadi bukan sekadar ingin beli lalu alat kopi tersebut terdiam begitu saja di lemari. Alasan lain untuk berinvestasi alat seduh baru menurut seorang teman adalah karena dituntut pekerjaan.

Teman saya ini sering berpergian yang tidak memungkinkannya untuk membawa seperangkat alat seduh pour over yang dinilai tidak portable dan ribet. Jadi dia memutuskan berinvestasi sebuah alat seduh khusus untuk perjalanan bernama Cafflano Klassik. Sepaket alat sudah terdapat semua yang dia butuhkan. Investasi seperti ini dinilai cerdas karena memang memudahkan.

Oh iya, beberapa orang juga berinvestasi alat seduh karena alat seduh lamanya rusak atau sudah tidak nyaman digunakan. Jadi hal itu sudah sangat dimaklumi. Ya, tapi jika kamu memang memiliki budget yang besar dan ingin membeli alat kopi apapun, rasanya ya sah-sah saja. Asal jangan menyesal dan alat seduhnya jadi tak berguna, bukan?

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.