KAPAN KOPI MENJELMA JADI MUSUHMU?

Setiap orang memiliki kadar toleransi terhadap kafein dalam jumlah yang berbeda-beda. Maka dari itu kenali tubuhmu sebelum kafein menjelma ‘musuh’ yang menyakitimu.

BANYAK orang yang takut minum kopi gara-gara kandungan kafein yang dinilai akan ‘menyakiti’ tubuh mereka. Padahal kafein tak hanya hadir dalam wujud kopi. Minuman seperti teh, minuman berenergi, obat penghilang rasa sakit bahkan cokelat sekalipun mengandung kafein meski kadarnya berbeda-beda.

Tubuh saya sendiri cukup tinggi toleransinya terhadap kafein. Sejauh ini lima hingga enam cangkir kopi masih akan membuat tubuh saya baik-baik saja. Lewat dari itu saya pernah tremor, berdebar, gelisah dan cemas tak karuan. Kafein adalah teman baik, tapi bisa menjelma musuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Lagian bukankah segala yang berlebihan memang tidak baik ya?

Tak hanya jumlah kafein yang berbeda-beda yang bisa diterima tubuhmu. Perihal kondisi tubuh juga memengaruhi. Bisa jadi hari ini kamu sedang fit dan tiga cangkir kopi tak berpengaruh apa-apa selain memberi energi yang menyenangkan. Tapi tiga cangkir kopi  itu mungkin akan beda pengaruhnya di saat kondisi tubuhmu sedang tak baik. Sistem imun tubuh yang menurun bisa membuat kafein tak baik diterima tubuh bahkan jika kadarnya sama. Lagi-lagi, apa yang masuk di tubuh kita akan bereaksi. Karena tubuh adalah laboratorium yang dengan ajaib bekerja mengolah apa saja yang masuk.

Lalu bagaimana amannya agar kopi tak menyakiti? Orang normal idelanya minum kopi dua sampai tiga cangkir perhari. Setiap cangkirnya kurang-lebih 350 mg saja. Itu ukuran banyaknya kopi ya, bukan banyaknya kafein. Agar berimbang, kamu harus mengonsumsi air mineral secara cukup. Juga mengonsumsi makanan sehat yang diiringi dengan buah-buahan yang mengandung vitamin c tinggi.

Kopi takkan semengerikan itu jika kamu tahu kondisi tubuhmu. Lagian tak hanya kopi kok yang bahaya, makan ayam geprek level 1000 juga akan berbahaya bagi lambung dan tenggorokan jika kamu konsumsi setiap hari dan berlebihan. Dengan kata lain, bertemanlah dengan kopi dalam kadar berkecukupan. Seperti cinta, ngopi juga harus cukup. Ha-ha-ha.

Foto utama mexicalibariatric.com

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.