KEBAHAGIAAN SEHABIS HUJAN DI DJULE KOFI

Hujan dan secangkir kopi adalah dua hal yang membahagiakan. Keduanya melebur kian sempurna jika dilengkapi elemen ketiga: kebersamaan.

Djule Kofi serasa punya sendiri karena sedang tak ramai pengunjung.
Djule Kofi serasa punya sendiri karena sedang tak ramai pengunjung.

SAYA tidak menyangka bahwa Jakarta terlihat begitu menyenangkan di kala sehabis hujan. Singkirkan sebentar kemacetan yang menganggu. Segala macet tak ada artinya ketika saya dan para sahabat melebur dalam kebahagiaan saat kami lewati jalan-jalan padat Jakarta. Seharian kami bertualang ke berbagai kedai kopi. Mencicip segala cita rasa dan mengalami pengalaman rupa-rupa. Dan kini tujuan kami berpindah ke sebuah kedai kopi baru yang cukup happening bernama: Djule Kofi.

Seduh dulu, yang lain bisa menunggu.
Seduh dulu, yang lain bisa menunggu.

Sebelum mampir ke Djule Kofi saya sudah sering melihat unggahan teman-teman ‘seperkopian’ tentang kedai kopi yang juga merupakan ‘saudara’ dari Ombe Kofi ini. Dari foto-foto yang bertebaran di media sosial Djule Kofi selalu penuh sesak. Penikmat kopi tumpah ruah memadatai kedai kopi yang berlokasi di Jl. Melawai No.6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hal ini tak membuat saya pantang mundur. Tak apalah berdesakan demi secangkir kopi. Toh saya juga tak setiap hari bisa ke sini.

La Marzocco Strada siap memberikan bercangkir kopi enak.
La Marzocco Strada siap memberikan bercangkir kopi enak.

Di luar hujan masih turun satu-satu. Dan sampailah kami di Djule Kofi. Kedai kopi ini berada di sebuah persimpangan padat. Agak susah juga menemukan tempat parkir yang pas. Jendela besar bertuliskan ‘Djule Kofi’ menyambut ramah. Dan saat memasuki kedai ini betapa bahagianya saya karena suasana ramai yang saya bayangkan sebelumnya ternyata tidak ada. Selepas senja Djule Kofi ternyata begitu adem dan tenang. Hanya ada beberapa orang yang mengisi meja dan kursi. Tak ada riuh dan ribut. Satu-satunya sumber suara adalah mesin kopi, mesin penggiling, playlist dan suara pengunjung yang ngobrol dari kejauhan. Ah, sungguh keberuntungan yang menyenangkan.

Single origin Tanzania, anyone?
Single origin Tanzania, anyone?

Djule Kofi memiliki coffee bar yang berada di tengah-tengah ruangan. La Marzocco Strada dan Mahlkonig Grinder terduduk manis dan sepertinya siap menghasilkan beragam kenikmatan. Di sisi lain coffee bar, alat seduh manual berjejer rapi. Mulai dari Hari V60, Aeropress, Kalita Wave dan banyak lagi ada di sana. Interior kedai berlantai dua ini didominasi elemen kayu. Memberi hangat yang begitu pasti dengan pencahayaan hangat yang sempurna untuk malam hari. Saat saya mampir ke sini grinder hopper-nya berisi kopi-kopi semacam Tanzania, Rwanda dan seasonal coffee dari Market Lane Melbourne.

Kamu pilih kopi yang mana?
Kamu pilih kopi yang mana?

Setelah puas berkeliling dan memerhatikan seluruh penjuru kedai, saya pun siap memesan. Filter coffee dengan single origin Ethiopia Yirgacheffe sepertinya tak pernah salah. Sahabat-sahabat saya yang lain memesan Tanzania yang juga diseduh dengan filter coffee V60. Sambil menunggu kopi diseduh kami tentu saja mengobrol berbagai hal. Mulai dari percakapan soal kopi hingga topik remeh-temeh murahan seperti gosip affair para pesohor. Oh iya, sambil ngobrol rasanya tak sempurna jika tak ditemani camilan. Almond croissant tampak begitu menggoda. Sepertinya pas jika ‘dikawinkan’ sambil ngopi.

Ngobrol asik dengan para barista.
Ngobrol asik dengan para barista.

Tanzania siap diseduh. Tak sabar kami meneguk kopi yang tak salah pilih ini. Kami sepakat kalau single origin satu ini sedap adanya. Sambil menunggu single origin yang satu lagi tiba ternyata kami dihampiri barista dari balik bar “mbak, Ethiopia-nya ternyata habis. Saya ganti sama Panama Geisha ya”. Kami serentak mengangguk sambil senyum-senyum bahagia. Ya Tuhan, itukan kopi yang di tanam di surga. Ha-ha-ha.

Panama Geisha, kopi senikmat surga. XD
Panama Geisha, kopi senikmat surga. XD

Panama Geisha yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dengan hati-hati saya menuangkannya di cangkir. Takut ada setiap tetes yang terbuang sia-sia. Tegukan pertama nyaris membuat saya dan teman-teman lain kehabisan kata. Kami berpandangan serentak sambil menghela napas “enak banget!”. Rasanya beruntung sekali bisa menikmati Panama Geisha dengan harga Ethiopia Yirgacheffe. Aduh Djule Kofi kamu benar-benar paling bisa membuat bahagia.

Tak apa sendiri, asalkan ada kopi.
Tak apa sendiri, asalkan ada kopi.

Malam semakin tinggi dan Djule Kofi tampaknya juga berkemas untuk tutup. Satu per satu pengunjung mulai pergi dan segala kebersamaan soal kopi ini harus diakhiri. Saya sungguh sangat menyukai Djule Kofi. Tempat ini adalah gabungan antara kopi enak, tempat nyaman dan orang-orangnya yang sangat menyenangkan. Satu-satunya yang saya sesalkan adalah kedatangan saya yang sedikit telat. Jadi tak bisa nongkrong lebih lama dan foto-foto dengan pencahayaan yang sempurna. Tapi tak apa setidaknya saya bisa meramu kebersaman tanpa riuh dan menikmati Panama Geisha yang membuat jatuh cinta. Terima kasih Djule Kofi!

Coffee bar kece berisi alar kopi tak kalah kece.
Coffee bar kece berisi alar kopi tak kalah kece.

Djule Kofi

Jalan Melawai Raya No. 6
Blok M, Jakarta Selatan 12160
021 – 2745 5488
Opening hours: 8 AM-8 PM
PAKET CAFE

384 total views, 3 views today

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.