KEBETULAN MENYENANGKAN BERNAMA PRUFROCK COFFEE

Di London saya menemukan banyak sekali kebetulan-kebetulan yang menyenangkan. Salah satunya kebetulan berjodoh dengan Prufrock Coffee yang tak sengaja melintas kawasan Leather Lane di Clerkenwell.

SIANG itu sudah hari ketiga saya dan teman-teman menjelajah London. Segala landmark kota ini sudah satu-satu kami tuntaskan. Sekedar melepas rasa penasaran mendalam tentang segala hal yang diceritakan tentang London selama ini. Sehabis makan siang kami berkeliling di kawasan bustling nan tersohor Leather Lane di Clerkenwell mata saya menangkap sebuah kedai kopi yang eksteriornya mencolok.

Dari jendela-jendela kacanya saya bisa merasakan suasana hangat dengan pendaran pencahayaan yang asyik. Pun kegiatan barista dan para pengunjung sudah terekam dari luar. Kursi-kursi di depan kedai kopi tersusun rapi minim penghuni. Saya pun rasanya tak mampu lagi untuk tidak singgah ke kedai kopi yang bernama Prufrock Coffee ini. Ah, mungkin saya memang berjodoh ke sini. Meskipun coffee shop ini tak ada dalam list kedai kopi yang ingin saya kunjungi.

Memasuki kedai kopi aroma kopi menyeruak dari segala penjuru. Barista menyapa dengan senyum manis dari balik coffee bar-nya sambil meracik kopinya. Kedai kopi ini didesain simpel dan hangat. Ada rak-rak yang menjual beragam alat seduh kopi. Mulai dari alat kopi semacam Chemex, Hario V60, Aeropress hingga Keep Cup. Para pengunjung sibuk dengan kebahagiaannya masing-masing. Ada yang bekerja, ada yang menyesap kopi sendirian sambil menikmati entah apa.

Saya suka dengan kesederhanaan Prufrock Coffee yang didominasi elemen kayu. Mulai dari lantai kayu, hingga coffee bar dan interior lain yang serba kayu-kayuan. Memberi hangat yang menyenangkan karena London sedang sejuk-sejuknya. Saya yang sudah merindu kopi memutuskan memesan filter coffee dari single origin Ethiopia Halo yang dibandrol £6. Aduh secangkir kopi balance yang mengakibatkan saya borong tiga bungkus kopi untuk dibawa pulang. Ha-ha-ha.

Selain itu saya mencoba single origin Gera Ethiopia dari roastery Barn yang ada di Berlin Jerman dan kebetulan ada di sini. Tak cukup itu saja kita juga menggondol single origin Kenya AB Ngarariga dari Square Mile dan Ethiopia Yirhacheffee Halo Okologisk dari The Coffee Collective. Intinya semua kopi ini sukses masuk daftar oleh-oleh untuk diri sendiri dan akan dirayakan sepulang dari London bersama teman-teman.

Saya cukup puas dengan semua kopi yang saya coba di sini. Berhubung saya sudah makan siang, saya tidak sempat mencoba makanan dan camilan yang memang ada di sini. Oh iya sekedari informasi Prufrock Coffee dikelola kopinya oleh sang founder Jeremy Challender (UK Barista Championship Head Judge) dan temannya (yang merangkap mentor) Gwilym Davies (World Barista Champion). Jadi wajar ya jika kopinya tak main-main.

Selain kopi yang mencuri perhatian, saya juga tertarik dengan alat-alat kopinya semacam mesin kopi Victoria Arduino 4 Group dan juga Mythos One. Oh iya ada juga Wilfa Grinder yang tak jarang ada terlihat di mana-mana. Selain itu kelebihan lainnya adalah Prufrock Coffee ini menjual banyak sekali single origin dari berbagai roastery jadi bisa banyak pilihan jika kamu mau membeli biji kopi.

Ah, semesta ini memang baik sekali. Diberikannya kebetulan yang manis untuk saya yang tak sengaja menemukan Prufrock Coffee tanpa rencana.

Prufrock Coffee 

23-25 Leather Ln,

London EC1N 7TE, Inggris Raya

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.