KEDAI KOPI ACAN: NOSTALGIA NGOPI DI PASAR

Kedai kopi memang menawarkan nostalgia. Apalagi jika kedai kopinya tradisional dan tersembunyi manis di dalam pasar.

BANGUN pagi memang selalu membawa berkah. Setidaknya itulah yang terjadi pada saya yang susah sekali bangun pagi ini. Seorang teman mengajak saya untuk berkunjung ke sebuah pasar tradisional yang di dalamnya terdapat sebuah kedai kopi tradisional yang tak menjanjikan apapun selain nostalgia yang menyenangkan.

Sebagai perempuan yang romanstis tradisional termasuk dalam urusan kopi, saya menerima ajakannya. Kedai kopi ini tentu jauh dari modernitas, kecanggihan, rasio seduh dan barista baristi yang cantik cakep dengan seragam. Kedai kopi ini khas kopitiam yang hanya menyuguhkan kopi hitam, kopi susu, dan tentu telur setengah matang!

Berada di Pasar Sambas Medan, teman saya dengan begitu percaya diri mengajak saya mencari sarapan dulu. Di Pasar Sambas banyak sarapan yang nikmat. Mulai dari yang haram hingga halal. Mulai dari yang berat hingga kue-kue ringan serta cakwe yang khas. Kami memilih sarapan nasi goreng di warung sarapan dan katanya sarapan ini bisa dinikmati di Kedai Kopi Acan. “Tenang kak, nanti mereka akan memberikan sendok jadi kita bisa makan di sana sambil ngopi,” begitu katanya.

Kedai Kopi Acan berada di sisi tepi Pasar Sambas. Warungnya kecil sederhana. Tapi memang benar duduk di sini serasa nostalgia. Waktu kecil kakek nenek saya punya warung kopi begini di Pasar Sentral. Gelas-gelas dipajang, alat seduh kopi aluminium berjejer plus aroma robusta menyeruak harum sekali.

Kami memesan dua cangkir kopi susu yang disajikan di cangkir yang hanya bisa ditemukan di rumah kakek nenek kita. Menurut saya kopi susunya tidak terlalu manis. Kagum juga saya mengingat kedai kopi begini umumnya menyajikan kopi susu dengan kental manis yang terlalu berlebihan. Tapi Kedai Kopi Acan ternyata cukup mantap di rasio kental manis dan kopi. Asyik!

Teman saya memesan telur seperempat matang yang menurutnya sempurna tingkat kematangannya. Pun di sini juga disediakan air putih yang terus menerus diisi ulang sama orangnya. Sedap benar! Untuk saya kedai kopi seperti ini adalah ruang tak lekang oleh waktu. Ada begitu banyak kisah yang mungkin hadir di sini. Generasi ke generasi dan tak tergerus modernitas!

Terima kasih untuk Wisely yang sudah baik hati mengajak saya mampir ke sini!

Kedai Kopi Acan

Jl. Sambas, Mesjid, Kec. Medan Kota,

Kota Medan, Sumatera Utara 20212

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.