KEKELIRUAN SOAL ROBUSTA

Industri spesialti kopi ‘sekarang’ ini sering menganaktirikan kehadiran robusta. Untuk beberapa kalangan, robusta adalah ‘itik buruk rupa’ yang dipandang sebelah mata.

PADAHAL jauh sebelum industri ini merebak dan di setiap penjuru kota berdiri kedai kopi, robusta pernah berjaya. Dengan rasa yang khas dan kadar kafein yang tinggi robusta pernah jadi primadona. Semua orang mendamba robusta, mencintai pahit dan kuatnya serta tergila-gila pada energi yang dia berikan sesaat setelah teguk.

Industri bergeser, begitu pun kedudukan robusta. Arabika memenuhi setiap panggung karena dianggap flavorful dan memiliki rupa-rupa rasa dan aroma, kafeinnya juga rendah sehingga ‘aman’ dikonsumsi siapa saja. Robusta dianggap ‘anak tiri’, minuman orang-orang ‘dulu’, minuman para tetua, para pekerja kasar yang tak peduli soal rasa dan kualitas.

Padahal mereka tak tahu saja bahwa robusta juga ada kelasnya. Malah ada namanya fine robusta yang merupakan robusta berkualitas tinggi dan ada q-grader-nya juga. Di Viet Nam saya melihat bahwa robusta masih dicintai. Selain dijadikan ca phe sua da, robusta yang kebanyakan datang dari daerah Dalat ini berkualitas baik dengan karakteristik rasa yang tak melulu pahit saja. Mungkin robusta dari Viet Nam adalah salah satu robusta terbaik yang pernah saya coba. Malah diseduh manual pun tetap sedap. Tak sekedar dicampur susu atau ditubruk saja.

credit: lifestylecoop.com

Robusta bisa juga enak, flavourful, menyenangkan dan dinikmati sama kelasnya dengan arabika hanya saja jika para petani dan mereka yang terlibat dalam prosesnya di hulu tahu bagaimana ‘mengasuhnya’. Pun para roaster juga bisa membantu ‘mengeluarkan’ cita rasa yang tak main-main jika mengenal lebih dalam biji ini.

Kita marilah berhenti menganggap robusta kopi murah dan tak nikmat. Dalam menikmati robusta dibutuhkan pepatah lama tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka nikmat pun turut melayang. Meski umumnya kita temukan di pasar saja, jangan sedih karena kini robusta pun masuk kedai kopi. Tak hanya jadi campuran espresso blend atau ‘kopi susu kekinian’, robusta yang baik pun bisa diseduh dengan ragam cara.

Mari kita memberi kesempatan pada robusta sekali lagi, agar tak arabika saja yang bisa kita nikmati.

 

Mustika Treisna Yuliandri

A girl who lives among words, world and wow-ness. A coffee-shop traveler and social media entusiast.

8 Comments
  1. Banyak teman-teman saya berkeyakinan bahwa: kopi yang sesungguhnya itu … harus MANTAB. Dan ini didapatkan di Robusta. Sebenarnya nggak usah jauh-jauh import dari Vietnam untuk menikmati robusta yang mantab, Java Robusta high grade yang berasal dari sekitar pegunungan Sindoro, Sumbing dan Prau pantas dicoba.

  2. Robusta dari Gayo juga wanginya mantap. Kadang sesekali kepingin juga nyeduh robusta, walaupun seringnya minum arabica.

  3. Bukan hanya kadar asam kafein nya saja yg tinggi, tetapi juga kadar asam klorogenat robusta 2x dari arabica. So yg punya penyakit lambung harap menjauh dari robusta, dikarenakan bila asam klorogenat berlebihan maka akan menyebabkan kenaikan asam reflux / kenaikan asam lambung yg dapat menyebabkan kembung dan perasaan mual.

  4. Recomendasi robusta enak belinya apa? Merek apa beli dimana? Soalnya robusta masih terlalu pahit dan susah dinikmati.

  5. Bagi saya pecinta kopi, apakah Arabica apakah Robusta ? tetep oke, saya punya kebiasaan menyeduh kopi hitam dengan air rebusan / mendidih (kompor) kemudian disaring dan mendinginkannya di kulkas selama 12 – 24, tanpa ditambah gula, nikmat sekali rasanya (menurut saya).

  6. Saya pribadi lebih menyukai Robusta. Tapi kadang2 ngoplos Robusta dan Arabica.
    Nggak peduli juga sih kalo orang menganaktirikan Robusta. Ini persoalan selera saja. Saya lebih nyaman dengan Robusta…mau digimanain lagi coba.

    Suka sama penjelasannya. Makasiih ya

  7. Aku salah satu Pecinan robusta… Mungkin karena emang sejak awal udah suka kopi yg “padat” dan tebal, robusta jadi pilihan utama… Arabika iya, tapi kompleksitas padat sama tebalnya gak bisa tandingi robusta… Sejauh ini… Robusta temanggung, sidikalang sama Gayo masih di hati.. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.